Jadi Tersangka Walikota Cimahi Tetap Bisa Kampanye

0
BERBAGI

CIMAHI-Meskipun sudah dinyatakan sebagai status tersangka oleh KPK, hak politik Wali Kota Cimahi non aktif Atty Suharty tak dicabut. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat Harminus Koto Atty tetap bisa ikut tahapan Pilwalkot Cimahi 2017.

“Kita harus memperlakukan adil, kalau belum ada keputusan hukum tetap, tahapan terus berjalan,” kata Harminus di Bandung, Sabtu (3/12/2016).

Menurut dia, proses Pilkada tetap berjalan secara profesional dan proporsional meski Atty sedang tengah berusan dengan KPK. Bahkan, belajar dari daerah lain, sekalipun itu di penjara, peserta Pilkada tetap mendapatkan hak dan kewajiban yang sama.
Atty terherat hukum dan diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan kasus suap Rp500 juta daloam proyek pembangunan tahap dua Pasar Atas Baru Cimahi yang juga menjerat suaminya Itoch Tohija.

“Tahapan kampanye kampanye untuk Atty akan tetap dibuat. Begitupun ‘jatah’ kampanye Atty seluruhnya diserahkan kepada tim sukses bersangkutan,”{ tandasnya.

Penangkapan Atty dan Itich itu terjadi setelah tim KPK datang ke rumah mereka pada Kamis 1 Desember sekitar pukul 19:30 WIB. Setelah proses penggeledahan berlangsung 10 jam, tim KPK memutuskan membawa keduanya.

Tim KPK meninggalkan kediaman serta membawa Itoch Tohija dan Atty Suharty lengkap dengan beberapa berkas. Keduanya diduga menerima suap Rp500 juta.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan, dalam pemeriksaan para penyuap mengakui bahwa pemberian tersebut terkait proyek pembangunan tahap dua Pasar Atas Baru Cimahi.

Kedua pengusaha ingin menjadi kontraktor proyek pembangunan pasar yang nilai total proyeknya mencapai Rp57 miliar.

Atty dan Itoch disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (ewd)

LEAVE A REPLY