Inilah 10 Tempat Wisata di Garut yang Paling Terkenal

tempat wisata di garut

GARUT: Keindahan alam Garut, Jawa Barat memang sudah terkenal dari dulu. Dikelilingi lima gunung, Garut sangat sejuk. Bukan itu saja sebagian wilayah Garut juga dikelilingi pantai selatan. Kondisi geografis yang mendukung itu menjadikan Garut sebagai salah satu objek wisata di Jawa Barat. Nah ini ada 10 Tempat Wisata di Garut yang paling terkenal, apa saja? Simak tulisannya.
7. Air Panas Cipanas

Kalau me ke Garut jangan lupa ya datang ke Cipanas. Kawasan ini memang ada di dalam Kota Garut, kira-kira 5 kilometer dari Alun-alun Garut. Kalau dari Bandung kurang lebih 48 KM. Biasanya jelang akhir pekan atau liburan kawasan Cipanas jadi tempat wisata favorit keluarga.

Jangan khawatir kalau datang ke Cipanas disergap macet, dari arah Jakarta memang Anda akan melewati Kawasan Rancaekek Bandung yang terkenal macet. tapi ada jalan alternatif lain yakni lewat jalur Cijapati. Lewat jalur ini Anda akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan sawah dan gunung yang membuat Anda fresh.

Di sepanjang perjalanan pun Anda bakal menjumpai aneka kuliner yang disajikan ratusan rumah makan yang berjejer di sepanjang perjalanan. Yang paling khas adalah sambal cibiuk dan nasi liwet Asep Strawberry. Ada juga oleh-oleh khas Garut yakni Dodol Garut dan Cocodot. Apa itu cocodot ya dodol dicampur coklat. Pokoknya rasanya maknyos punya.

Memasuki kawasan objek wisata Cipanas Anda tinggal pilih hotel mana yang disukai. Ada 5 Hotel Murah di Cipanas Garut

A.Sabda Alam Hotel & Resort

Baca juga: Inilah Rumah Makan Enak di Garut

Sabda Alam Hotel & Resort berada di Jl Raya Cipanas No 3, Garut. Lokasinya kira-kira 3 km dari pusat kota Garut. Sabda Alam Hotel & Resort ini merupakan salah satu hotel murah di Garut yang dilengkapi dengan fasilitas pemandian air panas. Kolam renangnya juga dilengkapi dengan waterboom. Hotel yang buka sejak tahun 2002 ini menawarkan pemandangan yang indah karena posisinya yang dikelilingi gunung-gunung. Di sini juga terdapat Taman Air. Untuk kamarnya sendiri, ada beberapa time kamar dan bungalow, antara lain: Suite Anggun, Suite Asri, Anggun, Penthouse, Indah dan Meriah. Fasilitas lain yang tersedia di Sabda Alam Hotel & Resort adalah jogging track, kolam pancing, restoran, free wifi, dan ruangan rapat.

B. Banyu Alam Resort

Hotel murah di Cipanas Garut yang juga bisa jadi tempat Anda menginap adalah Banyu Alam Resort. Hotel berbintang dua ini berlokasi di Jl. Cipanas No. 102 Kelurahan Langensari Kecamatan Tarogong Kaler, Cipanas Garut. Banyu Alam Resort ini juga menawarkan pemandangan gunung. Setiap kamarnya dilengkapi dengan bak mandi besar dengan air panas yang bersumber dari mata air panas alami. Anda juga bisa menikmati pengalaman memancing dari balkon hotel. Kamar-kamarnya yang berkonsep bungalow memang dikelilingi oleh danau. Dijamin akan membuat Anda merasa tenang dan tentram. Banyu Alam Resort ini juga dilengkapi dengan fasilitas meeting room, jogging track, restaurant, dan area parkir yang luas.

C. Sumber Alam Garut

Sumber Alam Garut adalah hotel bintang tiga yang berlokasi di Jl Raya Cipanas 122. Hotel murah di Cipanas Garut ini memiliki konsep desain arsitektur khas Sunda yang cantik. Bangunannya terletak di atas balong, atapnya dari ijuk, dan terdapat teras ngapung. Sama seperti Banyu Alam Resort, di Sumber Alam Garut Anda juga bisa menikmati pengalan memancing dari balkon bungalow. Setiap bungalow di sini dilengkapi dengan bak mandi dengan air panas yang bersumber dari mata air panas belereng Gunung Guntur. Sumber Alam Garut ini dilengkapi dengan fasilitas kolam renang air dingin dan air panas. Kolam anak-anaknya dilengkapi dengan seluncuran. Tipe kamar (bungalow) yang tersedia antara lain adalah: Villa Kawung, Bungalow Siceeh, Pondok Kelapa, Bungalow 1-14, dan Bungalow Arileu. Terdapat juga fasilitas restaurant, sauna/spa, dan meeting room. Lokasi hotel ini juga dekat dengan berbagai restoran.

D Danau Dariza Hotel & Resort

Hotel murah di Cipanas Garut yang juga memiliki desain amat cantik adalah Danau Dariza Hotel & Resort. Hotel ini memiliki desain rumah tradisional indonesia, antara lain Rumah Gadang, Balai Batak Toba, Rumah Bali, Rumah Kasepuhan, dan Rumah Sao Ato Mosa Lakitana. Hotel bintang tiga ini juga dikelilingi oleh danau buatan. Serunya lagi, Anda dapat diantar ke kamar dengan menggunakan kano atau menggunakan becak medan. Anyway, bisa juga kalau Anda mau berjalan kaki. Danau Dariza Hotel & Resort ini kolam air panas belerang dan kolam renang anak. Waterboom-nya dilengkapi dengan seluncuran-seluncuran panjang pada ketinggian 38 meter. Sementara anak-anak bermain di waterboom, para orang dewasa dapat menikmati minuman dari pool bar di tengah kolam. Terdapat juga fasilitas outbond, jogging track, taman bermain, lapangan olahraga, dan restoran.

E Favehotel Cimanuk Garut

Hotel murah di Cipanas Garut yang juga bisa menjadi pilihan Anda adalah Favehotel Cimanuk Garut. Berbeda dengan empat hotel yang kami rekomendasikan sebelumnya, Favehotel Cimanuk Garut ini terletak di jantung kota Garut. Lokasi tepatnya yaitu di Jl Cimanuk No 338. Walaupun tidak ada pemandian air panas di dalam hotelnya, namun tersedia fasilitas kolam renang. Lokasinya juga dekat dengan pusat kerajinan kulit. Harga kamar di Favehotel Cimanuk Garut ini relatif lebih murah dibandingkan keempat hotel yang sudah kami sebutkan di atas.

2. Pantai Santolo

Keindahan Pantai Santolo memang bukan rahasia umum lagi. Lokasinya berada di Kecamatan Cikelet atau 88 KM di selatan kota Garut Salah satu tempat wisata alam terbaik di Garut adalah Pantai Santolo yang terletak di Kecamatan Cikelet, Garut Selatan. Orang-orang menyebutnya Pantai Santolo Pameungpeuk. Dari pusat kota Garut ke Pantai Santolo sekitar 3 jam perjalanan.

Lokasi Pantai Santolo berdekatan dengan Pantai Sayang Heulang, jadi jika Anda berkunjung ke Pantai Santolo Pameungpeuk bisa sekalian menikmati kesejukan pantai Sayang Heulang Garut. Pantai Santolo Garut menjadi objek wisata pavorit wisatawan asal Bandung, Jakarta Bogor dan kawasan Priangan Timur lainnya.

Sebenarnya Pantai Santolo namanya Pantai Cilauteureun yang artinya air laut yang berhenti di muara. Fenomena alam ini hanya bisa ditemukan di dua tempat, yakni di Pantai Santolo Garut dan Prancis.

Jika Anda ingin bermalam di pantai Sentolo untuk menikmati liburan bersama keluarga, Anda bisa menyewa losmen yang banyak tersedia di sekitar pantai itu dengan harga kelas melati. Pokoknya menginap di Pantai sekitar pantai akan memberimu keleluasaan untuk menikmati suasana pantai kapanpun kamu mau. Jika cuaca sedang tidak mendung, panorama sunset di Pantai Sentolo akan membuatmu ingin memiliki kendali atas waktu. Seakan kamu ingin waktu berhenti sejenak demi menikmati lukisan senja yang lebih lama. Menenangkan hati

3. Curug Orok

Curug Orok adalah kawasan wisata air terjun yang berada di sisi selatan kota Garut. Di balik keindahan derasnya air, ternyata tersimpan kisah tragis yang menyentuh hati.

Garut memang kaya dengan pesona alam. Salah satu di antara dapat dinikmati di Curug Orok, sebuah objek wisata berupa air terjun yang berada di sisi selatan Kota Garut. Curug Orok merupakan satu dari beberapa air terjun di Garut yang paling mudah diakses.

Dari pusat kota Garut, kita dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan Cikajang, sekitar 25 kilometer ke arah selatan, melalui Jalan Raya Cimanuk, Jalan Raya Bayongbong, Jalan Raya Cisurupan, hingga tiba di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang.

Di sepanjang perjalanan menuju kawasan ini, saya menikmati udara sejuk dan pemandangan indah yang terbentang di antara gunung Papandayan dan Gunung Cikuray. Di kanan kiri tampak lahan-lahan pertanian buah dan sayuran yang terpelihara dengan baik. Di kejauhan menjulang Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray yang tampak indah dengan latar langit biru.

Setelah tiba di pertigaan Cikandang, kendaraan berbelok ke arah kanan, menuju kawasan Perkebunan Nusantara VIII Papandayan. Sambil menikmati keindahan hamparan perkebunan teh di sepanjang perjalanan, saya pun tiba di gerbang menuju lokasi Curug Orok, hanya sekitar 300 meter dari jalan utama.

Untuk memasuki area wisata, setiap pengunjung dikenakan tarif 10.000 rupiah per orang. Sedangkan kendaraan dapat diparkir di area parkir yang tersedia di beberapa lokasi dengan tarif normal.

Curug Orok terletak di sebuah lembah. Dari jauh sudah terdengar gemuruh air yang tercurah dari ketinggian. Setelah menuruni puluhan anak tangga yang sudah ditata dengan cukup baik, saya pun akhirnya tiba di lokasi.

Semakin dekat, keindahan air terjun setinggi 40 meter ini semakin jelas terlihat. Beberapa air terjun kecil di sekitarnya mengalir dari sela-sela tebing yang tertutup perdu, membuatnya tampak cantik, seperti miniatur taman air terjun. Air deras terhempas di atas ceruk berbatu-batu dan mengalir menuju sungai. Butiran airnya tertiup angin, menyegarkan udara di sekitarnya.

Dengan tebing yang rimbun dengan berbagai tanaman hijau dan sinar mentari yang memantul di atas riak air sungai, pemandangan di sekitar air terjun ini tampak sangat menarik. Pelangi-pelangi kecil pun samar-samar muncul di atas air.

Saya menikmati suasana sambil duduk-duduk di tepi air terjun, atau di beberapa gazebo yang tersedia di sini. Sebagian pengunjung tampak bermain-main di genangan air, atau berfoto-foto di atas batu-batu besar dengan latar air terjun.

Keindahan air terjun ini sangat bertolak belakang dengan kisah suram tentang penamaannya. Konon, air terjun ini bernama “Orok” atau bayi, karena di sini pernah terjadi peristiwa tragis, tentang bayi yang terbuang. Tapi itu hanya cerita, meskipun saya juga berharap namanya diganti dengan nama yang lebih mencerminkan keindahannya.

Setelah puas menikmati keindahan air terjun, saya kembali meniti puluhan anak tangga menuju ke atas. Cukup melelahkan memang. Tapi pemandangan indah yang terhampar di sekitarnya menjadi penawar yang menyenangkan. Dan setibanya di atas tersedia tempat istirahat yang cukup memadai.

Di sini juga terdapat penjual aneka panganan ringan. Setelah beristirahat sejenak, saya melanjutkan acara wisata dengan berjalan-jalan di perkebunan teh yang luas sambil menikmati udara segar.

4 Candi Cangkuang

Candi Cangkuang terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang , Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Desa Cangkuang dikelilingi oleh empat gunung besar di Jawa Barat, yang antara lain Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur. Nama Candi Cangkuang diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Kata ‘Cangkuang’ sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus), yang banyak terdapat di sekitar makam, Embah Dalem Arief Muhammad, leluhur Kampung Pulo. Daun cangkuang dapat dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren.
Cagar budaya Cangkuang terletak di sebuah daratan di tengah danau kecil (dalam bahasa Sunda disebut situ), sehingga untuk mencapai tempat tersebut orang harus menggunakan rakit. Selain candi, di pulau itu juga terdapat pemukiman adat Kampung Pulo, yang juga menjadi bagian dari kawasan cagar budaya.

Candi Cangkuang ditemukan kembali oleh Tim Sejarah Leles pada tanggal 9 Desember 1966. Tim penelitian yang disponsori oleh Bapak Idji Hatadji (CV. Haruman) ini diketuai oleh Prof. Harsoyo, Uka Tjandrasasmita (ketua penelitian sejarah Islam dan lembaga kepurbakalaan), dan mahasiswa dari IKIP Bandung. Penelitian dilaksanakan berdasarkan tulisan Vorderman dalam buku Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893 yang menyatakan bahwa di Desa Cangkuang terdapat makam kuno dan sebuah arca yang sudah rusak. Disebutkan bahwa temuan itu berlokasi di bukit Kampung Pulo.
Makam dan arca Syiwa yang dimaksud memang diketemukan. Pada awal penelitian terlihat adanya batu yang merupakan reruntuhan sebuah bangunan candi. Makam kuno yang dimaksud adalah makam Arief Muhammad yang dianggap penduduk setempat sebagai leluhur mereka.

Pada awal penelitian terlihat adanya batu yang merupakan reruntuhan bangunan candi dan di sampingnya terdapat sebuah makam kuno berikut sebuah arca Syiwa yang terletak di tengah reruntuhan bangunan. Dengan ditemukannya batu-batu andesit berbentuk balok, tim peneliti yang dipimpin Tjandrasamita merasa yakin bahwa di sekitar tempat tersebut semula terdapat sebuah candi. Penduduk setempat seringkali menggunakan balok-balok tersebut untuk batu nisan.
Berdasarkan keyakinan tersebut, peneliti melakukan penggalian di lokasi tersebut. Di dekat kuburan Arief Muhammad peneliti menemukan fondasi candi berkuran 4,5 x 4,5 meter dan batu-batu candi lainnya yang berserakan.

Dengan penemuan tersebut Tim Sejarah dan Lembaga Kepurbakalaan segera melaksanakan penelitian didaerah tersebut. Hingga tahun 1968 penelitian masih terus berlangsung. Proses pemugaran Candi dimulai pada tahun 1974-1975 dan pelaksanaan rekonstruksi dilaksanakan pada tahun 1976 yang meliputi kerangka badan, atap dan patung Syiwa serta dilengkapi dengan sebuah joglo museum dengan maksud untuk dipergunakan menyimpan dan menginventarisir benda-benda bersejarah bekas peninggalan kebudayaan dari seluruh Kabupaten Garut. Dalam pelaksanaan pemugaran pada tahun 1974 telah ditemukan kembali batu candi yang merupakan bagian-bagian dari kaki candi. Kendala utama rekonstruksi candi adalah batuan candi yang ditemukan hanya sekitar 40% dari aslinya, sehingga batu asli yang digunakan merekonstruksi bangunan candi tersebut hanya sekitar 40%. Selebihnya dibuat dari adukan semen, batu koral, pasir dan besi.

Candi Cangkuang merupakan candi pertama dipugar, dan juga untuk mengisi kekosongan sejarah antara Purnawarman dan Pajajaran. Para ahli menduga bahwa Candi Cangkuang didirikan pada abad ke-8, didasarkan pada:
1. tingkat kelapukan batuannya;
2. kesederhanaan bentuk (tidak adanya relief).

Setelah dipugar, Candi Cangkuang mempunyai ukuran yang sesuai dengan keadaan alamnya. Tinggi bangunan sampai ke puncak atap adalah 8,5 m. Tubuh candi berdiri di atas kaki berdenah bujur sangkar berukuran 4,5 X 4,5 m. Atap candi bersusun-susun membentuk piramid. Sepanjang tepian setiap susunan dihiasi semacam mahkota-mahkota kecil, mirip yang terdapat di candi-candi Gedongsanga.

Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi terletak di sisi timur. Untuk mencapai pintu terdapat tangga selebar sekitar 75 cm setinggi sekitar 1 m. Pintu masuk tersebut diapit dinding yang membentuk bingkai pintu. Tidak terdapat hiasan pahatan pada bingkai pintu.

Saat ini di ambang pintu masuk ke ruangan tersebut telah dipasang pintu berterali besi yang terkunci.Dalam candi terdapat ruangan seluas 2,2 m2 dengan tinggi 3,38 m. Di tengah ruangan terdapat arca Syiwa setinggi 62 cm. Konon tepat di bawah patung terdapat lubang sedalam 7 m, namun hal itu tidak dapat dibuktikan karena pengunjung tidak diperkenankan masuk ke ruangan.

Pemukiman adat Kampung Pulo

gKampung Pulo merupakan sebuah kampung kecil, terdiri dari enam buah rumah dan enam kepala keluarga. Sudah menjadi ketentuan adat bahwa jumlah rumah dan kepala keluarga itu harus enam orang dengan susunan tiga rumah disebelah kiri dan tiga rumah disebelah kanan yang saling berhadapan ditambah satu masjid sebagai tempat ibadah.
Oleh sebab itu kedua deretan rumah tersebut tidak boleh ditambah ataupun dikurangi.
Jika seorang anak sudah dewasa kemudian nikah maka paling lambat dua minggu setelah pernikahan harus meninggalkan rumah tempat asalnya, keluar dari lingkungan keenam rumah adat tersebut. Dia bisa kembali keasalnya bila salah satu keluarga meninggal dunia dengan syarat harus anak wanita dan ditentukan atas pemilihan keluarga setempat.

Embah Dalem Arief Muhammad serta masyarakat setempat yang telah membendung daerah ini, sehingga terbentuk sebuah danau dengan nama Situ Cangkuang. Setelah daerah ini selesai dibendung, maka dataran yang rendah menjadi danau, dan bukit-bukit menjadi pulau-pulau. Pulau tersebut antara lain Pulau Panjang (dimana kampung pulo ada), Pulau Gede, Pulau Leutik (kecil), Pulau Wedus, Pulau Katanda, dan Pulau Masigit. Embah Dalem Arief Muhammad berasal dari Kerajaan Mataram, Jawa Timur. Ia dan pasukannya datang dengan tujuan untuk menyerang tentara VOC di Batavia dan menyebarkan agama Islam di Desa Cangkuang.

Desa Cangkuang, khususnya Kampung Pulo, waktu itu sudah dihuni oleh penduduk yang menganut agama Hindu. Hal itu terbukti dari adanya candi Hindu yang sekarang telah dipugar. Metode dakwah yang dilakukan Arief Muhammad tidak jauh dari pola dakwah Wali Songo. Secara bijaksana Embah Dalem Arief Muhammad mengajak masyarakat setempat untuk menganut Islam.

Pedoman dakwah yang diajarkan oleh Arief Muhammad berprinsip pada ajaran Islam yang tidak mengenal kekerasan dan paksaan, melainkan dengan perdamaian dan keikhlasan hati. Ajaran-ajaran yang disampaikan dan ditulis Arief Muhammad dalam naskah-naskah tidak berbeda dengan apa yang kita dapatkan dari para ulama sekarang ini. Dengan mengacu pada Al-Qur’an dan Hadits, beliau mengajarkan berbagai hal untuk menghadapi segala kehidupan membentuk pribadi umat menjadi muslim yang sejati dengan mentauhidkan Allah SWT, berakhlak baik, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT.
Adapun hal-hal yang membuktikan adanya penyebaran Islam yang dilakukan pada permulaan abad XVII, antara lain :

5 Situ Bagendit
Situ Bagendit adalah sebuah danau yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi. Situ Bagendit adalah tempat wisata danau yang paling terkenal di Garut karena kualitas lingkungannya yang dalam kondisi baik dan kebersihannya yang terjaga. Kegiatan wisata yang dapat Anda nikmati di sini yaitu menikmati pemandangan indah dengan udara sejuk, bermain perahu dan sepeda air, menaiki rakit khas Situ Bagendit, memancing, hingga bermain di taman dan berenang di kolam renang. Tempat wisata di Garut ini sangat cocok untuk keluarga yang ingin piknik di tepi danau.

6 Pantai Rancabuaya

Pantai Rancabuaya adalah salah satu tempat wisata di Garut yang paling terkenal. Ciri khas dari Pantai Rancabuaya adalah ombaknya yang lumayan besar karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dan batu karangnya yang banyak dan juga besar. Kedua hal tersebut menyebabkan beberapa ikan terperangkap di antara batu-batu karang, cukup unik dan menarik untuk dilihat. Keunikan lain dari Pantai Rancabuaya adalah adanya sebuah air terjun yang langsung menghadap ke lautan, mirip dengan pantai di Pacitan.
7 Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung api yang lumayan terkenal bagi warga Jawa Barat, terutama Bandung dan Garut. Terletak di Kecamatan Cisurupan, Gunung Papandayan hanya berjarak 70 KM dari kota Bandung sehingga banyak warga Bandung yang pergi berwisata ke Gunung Papandayan. Daya tarik utama dari Gunung Papandayan adalah kawah dan air panasnya yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Selain itu banyak juga pecinta alam yang datang mendaki Gunung Papandayan untuk melihat keindahan panorama matahari terbit dari gunung ini. Apabila Anda ingin mendaki Gunung Papandayan, jangan lupa membawa baju hangat karena udara di puncak gunung ini termasuk dingin.

8 Pantai Cijeruk Indah

Pantai Cijeruk Indah yang berlokasi di Desa Sagara termasuk pantai yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Keunggulan dari Pantai Cijeruk Indah adalah pantai ini tidak ramai, bersih, alami, dan mempunyai air yang sangat jernih. Dalam perjalanan ke Pantai Cijeruk Indah, Anda akan disuguhi pemandangan indah berupa perkebunan karet yang tertata rapi, lengkap dengan hewan-hewan ternak seperti sapi yang digembalakan di kebun karet tersebut.
9 Pantai Karang Paranje

Pantai Karang Paranje adalah pantai yang berlokasi di Kecamatan Cibalong, Garut. Pantai Karang Paranje memiliki keunikan berupa adanya gugusan karang di sepanjang pantainya. Di pantai seluas kurang lebih 9 hektar ini Anda dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah. Karena belum tersentuh berbagai jenis pembangunan, Pantai Karang Paranje mempunyai tingkat kebisingan rendah, pandangan yang luas, tidak ada pencemaran, lingkungan yang asri, dan suasana yang damai dan tenang.

10 Pantai Puncak Guha

Lokasinya ada di Garut Selatan, Pantai Puncak Guha adalah sebuah tempat wisata di Garut yang bebas dari pedagang yang mengganggu pemandangan. Pantai Puncak Guha menawarkan keindahan panorama pantai yang dilihat dari atas tebing. Di bawah tebing itu Anda dapat melihat ratusan kelelawar. Apabila Anda ingin berkunjung ke Pantai Puncak Guha, bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup karena jarang ada pedagang di Pantai Puncak Guha.

(Aulia Azzahra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here