Berebut Dukungan Ulama di Pilkada Kota Tasik

0
BERBAGI
dukungan ulama

TASIK-Ada yang menarik di Pilkada Kota Tasikmalaya 2017, seperti Pilkada sebelumnya peran Ulama Tasik sangat kentara pada perhelatan Pilkada. Artinya dukungan ulama sangat berpengaruh pada kemenangan calon yang diusung. Maklum Tasik adalah kota santri banyak pesantren dan ulama memegang pengaruh dalam percaturan politik dan bermasyarakat.

Pada Pilkada 2017 terkesan ada rebutan pengaruh ulama, meskipun Pimpinan Pondok Pesantren Al­Amin Kawalu Kota Tasikmalaya KH Wawan Nawawi berharap agar posisi ulama atau ajengan benar­benar ditempatkan pada situasi yang tepat. Artinya tidak memihak, tapi buktinya tidak demikian. Ada sebagian ulama mendungg pasanganan H Dede Sudrajat dan dr Asep Hidayat (Dahsyat), tapi banyak juga yang mendukung pasangan Budi-Yusf dan Dicky Chandra-Deni Udeng Romdoni.

Ulama kubu Dahsyat menganggap Dede-Asep berpihak pada pengembangan kemaslahatan umat. Mendukung program berbasis umat termasuk pemberdayaan potensi zakat. Para ulama menilai pembangunan bukanlah sekedar fisik namun spiritual. Bagusnya, pembangunan jalan dan infrastruktur tidak berarti jika tidak dibarengi dengan ketaqwaan warganya.

“Kemajuan bukanlah sekadar fisik. Tetapi harus adaketakwaan kepada Alloh SWT. Kemajuan ekonomi harus meningkat namun bukan untuk masyarakat tertentu, tetapi harus dari level terbawah. Jangan sampai kemiskinan menjadi kekufuran,” ungkapnya.

H Aa, kakak kelas dari H Dede pada saat di Cipasung menyebutkan sosok Dede Sudrajat pantas untuk memimpin Kota Tasikmalaya. Selain pribadi yang nyantri juga sosok humoris yang cocok menjadi pilihan. “Buat warga Kota Tasikmalaya Pak Dede adalah sosok yang bisa memimpin, tidak akan salah pilih. Mungkin tidak akan rugi jika

Sebaliknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama para ulamanya yang mendukung pasangan calon H Budi Budiman­H Muhamad Yusuf di Pilkada 2017 menyebutkan Budi sudah berbuat untuk umat. Oleh karena itu banyak ulama yang mendukung pasangan Budi-Yusuf.

Surat pernyataan dari ulama PKB tersebut berisi kesiapan berikhtiar mempejuangkan pasangan Budi­Yusuf menang di Pilkada 2017. ”Pertimbangan para ulama PKB all out mendukung Budi­Yusuf, karena sepakterjang keduanya sudah teruji dan terbukti,” ujar Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Tasikmalaya H Iman Suparman. Menurut dia, adanya surat pernyataan dukungan tersebut berasal dari keinginan para ulama PKB yang merasa memiliki pasangan Budi­Yusuf. ”Dengan membaca Allahu Akbar, mari
kita lanjutkan pembangunan di Kota Tasikmalaya,” paparnya.

Bakal Calon Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman mengaku dukungan para ulama di PKB ini merupakan amanah yang harus di emban dan diperjuangkan. Apalagi mereka menyatakan dukungan dengan cara tertulis dalam pernyataan sikap. “Ini menunjukan seluruh ulama yang berada di NU dan PKB satu suara (memenangkan
Budi­Yusuf, Red),” tuturnya.

Budi mengakui  peran ulama dalam membangun Kota Tasikmalaya sangat penting. Terutama untuk memperbaiki mental generasi muda. Karena ulama merupakan benteng suatu daerah. Maka dari itu, kedepan bantuan untuk lembaga keagamaan akan ditingkatkan secara optimal. “Sekarang memang sudah ada keberpihakan, hanya tinggal peningkatannya saja,” katanya. (hus)

LEAVE A REPLY