Donald Trump Mengeluh Merasa Diperlakukan tak Adil

0
BERBAGI

AMERIKA, JEPE.COM: Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mulai gerah menysul aksi demo yang terus menerus. Dia mengeluh  diperlakukan tak adil menyusul serangkaian aksi protes di penjuru AS yang menolak kemenangannya. Trump malah menyalahkan media mainstream yang  memicu gelombang aksi unjuk rasa di Amerika.

Memang aksi protes merebak setidaknya di tujuh negara bagian di AS sejak Rabu (9/11), hanya sehari setelah pilpres digelar dan Trump dinyatakan sebagai pemenang. Demonstrasi terbesar terjadi di California, diikuti oleh 1.500 pelajar dan guru. Demonstrasi di Trump Tower, New York, bahkan berlanjut hingga hari kedua, Kamis (10/11). Melihat aksi demo itu Trump mengaku sangat gerah.

Dia menanggapi serangkaan protes tersebut melalui akun Twitter-nya. “Baru saja memenangi pilpres yang terbuka dan sukses. Sekarang harus menghadapi demonstran profesional, yang dihasut oleh media arus utama. Sangat tidak adil,” ujarnya dalam twitter yang ditulis amis (10/11).
Seperti diberitakan ribuan orang turun ke jalan di Miami, Atlanta, Philadelphia, New York, San Francisco, dan Portland, Oregon, menyuarakan kemarahan mereka terhadap Trump yang kerap menyampaikan retorika kampanye yang sangat keras menyangkut imigran, muslim, dan perempuan.

Di pusat kota Portland, demonstran memblokade lalu lintas dan melempari polisi. Sedangkan ratusan demonstran di Los Angeles memblokir jalan seraya meneriakkan yel-yel “Kami menolak presiden terpilih” dan “Jalan siapa ini? Jalan kita”.

Kemudian di pusat kota Miami, ribuan aktivis berunjuk rasa dengan memblokir jalan tol sehingga memacetkan lalu lintas dari kedua arah.

Di New York, demonstran berkumpul di Washington Square Park dan sekitar Trump Tower di mana presiden terpilih dari Republik itu tinggal di Fifth Avenue.

Trump yang awalnya menuduh demonstran dihasut oleh media, berbalik memuji demonstran hari ini.

“Suka pada fakta bahwa kelompok kecil demonstran malam tadi punya gairah untuk bangsa besar kita. Kita semua akan bersatu padu dan bangga,” cuit Trump dalam Twitter.

Cuitan-cuitan Trump belakangan ini sangat berbeda dengan selama kampanye yang penuh kontroversi dan hasutan. Namun kini dia lebih lembut. Setelah Hillary Clinton mengakui kalah dua hari lalu, cuitan dan bahasa Trump menjadi melembut dan memesankan pesan rekonsiliatif dengan menyatakan dia adalah presiden untuk semua rakyat Amerika.

Para demonstran di berbagai kota menerikkan yel-yel “Tak boleh benci! Tak boleh takut! Imigran diterima di sini!”, sedangkan lainnya menerikkan “Makzulkan Trump”. Sementara itu selamat dan dukungan dari kelompok rasis pecinta supremasi kulit putih Ku Klux Klan (KKK) telah ditolak oleh Trump.

Sebagian besar pengunjukrasa di seluruh penjuru AS yang juga melanda daerah khusus ibu kota Washington, D.C., adalah anak-anak muda dan mahasiswa.

Sebuah kelompok demonstran yang menyebut diri “#NotMyPresident” akan menggelar demonstrasi anti-Trump pada 20 Januari di Washington ketika pengusaha asal New York itu dilantak menggantikan Presiden Barack Obama, demikian Reuters. (hyd)

LEAVE A REPLY