Kabar Terbaru MotoGP 2017 : Johaan Zarco Pembalap Muda Yang Bikin Dag Dig Dug Valentino Rossi…!

Jurnal Pringan.com – Kabar Terbaru MotoGP 2017 : Johaan Zarco Pembalap Muda Yang Bikin Dag Dig Dug Valentino Rossi…!. Persaingan musim motoGP 2017 sangat menyita perhatian publik.

Apa lagi dengan hadirnya pembalap baru yakni Johaan Zarco, gaya balapnya yang masih terlalu agresif di lintasan. Terbukti dengan adanya insiden kecil yang terjadi beberapa waktu lalu antara Valentino Rossi dengan Johaan Zarco.

Kedatangan Zarco dengan gaya balapnya yang exstrim, ini mendapat kritikan tajam Valentino Rossi.

Legenda balap 500cc, Randy Mamola memberikan pandangannya terkait dua insiden tersebut. Menurutnya, Zarco hanya kurang beruntung karena yang disenggolnya merupakan juara dunia tujuh kali di kelas utama. Karena itulah, tambah Mamola, Rossi bereaksi.

Peristiwa yang paling menyedot perhatian adalah ketika Valentino Rossi disenggol Johann Zarco di dua balapan paruh musim motoGP 2017. Insiden pertama terjadi pada Grand Prix Austin. Saat itu, keduanya saling bersenggolan saat berebut posisi ketiga pada lap ketujuh.

Kemudian di Assen, ‘The Doctor’ menyelesaikan balapan dengan bekas gesekan ban di wearpack miliknya setelah bersenggolan dengan motor Zarco di Tikungan 3/Tikungan 4 ke kanan.

Rossi sempat menunjukkan bekas tapak ban Zarco yang menempel pada bagian wearpack kepada wartawan. Pembalap Movistar Yamaha itu ingin memberikan bukti tentang gaya agresivitas salah satu pesaingnya tersebut di ajang motoGP.

GAYA BALAP JOHAAN ZARCO DAN MARC MARQUEZ HAMPIR SAMA :

“Rossi mengatakan bahwa rivalnya tidak mengerti bagaimana mengukur jarak dan mengabaikan berapa banyak ruang yang dibutuhkan motornya serta terlalu agresif saat menyalip. Sejujurnya saya tidak setuju dengan pendapatnya. Saya percaya bahwa Zarco harus menunjukkan kemampuannya,” ungkap Mamola seperti dikutip dari Motorsport, Rabu (12/7/2017).

“Apa yang kita hadapi sekarang adalah sesuatu yang telah kita lihat sebelumnya. Marc Marquez misalnya, ketika dia tiba di kelas utama pada tahun 2013, banyak orang mengeluhkan agresivitasnya, bahkan menandainya sebagai orang yang tidak kenal takut. Tapi setelah semua itu, ia menjadi juara dunia di tahun pertamanya di MotoGP. Sekarang semua orang mengerti bahwa gaya balapnya selalu berada di batas, tapi hampir tidak pernah berakhir,” jelasnya.

Mamola meminta Rossi menyerahkan segalanya kepada FIM terkait aksi Zarco. Dia berharap persaingan antara pembalap MotoGP tidak menjadi lebih keruh sehingga sportivitas tetap dijunjung.

“FIM MotoGP Steward adalah satu-satunya yang dapat menilai hal tersebut dengan obyektif. Apa yang membuat Zarco menjadi magnet kritik adalah dia sering berjuang untuk posisi teratas, tapi Rossi dan seluruh pembalap top harus terbiasa dengan situasi ini. Jelas bahwa dia tidak akan mendapat perhatian yang sama jika berebut tempat ke-10,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here