Sukamantri Pecahkan Rekor Bakul Nasi Terbanyak

0
BERBAGI

CIAMIS-Bisa dibayangkan bagaimana hebohnya kalau bakul nasi dikumpulkan dalam suatu acara. Ini terjadi di Kecamatan Sukamatri, Kabupaten Ciamis. Sebanyak 2,300 nasi bakul diarak dalam acara Maulid Nabis Muhammad SAW. Perhelatan budaya itu masuk Original Record Indonesia (ORI) dalam kategori nasi bakul terbanyak.

Ribuan nasi itu memang sengaja dikumpulkan oleh warga Sukamantri untuk memeriahkan acara muludan (maulid nabi). Sebenarnya acara tersebut agenda rutin tahunan, selain nyangku Panjalu. Perlu diketahui bahwa Kecamatan Sukamantri merupakan pemekaran dari Kecamatan Panjalu.

Penganugerahan ORI diberikan langsung President ORI, Agung Elvanto kepada Sekretaris Daerah Ciamis H Hediat dan Camat Sukamantri Heryanto Kades Sukamantri Ii Kuswara di Bale Desa Sukamantri serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. ORI akan mempublikasi Record tersebut sehingga Sukamntri jadi terkenal.

Camat Sukamanti Ii Kuswara mengatakan, acara tersebut memang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kecamatan Sukamantri, pengumpulan bakul nasi itu memang inisiatif warga yang kemudian dikordinir oleh panitia penyelenggara. Saat itu ada sekitar 2.300 masyarakat yang hadir. Setiap orang diberi jatah untuk membawa 2.300 nasi bakul.

“Kegiatan ini memang sebagai ajang silaturahmi warga dan untuk melestarikan budaya. Sebelumnya bebegig Sukamantri meraih penghargaan dari ORI. Bebegig memang sudah menjadi ikon Sukamatri dan mengharumkan Kabupaten Ciamis,” katanya.

Rangkaian kegiatan HUT Sukamantri memang meriah rangkaian acara sudah disiapkan ada pesta Klotokan dan festival nasi liwet di Bale Desa. Ribuan warga Sukamantru dan dari kecamatan Panjalu tumpah ruah menghadiri acara. Mereka bahu membahu untuk meramaiakan even tersebut. Ada juga acara pengajian yang mengupas tuntas tentang makna maulid Nabi Muhammad SAW.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis H Herdiat mendukung acara tersebut, bahkan dia berjanji akan menjadikan agenda tahunan untuk memajukan parawisata Ciamis. Sebab Ciamis sejak kehilangan Pangandaran harus kreatif. (des)

LEAVE A REPLY