Pesantren Sirnarasa Tempat Bersihkan Diri di Kaki Gunung Sawal

0
BERBAGI

CIAMIS- Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS atau abah Gaos adalah pendiri Pesantren Sirnarasa di dusun Ciceuri desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Boleh jadi setelah KH Sohibul Wafa Tajul Artifin alias Abah Anom di Pondok Pesantren Suryalaya meninggal, Abah Gaos adalah penerusnya, Buktinya ribuan jamaah tarikat Naqsabandiyah Qadariyah berduyun-duyun ke Pesantren Sirnarasa.

Memang Sesepuh Pesantren Sirnarasa Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS merupakan mursyid Toriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah silsilah ke 38 dan penerus kemursidan Hadrotussyekh Ahmad Shoibul Wafa Taajul ‘Arifin (Abah Anom) QS. Setelah Ponpes Suryalaya Pesantren di kaki Gunung Syawal in jadi pusat kegitan tasawuf terbesar di Indonesia. Datang saja ke pesantren ini, pengajian bulanan atau Manaqib selalu dihadiri ribuan umat Islam khusunya jamaah Tariqat Naqsabandiyah dari berbagai pelosok Nusantara ke pesantren ini.

Bukan hanya jamaan yang datang ke pesantren ini, kehadiran berbagai kalangan ke Pesantren ini menunjukan pesantren ini memang jadi tempat untuk menyucikan jiwa dengan terafi khas Dzikir Dzahar dan Khofi. Sebab dengan ritual amaliyah dzikrulloh membuat jiwa jiwa akan tenang.

Dari Pesantren ini telah lahir simpul-simpul kepeloporan dan kerja nyata dengan hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Sirnarasa sebagai pusat kajian keilmuan khususnya sufisme dalam Islam. Pesantren Jagat Arasy sebagai pusat kajian dan penggemblengan tunas-tunas bangsa, di Tangerang. Dakwah budaya religi melalui wayang Ajen serta ribuan majlis manaqib yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Inspirasi, motivasi dan semangat kepeloporan adalah berkah serta karomah dari sesepuh Pesantren Sirnarasa Hadoroti Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Q.S’.

Abah Gaos adalah salah satu pewaris dan pelaku sejarah peradaban dunia yang telah menyadarkan umat manusia untuk kembali kepada Sunnah Rosul, tidak hanya dimulut tapi sudah Taslim (tunduk) pada ketentuan Sunnatulloh dan sunnah Rosul. (Aep Saepulloh/ NDNews)Pesantren Sirnarasa Menuju Peradaban Dunia (Bagian 3) : STID Sirnarasa Pusat Kajian Sufisme

Salah satu pusat kajian Keislaman khususnya Sufisme dalam Islam yakni lahirnya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Sirnarasa Ciamis. Sekolah Tinggi ini didirikan pada tahun 2013 lalu. Sejalan dengan semangat Pesantren, Visi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah ini adalah Terwujudnya Perguruan Tinggi Dakwah berbasis riset dalam membentuk manusia yang sempurna (insan kamil) melalui pendidikan, penelitian, pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai sufistik.

Program studi yang dibuka pada Sekolah Tinggi ini adalah, Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Walaupun kehadirannya sama seperti Sekolah Tinggi lainnya, namun STID memiliki kekhasan tersendiri, kurikulum yang digunakan diiintegrasikan dengan muatan Tashowuf dan penguatan pada program keahlian Broadcasting dan Psykoterapi.

Tak ayal, walaupun baru berdiri tiga tahun STID Sirnarasa menjadi tujuan study banding bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Kelebihan STID dibanding dengan perguruan Tinggi lainnya, karena memiliki laboratium ruang konseling. Yakni pondok Inabah, yang telah berhasil menyembuhkan ribuan pecandu Narkoba.

“Untuk mendukung program pendidikan Sarjana Prodi KPI dan Prodi BPI,  STID Sirnarasa menyediakan laboratorium broadcasting radio untuk prodi KPI dan laboratorium ruang konseling untuk prodi BPI” ” kata Suhud, M.Ag, Rektor STID. (ade)

LEAVE A REPLY