Ini Dia Lima ATM yang Bisa Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

BANDUNG-Bayar pajak kendaraan bermotor di wilayah Jawa Barat kini bisa di lima ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Ini dia lima ATM yang bisa bayar pajak itu adalah BCA, BNI, BRI, dan BJB bank Bank CIMB Niaga. Bank yang terakhir telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Gubernur Jabar Senin (14/11/2016).

Head of Digital Banking CIMB Niaga, Bambang Karsono mengatakan, peluncuran layanan terbaru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pengguna e-samsat Jabar guna memperoleh lebih banyak lagi pendapatan daerah.

“Ini juga sebagai wujud dukungan kami terhadap gerakan non tunai yang dicanangkan Bank Indonesia,” katanya.

Bambang menjelaskan, bagi wajib pajak yang akan melakukan pembayaran PKB melalui ATM CIMB Niaga, dapat masuk ke menu pembayaran lalu memilih fitur bayar PKB.

Selanjutnya, pembayar akan diminta memasukan dua digit (kode provinsi 32 untuk PKB Samsat Jabar dan masa berlaku kendaraan. Kemudian pilih nomor rekening debit lalu konfirmasi pembayaran PKB dan SWDKLLJ Samsat Jabar dan transaksi dinyatakan berhasil. Bukti transaksi pembayaran yang keluar dari mesin ATM merupakan bukti yang sah dan sama dengan bukti yang dikeluarkan oleh Samsat.
Kang Aher senang dengan banyaknya Bank yang ikut kerjasama akan makin memudahkan masyarakat sebagai wajib pajak dalam membayar PKB tahunan. “Jadi jika satu bank memiliki 10 ribu lokasi ATM maka maka sisanalah masyarakat punya kemudahan membayark pajak kendaraan,” ujar dia.

Sistem pembayaran pajak melalui ATM ini akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jabar dari sektor pajak kendaraan bermotor. hadirnya inovasi e-samsat yang sudah berjalan satu tahun ini PAD Jabar meningkat menjadi Rp393 miliar. Pemprov Jabar menurut Aher siap apabila ada bank sejenis yang akan menjalin kerjasama terkait e-samsat ini. Namun dengan syarat, seluruh ATM yang dimiliki oleh bank tersebut harus menyediakan menu untuk pembayaran PKB tanpa harus membuat ATM khusus.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Bambang Waskito mengatakan, layanan e-samsat dinilai berhasil menghilangkan praktek percaloan dan pungutan liar (pungli). Bambang menjelaskan, sesuai dengan implementasi program prioritas Kapolri mengenai layanan publik yang mudah diakses, cepat dan bebas calo maka e-samsat merupakan jawaban terhadap tuntutan masyarakat akan pentingnya pelayanan yang mengadopsi sistem perbankan.

“Ini bisa menghindari praktek percaloan dan pungli karena e-samsat ini telah sesuai dengan program prioritas Kapolri mengenai layanan publik yang mudah diakses, cepat dan bebas calo berbasis IT,” jelas Kapolda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here