Keranjang Parcel Bambu Tasikmalaya Diminati Warga Brunei dan Malaysia

  • Whatsapp

Tasikmalaya.-Sejumlah pengrajin Keranjang Parcel Bambu di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjelang hari raya lebaran 1436 H,panen order.Pesanan bukan hanya dari kota-kota besar di Indonesia saja,melainkan datang dari negara tetangga, Malaysia dan Brunei.

Kang Tholib (65), salah seorang pengrajin anyaman bambu asal Kampung Nanggorak, Desa Jaya Mukti, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. menjelang dua pekan Lebaran, pesanan terus berdatangan dari berbagai kota besar, seperti Bandung, Jakarta, Medan, dan Jambi. pesanan pun hingga mencapai puluhan ribu set.

Muat Lebih

Tholib dan puluhan perajin lainnya hanya mampu memproduksi sebanyak 300 s/d 500 set keranjang parsel anyaman bambu. “Ini saya mengerjakan pesanan dari Malaysia dan Brunei. Biasanya, menjelang Lebaran seperti sekarang, pesanan meningkat sampai 80 persen,” katanya.

Apalagi, keranjang parsel asal Kabupaten Tasikmalaya ini telah terkenal ke berbagai daerah di Indonesia. “Keranjang asal Singaparna, Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya ini telah dikenal di mana-mana. Soalnya banyak dipasarkan di berbagai daerah. Namun disayangkan, banyak yang klaim oleh daerah lain, seperti Kota Tasikmalaya, padahal dibikinnya hanya di sini, di Leuwisari,” kata Tholib.

Dalam pemasarannya, dia mnegaku masih terkendala,terutama untuk mengekspor langsung ke luar negeri, sebab dirinya tidak memiliki surat-surat legalitas pemasaran ke luar negeri (ekspor), kata Tholib. Hal itu menjadi kendala bagi perajin anyaman di wilayahnya untuk mengembangkan usahanya selama ini.

Sejak puluhan tahun menekuni usaha ini, tetapi pengembangan usahanya masih tetap jalan di tempat dengan alasan sulitnya membuat perizinan dari birokrasi setempat.Sedangkan untuk bahan baku anyaman tak ada masalah. ” Tapi, yang sulit itu cari permodalan dan perizinan.

“Jadi, kalau mau ekspor seperti ini harus melalui toko atau perusahaan lain yang bisa ekspor,” kata dia.Ramainya order anyaman parsel dari bambu khas Kabupaten Tasikmalaya ini,karena memiliki keunikan tersendiri dan bahannya dari bahan alami sehingga produk yang dihasilkannya ini banyak diminati, kata Tholib.

Bahkan, selain menjelang Lebaran pun pesanan selalu datang dari para pengepul asal Jakarta dan Bandung. Mereka datang langsung ke wilayah tersebut untuk memesan keranjang bambu. “Untuk satu set keranjang parcel rata-rata iya patok harga Rp. 30 ribu-hingga Rp. 40 ribu kalau (beli) di sini langsung di perajin. Namun, kalau dijual di toko pasti akan lebih dari harga segitu,” kata Tholib. __****__

Pos terkait