Massa FPI Ciamis Ngotot Usir Bupati Purwakarta

1
BERBAGI

CIAMIS,JP.COM-Massa Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Ciamis menolak kedatangan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi di Tatar Galuh Ciamis. Kedatangan Dedi ke Ciamis untuk menghadiri acara Galuh Geulis di Aula Islamic Centre, Minggu (20/12) malam.

Koordinator FPI Ciamis Muhammad Warman menuding Dedi Mulyadi telah menyebarkan ajaran yang menjurus kepada syirik. Buktinya Dedi lebih menghormati budaya Sunda ketimbang nilai-nilai Islam.
“Sebenarnya kami tak benci Kang Dedi tapi kami sangat menentang penyeleweangan akidah yang dilakukan beliau,” ucap Muhammad Warman salah satu Koordinator FPI Kabupaten Ciamis.

Meskipun pihak Panitia Galuh Geulis mengatakan pihak panitia memastikan tak akan menghadiri Dedi Mulyadi, tapi tetap saja massa FPI berkumpul untuk menghadang Dedi Mulyadi.

Bentuk penolakan tersebut dengan ditempelkannya berupa kertas yang bertuliskan“KAMI MASYARKAT CIAMIS MENOLAK KEDATANGAN BUPATI PURWAKARTA DEDI MULYADI SI RAJA SYIRIK” di dinding Islamic Center.

Aksi vandalis dan arogan FPI itu disayangkan Andi Ali Fikri, ketua penyelenggara Galuh Geulis. Dia mengatakan, acara Galuh Geulis tak akan dihadiri Bupati Purwakarta. Namun pihak FPI tetap saja ngotot.

“Memang tiga pekan lalu H. Dedi Mulyadi ingin datang ke Ciamis tapi dicancel karena ada polemik dari masyarakat,” katanya

Andi mengaku sudah lelah menjelaskan kepada pihak FPI yang tak percaya mengenai pembatalan

Ratusan anggota FPI itu akan tetap menduduki Islamic Center sampai berakhirnya acara Galuh Geulis. “FPI tidak punya masalah dengan panitia Galuh Geulis. Kami tidak mau menggangu jalannya rangkaian acara Galuh Geulis ini. Tapi kalau Kang Dedi Mulyadi datang ka Kabupaten Ciamis, akan kami usir,” katanya. (ris)

1 KOMENTAR

  1. Hati2 dengan langkah yang diambil oleh saudara2 FPI, jika pihak penyelenggara menyatakan ketidakhadiran dari yang bersangkutan seharusnya cukup memantau dari dekat, bukan membuat statement2 yang bisa berimbas buruk bagi ciamis tercinta.
    Menurut informasi, yang akan hadir bukanlah yang bersangkutan, melainkan Menteri Pemberdayaan Desa Tertinggal. Sekitar jam 1 siang, beliau menyatak sudah dalam perjalanan, namun tiba2 jam 3 sore beliau mengabari tidak akan jadi menghadiri kegiatan tersebut. Setelah diselidiki, ternyata selembaran/statement2 yang disebutkan diatas terdengar oleh bapak menteri, hal itulah yang membuat resah beliau sehingga membatalkan kehadirannya yang sebelumnya mengabari bahaa beliau sudah diperjalanan.
    Hal tersebut sangat memberikan pukulan terhadap panitia, perjuangan selama berbulan2 untuk mengundang Bapak Menteri bisa hancur dalam waktu kurang dari satu hari saja.
    Tolong perhatikan hal tersebut, bukankah kita selaku umat beragama harus bisa menghargai apa yang sudah diperjuangkan orang lain dalam hal2 kebaikan??
    Mohon pertimbangkan segala sesuatu yang akan terjadi sebelum mengambil satu tindakan.

LEAVE A REPLY