Sohibul Iman: Pemerintah Daerah Jangan Bebani UKM dengan Pajak

TASIKMALAYA: Anggota Komisi X DPR-RI M Sohibul Iman meminta pemerintah daerah tidak membebani pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan pajak daerah yang memberatkan.

“Pelaku Star Up yang baru memulai bisnisnya tak usah dulu dibebani dengan pajak, masa belum mendapat keuntungan sudah dipungut pajak,” kata Sohibul Iman di depan peserta  Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Ekonomi Keratif  yang mendapat Akses Permodalan Non Perbankan di Hotel Horison Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (9/4/2017).

Menurut dia, pemerintah daerah justru harus membantu kelancaran pelaku UKM sehingga berkembang. Sebab UKM adalah aset yang harus dijaga dan dibantu perkembangannya. Apalagi UKM bisa menggerakan roda perekonomian masyarakat.

“Pemerintah daerah harus berterima kasih kepada UKM yang telah membuka lapangan pekerjaaan,” katanya.

Sementara itu Dierktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso usai membuka kegiatan tersebut megatakan materi-materi yang diberikan dalam Workshop itu merupakan bahan-bahan yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha ekonomi kreatif.

“Dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dibidannya diharapkan akan meningkatkan pemahaman bagi pelaku usaha sehingga mendorong untuk terus berupaya meningkatkan hasil usahanya sesuai dengan akses permodalan yang dipeolehnya,”Kata Sugeng, Minggu (9/4/2017).

Menurut Sugeng  bagi para pelaku usaha yang berminat dan tertarik mengikuti program atau event-event yang diselengarakan Bekraf, maka akan dilakukan penjaringan untuk mentoring yang rutin dilakukan pihaknya.

“Nanti yang terjaring misalnya ada 50 orang pelaku usaha kita akan berikan mentoring khusus dalam beberapa hal terkiat dengan proses produksi hingg akses permodalannya,”ungkapnya.

Sugeng menambahkan sejauh ini pihak Bekraf secara rutin terus melakukan pertemuan pertemuan dengan para pemilik modal baik itu modal ventura maupun skim pinjaman bank maupun non bank yang mereka juga berkepentingan untuk menyalurkan modalnya kepada para pelaku.

“maka kita buat medianya salah satunya adalah pertemuan seperti workshop ini, dimana pemilik modal akan dipertemukan secara langsung dengan pelaku usaha didaerah ini,”Tegasnya.

Workshof Bekraf tersebut lanjut Sugeng juga memberikan berkesempatan bagi para pelaku usaha ekonomi kreati untuk mengetahui cara meningkatkan kapasitas dalam manajemen keuangan, manajemen resiko, memahami inovasi dalam menjalankan usaha kreatifnya.

“Pelaku ekonomi kreatif juga dapat meningkatkan variasi dan kualitas produk melalui ilmu yang akan diberikan oleh para narasumber”, katanya.

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan pembicara dari pelaku UKM, motivator ternama dan BUMD PT Jabar Ventura. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here