Inilah Enam Stadion Sepakbola Bertaraf International di Jawa Barat

BANDUNG, JP.COM: Jawa Barat memiliki enam stadion sepakbola bertaraf internasional. Inilam enam stadion baru di Jabar itu: Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Kota Bandung, Stadion Kabupaten Bekasi, Stadion Kota Bekasi, Stadion Si Jalak Harupat di Kab. Bandung, dan Stadion Galuh di Kabupaten Ciamis dan yang terakhir baru diresmikan Stadion Pakansari Bogor.

Inilah keenam stadion sepakbola di Jabar tersebut:

1.Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
Berada di di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung atau tak jauh dari ruas Jalan Tol Cileunyi-Padalarang KM 151 dan Jalan By Pass Soekarno-Hatta Bandung. Awalnya stadion ini bernama Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage atau Stadion Gedebage, pernah juga santer akan dinamai stadion Gelora Rosada karena memang yang mengagasnya adalah Wali Kota Bandung saat itu, Dada Rosada. Tapi timbul pro dan kontra atas penamaan Stadion Gelora Rosada maka Pemerintah Kota Bandung lalu menggelar polling dan dicarikan mana yang cocok untuk stadion beertaraf internasional itu. Dan akhirnya nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BLA) dipilih dengan semangat Bandung Lautan Api.

DATA STADION GBLA

Luas Bangunan Stadion: Tapak Stadion 5.2 Ha dan Lansekap 16.9 Ha.
Gedung dan kantor stadion berlantai 4 dengan luas ruangan 72.000 m^2.
Dilengkapi Mushola di setiap ruangan.
Toilet 766 buah.
Ruang VVIP untuk kelas kepala Negara/Presiden dengan kaca anti peluru.
Jumlah kursi penonton 38.000 orang, jika berdiri 72.000 orang.
Dilengkapi : lapangan atletik , kantor, sirkulasi, tribun atap full keliling, servis, big screen dan kursinya tahan api dengan kursi merk Ferco.
Rumput yang digunakan adalah dari jenis Zoysia Matrella (Linn) Merr yakni rumput kelas satu standar FIFA.
Standar Indonesia : SNI T-25-1991-03 STDR. PERENCANAAN STADION.
Standar Internasional : Football Stadium Technical, Recommendation Requirements, FIFA Safety Guidelines.
Area parker bus, mobil dan motor.
Dilengkapi Landasan pesawat Helikopter.
Akan dilengkapi E-Board (Papan iklan Elektrik) di pinggir lapangan.

Stadion ini di desain berstandar internasional, rumput yang digunakan adalah dari jenis Zoysia Matrella (Linn) Merr yakni rumput kelas satu standar FIFA.

Stadion ini dilengkapi dengan lapangan sepakbola, atletik, kantor, sirkulasi, tribun atap full keliling, servis, e-board, scoring board dan kursinya tahan api dengan kursi merk Ferco. Karena standard FIFA itulah jumlah kursi penonton hanya 38.000 orang. Kalau tanpa kursi sebenarnya bisa menampung 72.000 orang.

2. Stadion Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat diambil dari nama Pahlawam Otto Iskandardinata. Stadion ini berada di di desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Pengelolaan stadion ini oleh Pemerintah Kabupaten Bandung dan dijadikan homebase Persikab Bandung, yang merupakan wakil Kabupaten Bandung. Persib juga sering menggunakan stadion ini.

Stadion ini dibangun mulai Januari 2003 pada saat zaman Bupati Obar Sobarna dan diresmikan pada hari jadi Kabupaten Bandung ke 364, tanggal 26 April 2005 oleh Agum Gumelar yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat.

Fasilitas yang tersedia antara lain:

Lapangan sepak bola sebagai arena utama, dengan rumput jenis zoyzia matrella lin mer yang bisa meminimalkan cedera pemain bola.
Lampu untuk lapangan berkekuatan 1.000 lux yang memungkinkan dilaksanakannya pertandingan malam.
Papan skor (scoring board) elektronik.
Lintasan (track) untuk atletik dengan ukuran standar sebanyak 8 lintasan.
Tribun penonton yang mampu menampung 27.000 – 40.000 penonton.
Fasilitas komersial.
Fasilitas penunjang lainnya seperti toilet, kantin, ruang ganti pemain, ruang wasit, dan lain-lain.
Luas bangunan stadion adalah sebagai berikut:

Bangunan 28.177 m²
Lapangan sepak bola 7.500 m²
Lansekap 13.000 m²

3. Stadion Galuh Ciamis

Foto-Stadion-Galuh-CiamisPenamaan Stadion Galuh Ciamis rupanya merupakan nostalgia masyarakat Ciamis kepada kejayaan raja Galuh. Sepertinya, masyarakat Ciamis ingin mempertahankan identitas mereka sendiri yang telah terpaksa diubah namanya. Penamaan sesuatu dengan nama “Galuh” dapat dikatakan sebagai bentuk perlawanan masyarakat Ciamis atas hak identitas mereka.

Stadion Galuh Ciamis bertaraf international dengan memiliki kapasitas penonton 16 ribu orang. Sebenarnya stadion Galuh Ciamis beberapa kali mengalami renovasi. Tak tanggungtanggung, anggaran sebesar Rp20 miliar lebih dihabiskan untuk memperbaharui Stadion Galuh. Renovasi dilakukan sejak sejak 2010 hingga sekarang. Secara bertahap dan akhirnya rampung pada tahun 2015.

Menteri Pemuda Olahraha pernah terkagum-kagum dengan kondisi lapangan Stadion Galuh. Imam Nahrowi ketika itu tak menyangka di kota kecil seperti Ciamis ada stadion olahraga yang megah. Stadion Galuh Ciamis juga kerap dijadikan pertandingan penting ISL dan ISC seri B. Stadion Ciamis dijadikan home base PSGC Ciamis.

pakansari bogor

4. Stadion Pakansari Bogor

Tak bisa dipungkiri Stadion Pakansari Cibinong Bogor menjadi primadona baru di dunia sepak bola Indonesia. Stadion ini menjadi salah satu dari stadion megah di Jawa Barat. Dan kini jadi menjadi rebutan untuk menggelar laga kandang beberapa klub besar Indonesia.

Pembangunan Pakansari sendiri memakai dana sebesar Rp 282 miliar yang berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Jabar Rp 100 miliar dan APBD Pemerintah Kabupaten Bogor Rp50 miliar. Sisainya dari bantuan APBN secara bertahap.

Stadion Pakansari diperebutkan tiga tim besar. PS TNI, Persib Bandung dan Persija Jakarta. Klub tersebut ingin menjadikan home base

Persija memilih Pakansari karena alasan jarak yang dekat dengan Jakarta. Macan Kemayoran hingga detik ini tidak mempunyai kandang tetap setelah kehilangan stadion di kawasan Menteng 10 tahun lalu dan digusurnya Stadion Lebak Bulus.

Fasilitas di Pakansari juga sangat menunjang untuk klub-klub profesional Indonesia bermarkas di Pakansari. Rumput yang halus jadi primadona bagi tim manapun yang bermain di stadion ini.

Akses ke stadion pun tidak begitu sulit. Perjalanan lewat Jalan Raya Bogor atau pun jalan tol Sentul bisa ditempuh oleh penonton jika ingin menyaksikan pertandingan di Stadion Pakansari. Inilah yang menjadi pertimbangan klub seperti Persija ingin berkandang sementara di Stadion Pakansari.

Stadion Pakansari sendiri menjadi sarana olahraga yang pas bagi warga Kabupaten Bogor. Area olahraga seperti jogging tersedia sebagai fasilitas penunjang stadion. Selain itu, domisili Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor membuat stadion megah tersebut otomatis sebagai kandang dari Persikabo Kabupaten Bogor.

Persikabo yang sebelumnya menempati Stadion Persikabo di Jalan Pemda Bogor kini diproyeksikan menjadi penghuni stadion yang dibangun pada tahun 2012 itu. Dalam pertandingan PS TNI, beberapa pendukung Persikabo sebagai tuan rumah pun hadir menemani dua pendukung, yakni PS TNI dan The Macz Man.

Megahnya Stadion Pakansari menjadi warisan fasilitas olahraga Indonesia. Tidak banyak stadion di Indonesia yang memiliki akses, fasilitas dan sarana yang cukup lengkap seperti stadion-stadion berstandar internasional.

5. Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi

Stadion ini memang stadion multi-fungsi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Stadion ini lebih sering digunakan dalam pertandingan sepak bola. Stadion dibangun pada tahun 1980 untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat IV Tahun 1984.[1] Pada tahun 2012, stadion ini direnovasi menjadi stadion bertaraf internasional yang berkapasitas 30,000 dan diresmikan pada 11 Maret 2014.[2] Stadion ini adalah kandang dari Persipasi Bekasi.

Setelah direnovasi dari tahun 2012, akhirnya stadion diresmikan oleh Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi, Rahmat Efendi dan Ahmad Syaikhu pada tanggal 11 Maret 2014 bertepatan dengan HUT kota Bekasi. Pada tanggal 15 Maret 2014, Pemerintah kota Bekasi menggelar acara pembukaan stadion dengan menghadirkan band D’Masiv, Tipe-X, The Neno dan Ariel Noah.[4] Dihari itu juga dilakukan pertandingan uji coba antara Persipasi Bekasi melawan Persija Jakarta, dengan skor akhir 2-0 untuk tim tamu.
6. Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi160312130154-beda-dengan-gbla-ini-dia-megahnya-stadion-wibawa-bukti-bekasi

Stadion Wibawa Mukti dijajal dalam PON XIX lalu. Venue megah yang berdiri di atas lahan 20 hektare ini memang baru selesai menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON). Lokasinya berada di Desa Kertajaya, Kecamatan Cikarang Timur. Pembangunan Stadion ini mencapai hampir Rp 500 miliar. Awalnya nama stadion ini adalah Stadion Jababeka.

Kemegahan sangat terasa begitu masuk pelataran parkir dalam stadion, kontruksi bangunan stadion sudah terlihat megah. Sekilas mirip Old Trafford, stadion kebanggaan Manchester United. Tapi kapasitasnya tentu saja masih kalah, karena wibawa Mukti kapasitasnya hanya 40 ribu penonton.

Dibandingkan dengan Stadion Patriot yang juga berada di Bekasi, Wibawa Mukti kapasitasnya dua kali lipat. Selain lapangan sepak bola dan tribun penonton yang megah, fasilitas lainnya ‎ yakni terdapat 8 jalur atletik, drainase dan penerangan. Selain itu papan skor dibuat dengan elektrik. Toilet, ruang ganti pemain, ruang konferensi pers, ruang wasit, didesain dengan lebih modern. Seperti pengamatan di ruang ganti. Tempat duduk didesain dengan semi minimalis dan menempel di empat sisi ruangan. Diatasnya terdapat loker untuk pakaian dan perlegkapan pemain lainnya.

Untuk masuk ke lapangan, tim masuk melalui pintu utama dan jalur itu terpisah dari jalur penonton. Para penonton memasuki area tribun dari tangga luar yang menghubungkan ke tribun satu dengan lainnya. Stadion memiliki 4 tribun dengan 2 arch (Pelengkung,red) di Utara dan Selatan. Tribun Barat dan Timur mempunyai kapasitas 18 ribu orang sedangkan, Utara dan Selatan untuk 30 orang.

Berbicara soal kualitas lapangannya, didesain dengan standar internasional. Permukaan lapangan lebih tinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Lapangan dibangun dengan sistem drainasi terbaik dan memiliki dua lapisan yakni lapisan pertama rumput dan lapisan kedua berupa koral, batu dan pasir. Fungsinya untuk filter atau penyaring. (yul)

 

sumber: wikipedia

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here