PSGC Ciamis Harus Rekrut Pemain Muda

0
BERBAGI

CIAMIS- PSGC Ciamis harus berani berubah jika ingin lolos ke Liga Indonesia. Salah satu perubahan itu adalah mengganti pemain tua dengan pemain muda yang fresh. Usia pemain maksimal 25 tahun sedangkan yang lebih dari 25 tahun dibatasi hanya lima orang.

“Harus berani memainkan pemain muda. Regulasi ini memang sudah terlambat di PSGC tapi tidak ada kata terlambat kalau ingin berprestasi,” kata Ketua KONI Ciamis Yasmin Sambas di Kantor KONI Ciamis, Rabu (11/1/2017).
Agar PSGC Ciamis naik grade, kata mantan Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Ciamis ini, manajemen PSGC harus berani melakukan terobosan-terobosan. Salah satunya memilih pelatih yang profesional. Pemilihan pelatih yang tepat akan menghasilkan prestasi untuk mengharumkan nama Kabupaten Ciamis di kancah persepakbolaan nasional.

“Pokoknya manajemen harus benar-benar serius dalam merekrut pemain dan memilih pelatih. Pemain itu harus yang mainnya bagus, tak peduli dia orang Ciamis atau luar Ciamis. Sebab klub yang masuk divisi Utama adalah klub profesional, persaingannya pun sangat ketat,” jelas Yasmin.

Manajemen juga harus berkaca dari kegagalan dari ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B lalu. Di mana saat itu terjadi pergantian pelatih di saat-saat genting persiapan menuju ISC B tahun lalu.

“Pokoknya PSGC Ciamis harus belajar dari pengalaman, untuk menyambut kompetisi Divisi Utama mendatang segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang, dari mulai pemilihan pelatih hingga perekrutan pemain,” kata Yasmin.

Sementara itu Manajer PSGC Ciamis Herdiat mengatakan, persiapan tim untuk menghadapi Divisi Utama 2017 sedang dilakukan. Pelatih yang akan menukangi PSGC adalah yang profesional dan mengantongi lisensi dari FIFA. Tapi PSGC juga ingin meminta PSSI agar memperbolehkan tim yang berkompetisi merekrut pemain asing.

Herdiat mengaku, pihaknya akan meminta kepada PSSI agar klub yang berkompetisi di Divisi Utama diperbolehkan merekrut pemain asing.

Menurutnya, kehadiran pemain asing dapat menciptakan atmosfir persaingan secara sehat dalam internal tim dan lebih memotifasi para pemain lokal untuk meningkatkan kualitas permainanya.

“Selain itu, keberadaan pemain asing dapat meningkatkan mutu kualitas pertandingan di setiap laga yang digelar dalam kompetisi DU, ya intinya lebih meriah,” katanya, Selasa (3/1/2017).

Herdiat mengakui keberadaan pemain asing jadi daya taruk penonton. Biasanya keberadaan pemain asing akan mempengaruhi penonton dalam laga yang dimainkan. Sebaliknya sejak pemain asing dilarang bermain di Divisi Utama jumlah penonton berkurang. (dem)

LEAVE A REPLY