Mengenal Kerupuk-Kerupuk Unik Asli Jawa Barat

0
9 views

FokusJabar.com: Jawa Barat,merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dikenal dengan keragaman kulinernya. Hampir di berbagai pelosok daerah di Jawa Barat memiliki makanan khasnya sendiri, untuk hal kecil dan ringan adalah kerupuk. Kerupuk merupakan jenis makanan camilan yang disukai banyak orang, terutama jika disajikan bersama mie bakso, nasi goreng, kupat tahu, atau bahkan dapat dinikmati begitu saja. Berikut old.uniknya.com, merangkum 5 kerupuk unik di Jawa Barat, Indonesia.

1. Kerupuk Melarat

Asal usul nama kerupuk melarat ini seperti tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, namanya beredar dari mulut ke mulut, begitu pula rasanya yang khas. Ada sebuah pendapat yang sedikit melecehkan, karena nama kerupuk ini diambil berdasarkan kelas sosial golongan masyarakat miskin, sesuai dengan kata ‘melarat’. Makanan ini sangat khas di Cirebon, karena memang marak di beredar di kota udang ini, maka tak heran jika kerupuk melarat banyak dijadikan camilan dan oleh-oleh para pelancong yang berkunjung.

Kerupuk melarat ini memiliki beragam warna, ada merah muda, kuning, putih dan hijau, dengan bentuk khasnya, bergelombang. Banyak orang yang menikmati cemilan ini di musim panas untuk menemani sajian sambal asam-pedas, ataupun sekedar menemani waktu santai Anda bersama keluarga, sahabat, dan teman sekantor.

satu keunikan yang terdapat dari kerupuk melarat ini, yakni pada saat proses memasaknya. Jika umumnya masyarakat lain menggorengnya menggunakan minyak kelapa, maka kerupuk melarat ini menggunakan media pasir yang bersih untuk menggorengnya. Hampir di seluruh warung-warung di sekitar Pantura kerupuk melarat ini dapat ditemui.

2. Kerupuk Gurilem

Nah nama kerupuk yang satu malah menyerupai nama seorang perempuan, dan memiliki kepanjangan yang cukup erotis di telinga warga Jawa Barat, kerupuk gurilem. Beberapa kalangan masyarakat Jawa Barat ada yang menyebut gurilem sebagai singkatan dari gurih dan peuleum (gurih dan lembut), sebuah rasa yang eksotis. Kerupuk ini memiliki dua rasa yakni pedas dan Gurih. Rasa kerupuk gurilem membuat banyak orang ketagihan karena hanya dengan mendengar namanya saja, rasa pedas dan kelembutannya sudah terbayang.

Kerupuk gurilem pun dapat dinikmati sebagai pelengkap hidangan mie bakso, sayur kuah dan banyak lagi. Walaupun sangat terkenal di wilayah Jawa Barat, kerupuk gurilem ini dapat ditemui di berbagai daerah di pulau Jawa. keunikan dari kerupuk ini adalah bentuknya, panjang tidak beraturan, diselimuti oleh bumbu-bumbu, sehingga terkesan kotor.

3. Kerupuk Seblak

Nama kerupuk seblak ini mencuat ke permukaan beberapa tahun lalu, dan menjadi tren kuliner di Kota Bandung. Sebenarnya kerupuk ini merupakan kerupuk kemplang putih dan oranye. Hanya saja proses memasaknya saja yang unik. Jika kerupuk lainnya dalam bentuk kanji kering digoreng untuk dibiarkan mengembang dengan minyak kelapa, ini tidak berlaku bagi seblak. Untuk seblak kering, maka penggorengannya menggunakan minyak kelapa namun tidak dibiarkan mengembang, sementara seblak kering diolah dengan merebusnya dengan air panas. Setelah melalui proses tersebut maka seblak akan dibumbui dan diberi rasa pedas, maka camilan kerupuk seblak siap untuk disantap.

Jika Anda ingin mencoba membuat sendiri seblak di rumah, sediakan 250 gram kerupuk kemplang putih atau oranye, 10 buah cabai rawit atau bisa lebih tergantung selera, kencur secukupnya,bawang putih secukupnya, gula merah sesuai selera, garam secukupnya, vetsin secukupnya dan dua sendok makan minyak goreng.

Setelah bahan-bahan tersebut lengkap, proses memasak bisa diawali dengan menyalakan api di kompor, siapkan air dalam wajan kecil lalu rebus hingga mendidih. Setelah itu, keluarkan kerupuk kemplang dari plastik kemudian bersihkan dan masukan ke dalam rebusan air tersebut. Tunggu sampai kerupuk menjadi lembek kemudian matikan kompor dan angkat wajan. Saring kerupuk tadi dan sisihkan.

Tahapan kedua, ulek cabai rawit, vetsin, kencur, bawang putih dan gula merah hingga lembut. Setelah itu, nyalakan kembali kompor dan panas dua sendok makan minyak goreng dalam wajan, lalu tumis bumbu ulekan tadi hingga harum. Masukan kerupuk yang telah direbus tadi ke dalam wajan bubu. Aduk kerupuk bersama bumbu sampai rata dan harum. Dan Seblak pun siap untuk disantap.

4. Kerupuk Jumbo

Jika sedang melakukan perjalanan jauh dan kebetulan melewati ruas jalan nagreg, kabupaten Bandung, maka kita akan menemukan makanan ringan jenis kerupuk yang lain dari biasannya. Bukan bahan adonan, rasa atau cara membuatnya yang berbeda, tapi ukurannya yang luar biasa. Dengan diameter 50 sentimeter, tentunya satu buah kerupuk baru bisa habis jika disantap oleh lima hingga sepuluh orang. Jika memaksanakan diri menyantapnya sendiri/entah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskannya.

Kerupuk tersebut sebenarnya makan ringan khas daerah karawang. Karena lalu lintas di jalan nagreg selalu ramai, maka banyak pedagang yang menjual kerupuk jumbo tersebut. Harga satu kerupuk jumbo tersebut bisa mencapai 25.000 rupiah. Jika pada musim mudik lebaran/seorang pedagang bisa menjual hingga 30 kerupuk. Namun jika hari-hari biasa, paling hanya 10 kerupuk jumbo saja.

Tak hanya berdiameter 50 sentimeter, ada juga pedagang di kawasan tersebut yang menjual kerupuk dengan diameter 1 meter. Hmmm besar sekali. Dari ukurannya yang unik tersebut, kerupuk jumbo memang bukan untuk camilan yang dihabiskan sendiri tapi dihabiskan beramai-ramai. Ada sisi positif dari menyantap kerupuk jumbo tersebut yaitu kebersamaan.

5. Kerupuk Kulit

Kerupuk yang satu ini menjadi unik, karena selain popular, krupuk kulit adalah penganan yang memiliki kandungan gizi terbaik dibandingkan jenis krupuk lainnya. Di Jawa Barat kerupuk kulit dikenal dengan sebutan drokdok, sedang di sebagian daerah lain kerupuk kulit disebut juga rambak atau jangek. Kerupuk kulit biasanya terbuat dari kulit sapi, kulit kerbau atau juga kulit ikan. Sebelum dimasak, kulit-kulit tersebut diberikan bumbu rempah dan penambah rasa.

Setelah mengalami proses perebusan dan pengeringan pada terik matahari sekitar 2 hingga 3 hari, kerupuk mentah yang telah dipotong atau diiris siap digoreng dan dihidangkan. Makan ringan ini terasa nikmat jika dimasukan ke dalam kuah mie bakso, mie kocok, atau makanan berkuah lainnya. Di Kota Yogyakarta, kerupuk kulit ini menjadi salah satu bahan dalam memasak gudeg.

Berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Penelitian Penyakit Tidak Menular Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, kerupuk kulit merupakan kerupuk paling bergizi dibandingkan kerupuk berbahan tapioca, terigu dan kedelai. Berbagai macam gizi seperti protein, karbohidrat, lemak serta mineral, terkandung di dalamnya. Kerupuk kulit mengandung 82,9 persen protein. Sedangkan mineral seperti kalsium, fosfor dan besi yang terkandung sebanyak 0,04 persen. (**)

(Rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.