Inilah Profil KH Ma’sum Hasan Imam Besar FPI Jawa Barat

KH Ma'sum Hasan
KH Ma'sum Hasan paling kanan bersama santrinya.

CIAMIS-Imam Besar Front Pembela Islam Jawa Barat KH Ma’Sum Hasan adalah sosok pemberani. Dia adalah ulama dari Ciamis. Sebelumnya ajengan Ma’sum adalah Ketua DPC FPI Kabupaten Ciamis. Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah Cikole, Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis ini dikenal istiqomah menegakan amal makruf nahyi munkar di Tatar Galuh.

Sebenarnya keistiqomahan KH Ma’sum Hasan itu mewarisi KH Abdurrahman Syadzili (almarhum) pendiri Ponpes Miftahul Huda Utsmaniyah. Semasa hidupnya ajengan Oman begitu dia disapa dikenal berani menentang pemerintah orde baru.

Saat rezim orde baru, KH Oman beda halauan politik, jika sebagian besar para ajengan Ciamis memilih afiliasi politik dengan Golkar, tapi KH Oman adalah ulama PPP. Saat itu memang ajengan yang bukan Golkar akan disorot. Ruang geraknya selalu diawasi. Bahkan pernah suatu hari lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Pesantren dimatikan. Usut punya usut Camat Cihaurbeuti saat itu memrintahkan agar PJU dimatikan karena ajengan Oman tak mau masuk PPP.

Sepeninggal Ajengan Oman, ciri khas Ponpes Miftahul Huda Ustamiyah tidak berubah, tegas menegakan amar makruf nahyi munkar dan tak mau kompromi dengan pemerintah jika aturan pemerintah itu dinilai melanggar aturan. Ponpes ini juga tak masuk jajaran pesantren yang sering menerima bantuan APBD.Mungkin karena lantang menyerukan amar makruf nahyi munkar.

Misi dan visi ajengan Oman kemudian dilanjutkan oleh KH Ma’sum Hasan, dia adalah mantu ajengan Oman. Estafet kepemimpinan Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah sangat cocok jika dilanjutkan oleh KH Ma’sum. Meskipun ajengan Oman sendiri punya putra laki-laki untuk meneruskan kepemimpinan pesantren. Di bawah kepemimpinan KH Ma’sum, Ponpes Miftahul Huda Ustmaniyah makin berkembang. Bahkan jumlah santrinya bertambah. Begitu juga tradisi pengajian bulanan atau pasaran pesertanya makin banyak.

Kegiatan tahunan yaitu kuliah kilat atau yang lebih dikenal dengan sebutan pasaran itu adalah ngaji kitab kuning seperti kitab Fatul Mu’in 4 Juz dan Fathul Qorib/Bajuri 2 juz. Keduanya merupakan kitab fiqh klasik. Sampai saat ini pesantren kilat ini sudah masuk periode 48 tahun. Kegiatan pesantren kilat ini dilaksanakan pada bulan yaitu Rajab dan Rowah. Pesertanya adalah santri dari berbagai penjuru nusantara.

Dibuka untuk umum, tidak dibatasi status maupun usia. Baik untuk santri yang menetap ataupun para pendatang atau mufasirin. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan dua bulan pada setiap tahunnya. Selama kurang lebih enam puluh hari para peserta yang terdiri dari mukimin-mukimat serta mufasirin/mufasirat itu akan bersama-sama mengkaji dua kitab tersebut.

KH Ma’sum Hasan Muali Aktif di  FPI Ciamis

KH Ma’Sum Hasan juga sangat aktif di organisasi Front Pembela Islam (FPI) Ciamis. Sejumlah kegiatan FPI selalu dilaksanakan di Ponpes Miftahul Hda Utsmaniyah. Beberapa kali Imam Besar FPI Habib Rizieq Sihab pun kerap datang berceramah ke pesantren ini. Kiprah KH Ma’sum di FPI memang tak diragukan lagi, bersama Polres Ciamis dia selalu memimpin razia miras dan penyakit masyarakat lainnya. Bahkan ketika kasus mantan Bupati Ciamis Engkon Komara mencuat karena karaokean bersama mahasiswi Universitas Galuh, KH Ma’sum lah yang menyerukan umat Islam Ciamis untuk turun ke jalan memprotes kelakuan bupati tersebut.

Dan yang paling hangat, bersama KH Nonop Hanapi, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda II Bayasari Kecamatan Jatinegara, KH Ma’sum adalah inisiator aksi jalan kaki atau longmarch ke Jakarta untuk mengikuti aksi 212.

“Saya ingin menegakan amar makruf nahyi munkar, apapun resikonya. Saya tidak takut kepada manusiam yang saya takuti hanya Allah SWT,” katanya dalam sebuah kesempatan. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here