Duh…! Pusaka Galuh banyak yang Berkarat

0
BERBAGI
pusaka galuh

CIAMIS-Apa sih wisata Kabupaten Ciamis setelah Pangandaran lepas? Banyak potensi tapi belum dikembangkan. Salah satunya adalah wisata budaya. Ya Ciamis punya sejarah yang sangat unik, sejarah Kerajaan Galuh. Salah satu yang harus dilestarikan adalah Pusaka Galuh. Pusaka Galuh tersebar di rumah R Gantira Harjakusuma (alm) Jalan Ir H Juanda Ciamis

Di ruangan itu dijumpai sejumlah benda pusaka peninggalan para adipati leluhur Galuh. Ada keris, kujang, gobang, tumbak ditaruh rapi di lemari berdinding kaca.

Baca juga: Ciamis Harusnya jadi Kabupaten Galuh

Batu menhir berundak dan batu batu lainnya dari berbagai situs ditaruh di atas meja museum Pusaka Galuh. Sedangkan sejumlah gagang tombak, peralatan kesenian buhun berikut dua tengkorak kerbau rawa jantan dengan tanduk relatif panjang jadi penghias dinding ruangan museum.

Hanya jika selama ini museum Pusaka Galuh hanya dibuka sewaktu-waktu saja bisa dimaklumi karena luas ruangan relatif terbatas sehingga tidak muat menampung para pengunjung.

Ganefa Ivan Harjakusuma, pendiri musium Pusaka Galuh menuturkan, jumlah benda pusaka peninggalan para adipati leluhur Galuh ada sekitar 2500 buah.

Sebagian besar berasal dari keluarga dan kerabat ditambah dari masyarakat. Namun karena ruangan museum tidak muat menyimpan semua pusak, sehingga keris, kujang dan jenis lainnya yang berukuran besar untuk sementara ini disimpan di rumah.

“Hanya benda pusaka peninggalan RAA Koesoemadiningrat dan RAA Koesoemasoebrata tidak disimpan disini karena dirawat oleh keluarganya,” ujarnya.

Untuk melestarikan benda pusaka itu Bupati Ciamis H Iing Syam Arifien akan menjadikan Kirab Pusaka Galuh sebagai kegiatan budaya khas yang akan digelar setiap tahun, bertepatan dengan Hari Jadi Ciamis. “Kirab Pusaka Galuh akan dijadikan sebagai agenda rutin kebudayaan. Moment yang sangat tepat di hari jadi,” kata Iing usai menerima Kirab Pusaka Galuh di Pendopo Ciamis, Minggu (18/12/2016).

Menurutnya, Kirab Pusaka Galuh mempunyai nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Sebagai cara mengenang beberapa peristiwa sejarah yang pernah terjadi di masa lampau. Hal itu disambut baik para kasepuhan dari kabuyutan yang ada di Kabupaten Ciamis.

Ketua Yayasan Kusumadiningrat, R. Hanif Radinal menyatakan, sudah lama kabuyutan ingin Kirab Pusaka Galuh menjadi aktivitas kebudayaan rutin.

“Kami meminta ke Pak Bupati supaya ini dijadikan satu kegiatan budaya yang digelar secara rutin bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Bupati meresponnya,” ungkap dia.

Kirab Pusaka Galuh baru pertama kali digelar, Minggu (18/12/2016). Arak-arakan perdana dimulai dari Situs Jambansari menuju Pendopo Ciamis dan kembali ke Jambansari dilanjutkan dengan ritual Jamasan atau kegiatan kegiatan mencuci benda pusaka agar tetap bagus. (idn)

LEAVE A REPLY