Rumput Sudah Mantap, Persib vs Thailand di GBLA

0
BERBAGI

BANDUNG: Laga persahabatan Persib vs Thailand bakal jadi laga pertama di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) setelah rumput di Stadion terbesar di Jabar ini selesai dalam pemeliharaan. Rumput GBLA seluas 2.500 m2 dari 10.000 m2 diperbaiki pascapembukaan PON XIX/2016. Total biaya perbaikan sebesar Rp400 juta. Februari 2017 rumput sudah bagus.

Penanggung jawab tim penanganan rumput GBLA, Harry Gunawan menjamin pertengahan Februari rumput GBLA sudah normal kembali. Hingga awal Januari 2017 rumput yang diperbaiki sudah 90 persen jadi tinggal 10 persen lagi yang belum tumbuh sempurna.

“Sampai saat ini pemeliharaan fisiknya sudah rampung. Rumputnya tinggal nunggu tumbuh , ya akhir Februari sudah bisa digunakan, rumputnya sudah bagus kok” kata Harry, Rabu (11/1/2017).

Hary tahu bahwa stadion GBLA akan dipakai dalam laga persahabatan kontra Thailand. Makanya pekerjaan akan dipercepat.

“Bagus kalau mau digunakan untuk laga persahabat, jadi kami sangat bersemangat mendapat kabar itu dan terus melakukan pemeliharaan dengan baik agar saat digunakan kualitas rumput dalam kondisi maksimal,” ujarnya.

Harry menjelaskan, rumput hanya diregenerasi, kondisi rumput yang lama kita bangkitkan lagi. Yang mati direplace, rumput liar yang tidak inginkan kita bongkar.

Harry menambahkan, selama satu bulan ini pihaknya memaksimalkan perawatan lapangan agar layak pakai. Selain itu, jika akan ada kunjungan atau pemantauan lapangan dari PT Liga Indonesia terkait homebase Persib, lapangan GBLA tersebut layak digunakan.

“Jadi pas penyelenggara ISL kunjungan ke GBLA jadi homebase (Persib) itu bisa digunakan,” ujar dia.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, menyusul selesainya perbaikan rumput maka pihaknya akan segera menyiapkan dokumen untuk serah terima pengelolaan kembali kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung.

” Selain itu, saya juga perlu meninjau langsung ke lapangan bagaimana kondisi terkini rumput GBLA. Kemudian saya juga menekankan kepada tim penanganan agar pemeliharaan bisa dilakukan secara optimal,” ujar dia.

Kendati demikian, pihaknya juga perlu melakukan semacam pisah batas pertanggungjawaban antara PB PON dengan pihak pemilik stadion, dalam hal ini Pemkot Bandung, dengan menugaskan Kabid upacara PB PON untuk melakukan serah terima kondisi rumput terhadap Pemerintah Kota Bandung.

“Saat serah terima nanti saya juga akan hadir. Kami sebagai pihak dari PON bertanggungjawab atas GBLA ,” kata Iwa.

Maka dengan diakhiri dengan serah terima pengelolaan, tugas PON sudah selesai dan pengelolaan GBLA kembali lagi kepada Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.

(ijm)

LEAVE A REPLY