Inilah Profil Oesman Sapta Odang Si Petarung Ketua DPD-RI Baru

oesman sapta odang

JAKARTA: Oesman Sapta Odang atau Bang OSO terpilih secara aklamasi jadi Ketua DPD RI dalam rapat paripurna, Selasa (4/4/2017) dini hari. Pengusaha yang terjun jadi politisi ini adalah sosok yang pantang menyerah. Dia adalah petarung sejati. Jatih bangun di dunia politik dan pengusaha, akhirnya kini dia adalah pimpinan di senayan. Siapakah Oesman Sapta Odang
Lahir di Sukadana, Kalimantan Barat 18 Agustus 1950 dari pasangan Odang dan Asnah Hamid. Masa kecilnya memang sangat keras dan aktif. Hobinya adalah balap mobil. Belakangan dia enjuarai balap mobil tingkat nasional dan internasional. Prestasi olahraganya memang gemilang, tapi pendidikannya memprihatinkan.

Oesman menyelesaikan sekolah formalnya hanya sampai bangku SMA. Bahkan lulus SMA-nya ditempuh melalui jalur paket C. Tapi Oesman Sapta Odang tak pernah menyerah dan terus berusaha untuk menambah ilmunya. Dia belajar secara otodidak. Belakangan saat menginjak dewasa malah mendapat kerhormatan (HC) dari Senior University International, USA pada tahun 1999.

Di Kalbar OSO dikenal sebagai pemilik bisnis dengan bendera OSO Group. Perusahaan tersebut bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, dan perhotelan. Oesman adalah sosok petarung yang tidak mengenal menyerah dalam situasi apa pun. Nama besarnya dikenal sebagai pengusaha daerah yang sukses.

Tak hanya puas di bidang bisnis, OSO melirik dunia politik. Namanya mulai muncul di pentas nasional saat dia menjadi wakil Ketua MPR 1999-2004 dari perwakilan utusan daerah.

Keterikatannya dengan dunia politik, ia juga mendirikan Partai Persatuan Daerah (PPD). Beberapa kali pemilu, partai ini tidak meloloskan wakilnya ke DPR RI hingga berganti nama menjadi Partai Persatuan Nasional (PPN).

Bukan Oesman Sapta namanya kalau menyerah dari pentas nasional. Tekadnya yang kuat, dia akhirnya bisa kembali tampil di tingkat nasional. Dia mendirikan dan aktif di berbagai organisasi masyarakat, organisasi olaharaga, dan organisasi profesi. Puncaknya, pada pemilu 2014, dia mencoba bertarung kembali melalui Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan menang.

Pada pemilihan ketua MPR RI, pimpinan DPD RI mengajukan nama Oesman Sapta Odang sebagai calon pimpinan MPR bersama calon lain yang diajukan oleh pimpinan DPR RI. Alhasil, Oesman Sapta Odang terpilih sebagai Wakil Ketua MPR RI 2014-2019. Ini jabatan keduanya yang sama sebagai Wakil Ketua MPR periode 1999-2004. Karier politiknya pun terus bergulir. Ia diminta secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Hanura 2016-2020.
BIODATA

KELUARGA
Istri : Serviati
Anak : Raja Sapta Oktohari.

PENDIDIKAN
SLTP Pontianak
SMA Paket C (2006)
DR (HC) Senior University International, USA, 1999

KARIER
Ketua Umum DPP Hanura 2016-2020
Wakil Ketua MPR RI 2014-2019
Wakil Ketua MPR Periode 1999 -2004
Ketua HKTI 2010 – Sekarang
Ketua Tim Delegasi Karate Indonesia di Kuala Lumpur , Malaysia Juni 1999
Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia 2002 – Sekarang
Ketua Umum Pengurus Pusat KKI 2002 – 2006
Wakli Ketua MPR RI Periode 199 – 2004
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah 2002 – 2004
Ketua Kadin Daerah Provinsi Kalimantan Barat 1998 – 2004
Pendiri Oesman Sapta Odang (OSO) Sport Center di Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat
Komisaris Lion Air
Ketua Umum Pengurus Pusat KKI 2006 – 2011
Ketua Umum Periode Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 15 Juli 2010 – Sekarang
Ketua Umum Pengda KKI Provinsi Kalimantan Barat 1975 – 1977
Ketua Umum Pengda KKI Provinsi Kalimantan Barat 1975 – 1980
Ketua III Pengurus Pusat KKI 1980 – 1983
Ketua Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) , Pengda Provinsi Kalimantan Barat 1992
Ketua Tim Delegasi Karate Indonesia di Kuala Lumpur , Malaysia Juni 1999
Ketua Umum Pengurus Pusat KKI 2002 – 2006
Ketua Umum Pengurus Pusat KKI 2006 – 2011
Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia 2002 – Sekarang
PENGHARGAAN
Juara Pertama Balap Mobil Nasional Kelas 1300 cc di Jakarta 1974
Juara Ketiga Kejuaraan Balap Mobil Internasional 1600 cc di Thailand 1983
Juara Kedua Kejuaraan Balap Mobil Internasional 1300 cc di Penang,Malaysia 1984
Juara Pertama Kejuaraan Balap Mobil Internasional 1300 cc di Batutiga,Malaysia 1984
Diangkat Sebagai Keluarga Besar Suku Dayak Kayan
DR (HC) Senior University International, USA, 1999
Gelar Adat Dari Masyarakat Minangkabau Sebagai Dato Bandaro Sutan Nan Kayo, 2003

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here