Netizen Keluhkan Kebijakan IndiHome, Ini Tanggapan Telkom

0
3 views

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Semenjak Telkom Group menerapkan Fair Usage Policy (FUP) pada 1 Februari 2016 lalu, banyak netizen yang kecewa dan mengeluhkan layanan Internet dan Telepon rumah sekaligus TV Kabel dalam paket IndiHome.

Mereka kecewa karena dalam promo awal, perusahaan itu mengatakan dalam paket unlimited IndiHome tak ada kebijakan FUP dengan harga yang sudah ditentukan.

Namun, setelah berjalan waktu pemakaian, atau tepatnya pada 1 Februari lalu, tiba-tiba pihak Telkom mengubah kebijakan yang semula unlimited tanpa FUP menjadi unlimited dengan ada FUP, tanpa adanya sosialiasasi atau komunikasi kepada pelanggan. Tentu hal ini menuai protes dari pengguna IndiHome.

Mendengar perihal kebijakan itu, pihak Telkom pun menyatakan bahwa dari hasil uji coba yang dilakukan, tidak ada pelanggan yang komplain karena terkena FUP.

“Yang protes ternyata yang melakukan resell (menjual kembali) seperti warnet dan mini operator tanpa lisensi,” kata Direktur Consumer Telkom, Dian Rachmawan seperti dikutip situs petisi online Change, Rabu (10/2/2016).

Banyak diantara Netizen ingin adanya komunikasi yang jelas dan baik dari pihak Telkom. Jangan melakukan sebelah pihak saja dengan adanya perubahan tersebut. Dengan menghilangkan beberapa Channel TV yang seharusnya disediakan oleh pihak IndiHome, netizen atau pelanggan juga berharap Telkom mengembalikan Channel tersebut seperti yang di janjikan pada promo.

Lebih disayangkannya lagi, jika pelanggan berhenti berlanggan IndiHome, maka BUMN telekomunikasi itu ternyata juga mencabut jaringan telepon rumah.

Menurut VP Consumer Marketing and Sales Telkom, Jemy V. Confido, pencabutan jaringan telepon secara otomatis bagi pelanggan IndiHome yang memutuskan berhenti langganan ini memang benar adanya.

“Memang ada kendala teknis karena layanan voice-nya over data,” kata Jemy kepada CNNIndonesia.

Dia menjelaskan bahwa teknologi serat optik yang diadopsi Telkom itu membuat layanan telepon rumah “ditumpangkan” di atas layanan data Internet. Teknologi data berbasis serat optik juga dipakai pada layanan Internet dan televisi berlangganan.

“Jadi begitu Internet-nya disetop maka voice-nya tidak bisa lewat,” tukasnya.

Jemy pun berkata bahwa pihak Telkom kini tengah menyiapkan solusi agar layanan suara atau telepon rumah tetap bisa terpakai kendati pelanggan berhenti berlangganan layanan Internet dan televisi.

(Vetra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.