Ini Dia 4 Ikon Kota Bandung yang Bernilai Seni Tinggi

ikon kota bandung

BANDUNG: Walikota Bandung memang kreatif. Dalam tiga tahun terakhir ini sudah banyak berbuat untuk kota Paris Van Java. Selain sukses membenahi sejumlah taman trotor dalam waktu dekat ini Kang Emil, sapaan akrabnya akan melaunching empat ikon baru Kota Bandung yang bernilai seni tinggi.

Keempat ikon atau proyek itu adalah trotoar Jalan H Juanda (Dago) yang Ciamik, jembatan pelangi Antapani dan Cihampelas Walk.

1. Trotoar Dago yang Ciamik Mirip di Barcelona.

Perbaikan trotoar Jalan Ir H Djuanda (Dago) sudah rampung. Indah sekali kang Emil menyebutnya mirip di Barcelona. Mulai dari Simpang Dago hingga Jalan Merdeka lebih nyaman untuk pejalan kaki dengan trotoar yang lebih luas dan fasilitas tempat duduk serta parkir sepeda. Pembenahan kawasan Dago memang mimpi Kang Emil, ia ingin mengembalikan mimpinya yang ingin mengembalikan kebiasaan warga Kota Bandung dulu yang gemar berjalan kaki.

Sebenarnya kawasan Dago adalah salah satu dari 20 ruas jalan yang dibereskan oleh Pemkot Bandung. Jalan Dago pula yang menurut Emil menghidupkan kembali romantisme Kota Bandung, terutama di kala sore menjelang malam. Emil menyebut kawasan Dago saat ini seperti di Barcelona.

Kenapa Dago mirip Barcelona? Kata Kang EmilLampu-lampu yang vintage itu inspirasinya juga dari Barcelona. Ini yang membuat kota terasa lebih berkarakter.Makanya Kang Emil bersama Atalia Kamil, sering meluangkan waktu berjalan kaki. Menurutnya, hal itu bagian dari upayanya mengajak warga Bandung untuk mengembalikan budaya jalan kaki di Kota Bandung.

Dengan berjalan kaki, Emil kerap menemukan banyak kebahagiaan dari warganya yang tidak terlihat detil saat berkendara. Selain itu, Ia juga bisa melihat secara detil proyek pembangunan yang tengah dikerjakan Pemkot Bandung.

“Saya cenderung 90 persen melihat kebahagiaan. Lihat orang lagi duduk, ketawa-ketawa. Banyak kemanusiaan yang terlihat. Tapi juga suka melihat beberapa kekurangan misalnya perawatan tanaman-tanamannya yang belum maksimal,” ungkapnya.

Jalan kaki dari Jalan Cikapayang hingga Jalan Teuku Umar. Jaraknya kurang lebih sekitar 1 kilometer. Sepanjang jalan banyak ditemukan kursi lengkap dengan meja, baik yang terbuat dari besi maupun kayu. Juga ada parkir sepeda yang dicat berwarna biru. Kursi-kursi tersebut ditanam untuk mengindari ulah tangan usil.


2. Teras Cihampelas (Skywalk Cihampelas)

Skywalk Cihampelas, Kota Bandung Jawa Barat merupakan salah satu inovasi pembangunan tata kota dengan kondisi multidimensi. Kang Emil mengatakan konsep yang diusung dalam pembangunan Skywalk Cihampelas adalah kesederhanaan dan bertujuan untuk memberi kenyamanan bagi pejalan kaki yang melintasi Jalan Cihampelas.

Jembatan layang baja dan beton di atas Jalan Cihampelas Kota Bandung menyuguhkan berbagai pilihan kepada warga seperti menikmati pemandangan dari ketinggian, berjalan-jalan atau berbelanja kuliner dan pakaian.

Adapun panjang Skywalk Cihampelas ini mencapai sekitar 500 meter yang akan membentang dari RS Advent Bandung hingga Cihampelas Walk. Skywalk Cihampelas kini jadi ikon terbaru di Kota Kembang. Jembatan pedestrian di atas udara atau skywalk itu diharapkan menjadi magnet bagi para pelancong yang hendak berwisata di Bandung, khususnya di kawasan sentra jins tersebut.

Pria yang kerap disapa Emil itu mengklaim bahwa Teras Cihampelas merupakan satu-satunya jembatan khusus pejalan kaki di Indonesia. Memindahkan area pedestrian ke atas jalan, lanjut Emil, merupakan kreasi dalam membangun kota di tengah kian melonjaknya harga lahan.

“Di dunia yang sempit ini membangun itu tidak harus selalu di atas tanah, membangun itu bisa di atas jalan, membangun itu bisa di bawah tanah. Ini adalah contoh kita berkreasi pada saat tanah tidak memungkinkan kita melakukan yang namanya skywalk,” kata Emil saat menyampaikan pidato peresmian Skywalk Cihampelas.
Skywalk ini memiliki panjang 450 meter dan lebar sekitar 9 meter. Ketinggian jembatan mencapai 4,6 meter dari permukaan jalan. Proyek itu menelan biaya Rp 48 miliar dan hanya menempuh proses pengerjaan selama tiga bulan.

Kehadiran Teras Cihampelas bukan sekedar menciptakan destinasi wisata baru. Lebih dari itu, pembangunan Teras Cihampelas merupakan strategi dari Pemkot Bandung untuk menata kawasan Cihampelas. Semula, Jalan Cihampelas tampak semerawut lantaran banyak pedagang kaki lima yang berlapak di area pedestrian.

Kini sebanyak 192 pedagang telah dipindahkan ke Teras Cihampelas dan menempati kios berwarna warni. Kios-kios itu ditempati pedagang kuliner, aksesoris dan oleh-oleh khas Bandung. Tiap pengunjung bisa duduk bersantai sambil menyantap jajanan khas Kota Bandung serta membawa buah tangan dengan harga miring.

3. Jembatakan Layang Antapani

Jembatan Layang Antapani di Jalan Jakarta Kota Bandung rencananya akan diresmikan akil Presiden RI Jusuf Kalla rencananya akan meresmikan jalan layang Antapani yang dinamai jalan layang “Pelangi” pada Kamis, 19 Januari 2017. Jalan layang Pelangi merupakan kerja sama Pusat Penelitian Pengembangan di Pusat Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Bandung, dan Posco Steel Korea.

Dengan panjang 300 meter, jalan yang menghubungkan Jalan Jakarta dan Jalan Terusan Jakarta itu dibangun menggunakan teknologi corrugated mortar dengan struktur baja bergelombang. Teknologi itu memangkas waktu pengerjaan satu tahun menjadi 6 bulan dan biaya Rp 100 miliar dengan beton menjadi Rp 40 miliar.
Overpass Pelangi Antapani merupakan proyek percontohan dengan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP) yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia. Struktur baja yang digunakan di jembatan tersebut berbentuk corrugated atau armco dengan tiga jumlah bentang. Panjang untuk bentang tengah adalah 22 meter dengan tinggi ruang bebas vertikal 5,1 meter dan lebar bentang lainnya (u-turn) adalah 9 meter.

CMP adalah teknologi yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi ini merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, overpass ini telah mengalami berbagai tahap pengujian, mulai dari uji statis maupun dinamis. Dirinya memastikan, jembatan ini telah laik untuk digunakan.
“Namun masih dimonitor juga performancenya, kira-kira setahun, untuk di kota saja,” ujarnya.
Setelah suksesnya pembangunan jembatan pertama ini, Kementerian PUPR berencana untuk membangun satu jembatan lagi di Kota Bandung. Letaknya masih belum dipastikan, antara di Jalan Laswi atau Jalan Garuda.
“Dua-duanya persimpangan kereta api yang sebidang, akan kita bikin seperti itu supaya

4 Taman Sejarah

Ridwan Kami memang kreatif. Bandung yang memiliki sejarah panjang perjuangan bangsa ini diaplikasikan di Taman Sejarah Bandung. Taman Sejarah dibangun untuk mengingat perjuangan pahlawan Tanah Air merebut kemerdekaan dari penjajah. Taman yang berada di persimpangan Jalan Aceh-Jalan Merdeka, Bandung ini mengingatkan kepada masa lalu. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memanfaatkan lahan untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak untuk bermain sambil belajar sejarah.

“Sudah dibuka wisata sejarah Kota Bandung. Jadi warga Bandung, kita bisa belajar sejarah, menghormatinya sambil bermain bergembira. Hatur Nuhun,” tulis Ridwan Kamil di akun Instagram-nya.

Taman Sejarah itu menghadirkan relief dinding dengan gambar-gambar tokoh pahlawan untuk menceritakan tragedi selama Indonesia dijajah. Bung Karno menjadi landmark terkenal di sana. Selain relief, Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, turut menghadirkan kolam air buatan. Kolam tersebut bisa digunakan anak-anak untuk berenang sambil bermain air dari pancuran mulut patung kura-kura.

Saat malam hari di sini juga terlihat menggemaskan, di mana permainan lampu menari indah untuk menerangi taman. Jadi taman enggak lagi gelap seperti taman lainnya. Anda bisa mengunjungi taman ini menggunakan kendaraan angkutan umum dari Kelapa – Riau, atau Buah Batu – Dago.

Itulah ikon kota Bandung sekaligus tempat wisata yang ngetop di Kota Bandung. Kang Emil memang ngetop banget bisa merubah kota Bandung jadi juara.

(edi)

berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here