Cerita Kampung Luar Batang Ahok dan Ustadz Bachtiar Nasir

0
BERBAGI

JAKARTA, Jepe.cm: Masa kecil Ustadz Bachtiar Nasir atau yang dikenal dengan sebutan UBN ternyata dihabiskan di Kampung Luar Batang Jakarta.

UBN kecil senang bermain bola dan mencari ikan. Dari darahnya mengalirurunan keturunan bugis yang pelaut itu. Memang kawasan ini banyak keturunan Bugis.
“Saya dulu tinggal di Luar Batang V. Saya lahir 26 Juni 1967 yang lalu di kampung ii. Kini usia saya sudah 50 tahun. Orang tua memang tidak lahir di Luar Batang, tapi sudah puluhan tahun menetap di sini. Bahkan punya surat-surat tanah di kampung ini,” kisah UBN seperti dikutip Islampos di komplek Masjid Luar Batang.

Dahulu, kata Ustadz Bachtiar Nasir, Masjid Luar Batang tempatnya bermain, terutama di empang bagian belakang. Saat itu, pasirnya pun masih putih. Di kampung Luar Batang ini, tempat ia mencari kerang besar, ikan dan udang. Seperti lagunya Koes Plus, orang bilang tanah kita tanah surga, ikan dan jala mennghampiri dirimu.

“Dulu, di kampung ini pula, tempat saya bermain bola dan jualan air asin. Saat itu ada taman bermain. Begitu juga Muara Karang, tempat saya bermian motor cross,” ujar UBN seraya tersenyum.

Kampung luar Batang memiliki sejarah panjang perjuangan Islam di Jakarta. Dengan demikian, kata UBN, Gubernur DKI Jakarta Ahok jangan terlalu berambisi menjadikan Ibu Kota Jakarta seperti Singapura atau negara reklamasi lainnya. Sebab, khusus kawasan Luar Batang banyak yang harus dipertimbangkan.

Boleh jadi Ustadz UBN adalah yang paling keras menentang Ahok karena terkena dampak langsung, atau korban penggusuran Ahok. Anggta DPD RI yang juga berdarah Bugis AM Fatwa menegaskan, warga Kampung Luar Batang termarjinalkan oleh Ahok. Dia mengatakan Ahok harus berkaca pada peristiwa kerusuhan di makam Mbah Priok, Cilincing, Jakarta Utara.(idn)

sumber:islampos

LEAVE A REPLY