Ini Sejarah Kabupaten Galuh, Ciamis dan Misteri Rawa Onom

0
4 views

CIAMIS, JP.COM- Stadion Galuh dan Ciamis kini mulai dikenal. Betapa tidak, masih banyak yang belum tahu tentang Kabupaten Ciamis. Berdasarkan catatan dari berbagai sumber, Ciamis dulunya adalah Kabupaten Galuh.

Secara administratif Kabupaten Ciamis berbatasan dengan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka di sebelah utara dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap (Propinsi Jawa Tengah) serta berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya di sebelah barat

Luas wilayah Ciamis kira-kira 255.910 ha, yang terdiri dari dataran tinggi, pegunungan (Gunung Syawal, Gunung Cakrabuana), dan sedikit dataran rendah di daerah pesisir timur. Berpenduduk 1.460.020 jiwa pada tahun 1992.

Ciamis memiliki sejarah yang panjang dimulai dari Kerajaan Galuh yang keberadaannya diketahui sejak abad ke-7. Dalam cerita legenda, lahirnya Ciamis bahkan dimulai dari keberadaan Bojong Galuh yang muncul sesudah banjir besar dunia pada zaman Nabi Nuh.

Bukti bahwa Ciamis memiliki sejarah yang panjang, ditandai oleh situs-situs peninggalan sejarah yang cukup banyak dan memiliki ciri masa kuna, seperti situs-situs: Bojong Galuh, Kawali, Panjalu, Gunung Padang, dan lain-lain.

Pada awal abad ke-17, status Ciamis berubah dari kerajaan menjadi kabupaten seiring dengan masuknya kekuasaan Mataram. Namanya adalah Kabupaten Galuh. Pada tahun 1916, nama kabupaten Galuh diubah menjadi Ciamis atas prakarsa Bupati R.T.A. Sastrawinata (1914-1935).

Luas wilayah dan ibukota Kabupaten Galuh mengalami beberapa kali perubahan termasuk jumlah distriknya. Pernah ada beberapa kabupaten di wilayah Galuh itu, walaupun tak sezaman, yaitu Kawasén, Utama, Kertabumi, Gara Tengah, Imbanagara, dan Ciamis.

Pada tahun 1922, Kabupaten Ciamis hanya memiliki 4 distrik, yaitu distrik-distrik: Ciamis, Kawali, Rancah, dan Panjalu. Sedangkan distrik-distrik Banjar, Pangandaran, dan Cijulang yang sekarang menjadi bagian daerah Kabupaten Ciamis. Waktu itu masuk daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Dulu Ciamis merupakan penghasil kelapa dan minyak kelapa yang besar. Pangandaran dengan pesisirnya menjadi obyek wisata populer. Bagian tenggara daerah Ciamis ini yang berbatasan dengan daerah Cilacap dan sampai ke daerah pesisir merupakan daerah rawa cukup luas sejak dulu yang dinamai Rawalakbok.

Sebagian daerah rawa ini sejak pertengahan abad ke-19 dijadikan tanah pesawahan. Menurut kepercayaan penduduk setempat, daerah rawa ini dihuni oleh mahluk halus yang disebut Onom. Maka terkenalah daerah Rawa Onom. Berbagai versi cerita Rawa Onom menyebar di masyarakat.

Pada beberapa dekade terakhir daerah rawa ini menjadi langganan bencana banjir pada musim hujan. Hal itu dikibatkan erosi yang telah berlangsung lama yang berdampak mendangkalnya air laut di muara. (sumber Ensiklopedi Sunda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.