Pekerja China itu Banyak yang Menjajakan Diri

0
BERBAGI
PSK China

JAKARTA– Ternyata bukan hoax atau gosip bahwa pekerja China masuk ke Indonesia. Selain bekerja di berbagai bidang. Pekerja China juga masuk ke Indonesia untuk menjajakan diri. Buktinya pihak imigrasi menangkap puluhan pekerja seks komersial (PSK) asal China menjelang malam tahun baru 2017. Tapi bukan PSK asal China saja ada beberapa PSK dari negara lain seperti PSK Maroko juga diciduk di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta.

Menurut pihak imigeasi, para PSK China ini masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan wisata. Ada pula yang overstay. Para PSK itu diamankan dari sejumlah wilayah di Indonesia seperti Batam, Medan, Bali, Bangka Belitung, Palembang, Bandung Surabaya dan Semarang. Yang memprihatinkan jumlahnya makin meningkat saja.

baca juga: 4 Keistimewaan PSK Maroko yang Mangkal di Puncak

“Memang benar jumlahnya terus meningkat bertambah. Kami kini terus mendata laporan di seluruh kantor Imigrasi, harus diwaspadai memang,” ujar Kabag Humas dan Umum Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Agung Sampurno seperti dikutip JawaPos.com, Minggu (1/1/2017).

Misalnya di Batam , para PSK asal China diduga datang sebagai wisatawan. Namun lama-lama mereka melanjutkan pekerjaanya sebagai PSK.
Meraka bekerja di klub malam dan tempat hiburan. Tarifnya memang sama dengan PSK lokal.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno, tak menafikan informasi itu. Bahkan menurutnya, peluang masuknya PSK asing memang menjadi terbuka lebar.Dia menduga, PSK asing yang disinyalir beroperasi di Batam bukan melalui Batam, tapi melalui daerah lain di Indonesia.

“Mereka tak masuk lewat Batam, melainkan melalui Jakarta. Visa ini yang masih kita selidiki,” ujar Teguh Prayitno, seperti diberitakan

Selain PSK asing, imigran asal Timur Tengah yang berada di Taman Aspirasi Batamcentre juga jadi pekerjaan rumah imigrasi.

Bagaimana tidak, selama empat bulan saja, mereka yang tinggal menetap di Taman Aspirasi jumlahnya terus bertambah. “Juni 2016 lalu masih 11 orang, sekarang sudah 103 orang. Kita terus awasi jumlahnya,” kata Teguh. (mek)

LEAVE A REPLY