Selalu Dikabarkan Meninggal, Ini Riwayat Penyakit BJ Habibie

0
BERBAGI
Riwayat Penyakit BJ Habibie

JAKARTA- Sudah dua kali BJ Habibie dikabarkan meninggal dunia. Pertama pada Selasa (1/11/2016), kabar Habibie meninggal beredar di media sosial (medsos) dan grup WhatsApp. Dan Rabu, 4 Januari 2017. Begini Riwayat penyakit BJ Habibie.

Apa motif penyebar berita hoax itu? dan bagiamana kondisi sebenarnya putera terbaik Indonesia tersebut?

Pihak keluarga melalui lembaga studi Habibie Center membantah kabar tersebut. Kondisi mantan Presiden RI ke 3 ini baik-baik saja. Habibie sedang berada di Jerman setelah merayakan perayaan tahun baru bersama anak dan cucu. Lucunya kabar meninggalnya BJ Habibie bermula ketika tetangga Habibie meninggal di kawasan Kota Kuningan Jakarta, Jadi yang meninggal itu adalah tetangganya.

Pihak keluarga BJ Habibie berharap neter tak menyebarkan berita bohong yang bisa menuai kehebohan. Terlebih jika kabar yang telah disebarluaskan ke neter lain tak mendapatkan konfirmasi langsung dari keluarga.

Kabar meninggalnya pria berusia 80 tahun ini mulai banyak dibahas neter di akun sosial media. Kabar tersebut mencuat setelah adanya perdaran pesan singkat secara berantai melalui grup chating.

Kenapa BJ Habibie Selalu Digosipkan Meninggal?

Usia BJ Habibie memang tak muda lagi, memasuki usia 82 tahun kondisi kesehaan BJ Habibie selalu ngedrop. Pernah dirawat di di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto pada awal September 2016. Saat itu kondisi kesehatannya menurun. Dikabarkan suhu tubuh Habibie di atas 40 derajat celcius.

Beberapa bulan sebelumnya atau pada Maret 2016, Habibie juga sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Saat itu ia menjalani perawatan untuk infeksi bakteri.Pria kelahiran 25 Juni 1936 ini juga pernah dilarang keluar rumah karena terserang influenza pada Agustus 2015.

Sebelumnya, pada Oktober 2014, ia juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Borromeus, Bandung, karena mengalami sesak napas dan kelelahan usai menghadiri acara pelantikan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Beberapa hari kemudian, Habibie sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat, sebelum dinyatakan pulih dan bisa dirawat jalan. Dan terakhir dirawat di Jerman.

Memang sejak ditinggal istri tercintanya Ainun, BJ Habibie sempat terkena Psikosomatik malignant. Setelah mendengar dari tim dokter bahwa ia menderita Psikosomatik malignant, Habibie pun memilih 4 opsi cara pengobatan. Pilihannya memang menyeramkan Seperti, harus masuk rumah sakit jiwa, tinggal di rumah dengan pengawasan dokter, mencurahkan isi hati ke orang terdekat atau dengan cara menyelesaikannya sendiri.

Habibie pun mengatakan, “Kalau ingin menjadi sehat, ada 4 option yang diberikan. Pertama, masuk rumah sakit Psikiatri atau rumah sakit gila. Kedua, saya tinggal di rumah ada tim dokter datang. Ketiga, saya curhat. Curhat kepada kawan-kawan ibu, dokter, atau kawan-kawan saya yang dokter, atau siapa saja. Keempat, saya selesaikan sendiri di mana saya curhat kepada jiwa dan diri saya sendiri. Saya tulis, saya ambil option keempat”.

Dengan gayanya yang santai, ia pun memberikan contoh bahwa apa yang akan ia jalani adalah dengan cara me-restart dirinya sendiri.”Kalau Anda punya laptop, dan laptop itu hang, apa yang dilakukan saudara?,” tanya Habibie.

“Restart.” jawab para wartawan.

Restart itulah yang dilakukan oleh Habibie. Habibie beranggapan bahwa sejatinya manusia terdiri dari dua elemen. Yaitu, perasaan dan rasio.

Jika kedua elemen itu bersinergi dengan baik maka akan menghasilkan hal yang baik pula untuk diri sendiri.

“Karena manusia terdiri dari dua elemen yang menetukan. Yang satu namanya perasaan atau emosi, yang satu namanya rasio atau akal. Kedua itu harus bersinergi. Bersinergi berarti satu tambah satu bukan dua.

Tapi, satu tambah satu menjadi dua ratus atau dua ribu. Tapi, kalau tidak hati-hati, satu tambah satu bisa menjadi minus dua ratus, minus dua ribu, dan itu sinergi negatif,” Habibie menjelaskan.

Pada saat Habibie terkena Psikosomatik malignant, dirinya sedang menuju kepada sinergi negatif. Yang mana dalam hal ini organ-organnya dirugikan, rusak. Akibat dari itu, tiga bulan kemudian akan mengikuti jejak istrinya, Ainun.

Makanya itu, Habibie harus segera keluar dari situasi tidak mengenakkan itu dengan cara me-restart dirinya.

Ditanya bagaimana cara me-restartnya, Habibie menjawab,

“Restart pada waktu pertama kalinya saya ketemu ibu, bukan pertama kali saya kenal. Saya kenal ibu, beliau umur 12 saya umur 13. Karena ibu saya dan ibunya Ibu Ainun kawan. Tetapi, pertama kali saya melihat beliau adalah pertama kali saya berlibur dari Eropa.

Usianya 24 tahun dan saya 25 tahun. Saya melihat pertama kali dan berpandang mata saya merasakan perasaan yang tidak pernah saya rasakan. Saya rasa demikian ibu juga.

Nah, di situ saya mulai Back to date, karena itu saya tulis semua. Ternyata saya bisa sehat . Sudah 3 tahun. Lumayan, kan? Hari ini persisnya 960 hari ibu sudah berpisah dengan saya. (ide)

source: liputan6.com

LEAVE A REPLY