Rumah Ahok dan Yusril Jadi Obbjek Wisata Baru di Belitung

BELITUNG-Pulau Belitung memang banyak melahirkan politisi senior yang beken. Politisi asal Belitung atau orang kebanyakan menyebut Belitong adalah Basuki Tjahya Purnama alias Ahok dan Yusril Ihza Mahenda. Keduanya tinggal di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Masa kecil Ahok yang populer disebut Kampung Ahok berada di Jalan KA Bujang Nomor 22 Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.Sedangkan Yusril berada di Jalan Raya Kartini, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Keluarga Ahok memang terkenal kaya raya yang menguasai Belitung. Meareka berbisnis timah sejak turun temurun. Kim Nam orangtua Ahok juga menguasai perdagangan di Belitung. “Keluarga Ahok terkenal kaya. Dia menguasai perdagangan di Bangka Belitung,” kata Gubernur Provinsi Bangka Belitung H Rustam Effendi.

Memang benar adanya keluarga Ahok adalah milairder di Belitung. Lihat saja Rumah masa kecil Ahok yang kini berarsitektur modern Tampak luar, bangunan tersebut didominasi warna putih dengan pintu berwarna coklat setinggi kurang lebih 2 meter. Rumah yang masih ditinggali oleh ibu Ahok ini memiliki lantai bertingkat.

Saat memasuki area halaman rumah, paving-paving blok terlihat berjajar rapi dengan aneka tanaman bunga dan buah sehingga menimbulkan kesan asri. Di bagian belakang rumah, terdapat penginapan yang dikelola oleh keluarga Ahok.

.Di ruang tengah yang ada di lantai dasar, terdapat satu set sofa berwarna merah marun dengan televisi layar datar yang menjadi tempat berkumpul keluarga. Di dekat sofa, sebuah bar mini dengan pajangan botol-botol minuman.

Suasana rumah Ahok kala itu sepi.

 

Ibu Ahok, Buniarti Ningsih (70), telah menempati rumah tersebut sejak menikah pada tahun 1965.

“Rumah ini telah direnovasi tiga kali. Terakhir direnovasi menjadi modern tahun 2009. Dulunya seperti rumah panggung yang ada di depan,” ungkap Buniarti.

Buniarti menceritakan di rumah yang ditempati saat ini adalah tempat seluruh anaknya tinggal yakni Basuki, Basuri, Harry Basuki, dan Fifi Letty Tjahaja Purnama.

“Kalau bisa berkumpul lengkap, ya pas Tahun Baru Imlek dan Tahun Baru. Ya, kalau kumpul agendanya makan-makan di rumah,” jelasnya.

Sementara itu Rumah Yusril di Jalan Raya Kartini, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur itu didominasi dinding papan berwarna kecokletan.

Jika dari luar berdinding papan, maka dari dalam, rumah tersebut berdinding beton bercat kuning muda.

Halaman rumah berpagar itu tampak asri dan terasa sejuk karena rimbun dengan tumbuhan dan pepohonan yang terawat. Yusril baru saja menerima tamu yang diketahui berasal dari Bandung.

“Di sini banyak tamu datang, salam-salaman, biasalah, rutin begitu. Ya makan-makan. Untung tidak ada kenduri, kalau ada bisa ratusan orang ke sini. Biasa waktu saya pulang ke sini, masyarakt juga dibantu,” katanya.

 

Masih di rumah Yusril, setidaknya ada tiga motor tua tampak di garasi rumah tersebut. Satu motor berwarna putih bertuliskan Harley Davidson pada tangki bahan bakarnya

Satu motor lagi berwarna hijau khas militer bertuliskan Ariel pada bagian tangkinya, dan satu motor lagi berwarna biru dan terdapat warna putih di tangkinya.

“Olinya bocor, memang begitu kalau motor tua. Hidup itu, kalau dinyalain. Ada yang motor tahun 1934, itu si (merek) Ariel itu,” kata Yusril

Rumah Yusril

yusril

Selain koleksi motor tua, rumah tersebut juga menyimpan koleksi sepeda ontel. Di muara pintu bagian samping rumah, tampak lima sepada ontel.

Tiga sepeda diletakkan di sisi kanan. Sementara dua lainnya diletakkan dekat dengan pajangan berderet-deret foto-foto berwarna hitam putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here