FPI Jabar Bakal Kawal Pemeriksaan Habib Rizieq Sihab

0
BERBAGI
habib rizieq sihab

BANDUNG-DPD Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat menginstruksikan kepada anggotanya untuk mengawal pemanggilan imam besar FPI Habib Rizieq Sihab oleh Polda Jawa Barat Kamis (12/1/2017).

Instruksi tersebut disampaikan langsung imam besar FPI Jawa Barat KH Ma’sum Hasan. Dia menyerukan kepada seluruh jamaah FPI se-Jabar untuk datang langsung ke Polda Jabar. Sebelum ke Mapolda Jawa Barat di Jalan Soekarno Hatta Gedebage Bandung, segenap sayap FPI berkumpul dulu di Markas FPI Kota Bandung Jalan Gedebage no 79.

Intruksi tersebut ditandatangani Imam DPD FPI JABAR KH.Ma’sum Hasan Ketua DPD FPI JABAR KH.Abdul Qohar Lc.Ketua SYURO DPD FPI JABAR KH.Ahmad Nahrowi PANGDA LPI JABARUst.Ronni Fatahillah

KH Masum yang juga pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah Cikole, Ciamis ini juga akan mengerahkan santrinya dari Ciamis untuk mendukung dan mengawal Habib Rizieq Shihab. Kenapa harus dikawal? menurut Maksum ini untuk keadilan dan transparansi agar pemeriksaan berlangsung fair.

baca juga: Profil KH Ma’sum Hasan, Ulama Pemberani dari Tatar Galuh

Sementara itu Habib Rizieq Shihab mengatakan siap memenuhi panggilan kedua dari penyidik Polda Jawa Barat. Tapi dengan syarat kondisi kesehatannya memungkinkan.

“Ya kita lihat, kalau sehat datang tapi kalau sakit? Ya tidak datang. Kalau sehat datang, kalau sakit tidak datang, kalau tidak ada halangan datang, kalau ada halangan tidak datang. Kan kita tidak bisa bilang, pasti datang. Tidak boleh,” ujar Rizieq seperti dikutip okezone.com di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Habib Rizieq dipanggil untuk diperiksa terkait dugaan pelecehan terhadap pancasila dan lambang negara. Sebelumnya Habib Rizieq mangkir pada panggilan pertama 5 Januari 2017 dengan alasan sakit. Penyidik pun rencananya kembali akan kembali dipanggil penyidik Polda Jawa Barat.

Rencanannya ulama yang mengklaim Imam Besar umat Islam itu akan dipanggil lagi untuk menjalani pemeriksaan pengembangan kasus penistaan simbol negara Pancasila. Yusri menjelaskan, pihaknya berharap Habib Rizieq kooperatif dengan rencana pemanggilan tersebut.

“Layangkan panggilan kedua besok, diharapkan untuk bisa secara kooperatif diperiksa,” katanya.

Mengenai kasus penistaan budaya dengan memplesetkan Sampurasun menjadi campuracun, lanjut Yusri, penyidik masih mempelajari.

“Adanya laporan tentang masyarakat Sunda yang merasa di Purwakarta ada satu kata ‘Sampurasun’ yang sudah dilaporkan dan masih dipelajari masalahnya,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya masyarakat yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menggeruduk Mapolda Jawa Barat. Mereka berunjuk rasa meminta kasus penistaan budaya oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq segera dituntaskan.

Habib Rizieq diduga mempelintir kata ‘Sampurasun’ menjadi ‘Campuracun’ saat berceramah di Kabupaten Purwakarta pada 13 November 2015. Mereka memandang kasus yang dilaporkan ke Polda Jawa Barat pada 21 Desember 2015 itu mengendap tanpa kejelasan status hukum. (ida/edi)

LEAVE A REPLY