Ditahan Imbang PSPS, Peluang PSGC Lolos 8 Besar ISCB Berat

0
BERBAGI
trb

CIAMIS-PSGC Ciamis ditahan imbang 2-2 atas tamunya PSPS Riau di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (5/11) sore. Hasil imbang ini membuat peluang Laskar Ciung Wanara sulit lolos ke delapan besa ISC-B. Sebenarnya PSGC sempat memimpin laga pada babak pertama dengan skor 2-0. Rupanya pada babak kedua pemain kelelahan karena keasyikan menyerang, PSPS Riau berhasil menyamakan kedudukan 2-2 Sebenarnya banyak peluang PSGC, tapi tak berhasil dikonversi menjadi gol.

Sejak peluit babak pertama ditiup, PSGC tampil menyerang. Gol cepat terjadi pada menit ke-10 setelah Andi Dwi Kurniawan menyambar bola sundulan Rosian yang membentur tiang gol. Tendangan keras Andi tak bisa ditangkap kiper PSPS Susanto.Meski berhasil menyarangkan satu gol, PSGC tetap nyerang. Nah, pada menit ke-18 PSGC berpeluang menambah gol setelah Wasit Yasin menunjuk titik putih karena pemani belakang PSPS memegang bola di kotak penalti. Sayang Anggo Julian gagal mengeksekusinya. Penonton pun kecewa. Baru pada menit akhir babak pertama striker PSGC Joko Sasongko sukses melakukan flecing, mengecoh pemain belakang PSPS, M Alif dan gol. Penonton pun bergemuruh dan Joko selebrasi dengan membuka baju.

Babak kedua giliran PSPS Riau yang bangkit. Strategi serangan disusun dari gelandang kanan dan kiri. Pada babak kedua.
Tim tuan rumah memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 setelah kapten PSPS, Ifrawadi berhasil mengecoh pemain belakang PSGC dan melesakan tendangan kuat bola tak bisa ditangkap kipper PSGC, Ghoni Yanuar Gitoyo dan gol skor 2-1.

Kemenangan sebenarnya sudah didepan mata, kalau para pemain PSGC tak lengah, di masa injury time atau menit ke-89, pemain tengah PSPS M Fahri berhasil melakukan tendangan shoot on target dari luar kotak penalty. Tendangan jarak jauh M Fahri menusuk ke kiri gawang PSGC. Kiper PSGC tak bisa menangkap bola dan gol, Peluit panjang tanda akhir pertandingan ditiup PSGC kecewa kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja. Beberapa pemain tampak kecewa. Ada yang menjatuhkan diri. Sebab langkah menuju tiket delapan besar terasa berat.

Manajer tim Herdiat Sunarya mencoba menenangkan tim, dia memberi semangat hasil draw (2-2) masih membuka peluang karena ada satu pertangingan lagi menghadapi PSIS. “Pemain sudah allout, itulah sepakbola,” katanya. Peluang masih ada asal menang minimal 1-0 pada laga tandang melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang Sabtu (12/11).

“Ke-4 tim dalam Grup D, semuanya berpeluang lolos ke babak 8 besar. Semuanya tergantung hasil pertandingan terakhir Sabtu (12/11). PSGC lawan PSIS di Semarang, PSPS menjamu Persikap Pasuruan di Pekanbaru, waktu dan jam pertandingan bersamaan,” ujar Herdiat. Sementara itu pelatih PSPS, Philip Hansen Maramis mengakui dengah hasil draw 2-2, peluang PSPS lolos ke babak 8 besar terbuka lebar. (yey)

LEAVE A REPLY