Usut Tuntas Kasus Bansos Kota Banjar

  • Whatsapp

Tasikmalaya- Tidak ada alasan bagi pihak penegak hukum Kota Banjar, untuk tidak melakukan pemanggilan dan penyidikan terhadap orang-orang yang diduga terlibat kasus hibah Bansos 2013,demikian Bambang SH pakar hukum dan pengacara senior asal Kota santri Tasikmalaya.

Pihak Penegak hukum ,baik itu Kepolisian dan Kejaksaan jangan takut dalam menegakan supermasi hukum.Siapapun yang terlibat harus diproses sesuai aturan hukum, meskipun yang terlibat mantan walikota maupun anggota dan mantan anggota DPRD Kota Banjar,kata Bambang

Muat Lebih

Bambang mengingatkan,kasus dugaan korupsi dana hibah Bansos yang terjadi tahun 2013,sangat menghebohkan masyarakat luas.Penanganan kasusnya jangan sampai ada kesan tebang pilih atau menerima pesanan dari seseorang.Polres maupun Kejaksaan Kota Banjar dalam mengungkap kasus yang merugikan negara miliarn rupiah itu harus lebih serius,kata Bambang.

Bambang kuasa hukum tersangka AI mantan anggota DPRD Kota Banjar dari fraksi “Hanura” mengatakan,kasus dana bansos tidak mungkin hanya dinikmati oleh kliennya saja atau segelintir anggota DPRD.Diduga semua anggota DPRD priode 2013 ikut menikmati dana Bansos per orang nya Rp. 200 juta, ” katanya.

Bambang, menduga dalam penanganan kasus bansos ada pihak yang diselamatkan dan dikorbankan. Padahal kasus dana bansos itu pertama kali mencuat di Daerah Pemilihan Kecamatan Banjar yang diduga melibatkan Ketua DPRD Banjar Dadang R Kalyubi dan Sudarsono.Kedua orang tersebut adalah orang dekat mantan walikota.

“Dalam kasus ini malah yang dikorbankan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Kecamatan Pataruman, kok dalang KKN nya ga tersentuh,” kata Bambang prihatin. “Jadi tidak ada alasan, bagi penegak hukum di Kota Banjar tidak dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap mantan Walikota dr. Herman.

Termasuk belasan mantan maupun yang masih menjadi anggota DPRD sekarang, apalagi sudah beredar rekaman tentang dugaan rekayasa pengalihan kasus itu. Lucunya pula ada penyidik Polres Kota Banjar yang mengatakan, agak sulit melakukan pengungkapan kasus hibah Bansos di Kota Banjar.

Sementara penyidik dapat menetapkan kleinnya dan 5 orang mantan anggota DPRD lainnya jadi tersangka dan dijebloskan di Lapas Kota Banjar.Padahal ada puluhan anggota DPRD lainnya yang masih duduk menjadi anggota DPRD Kota Banjar,belum tersenuth hukum. Termasuk ada sejumlah pejabat yang terlibat langsung dalam penggodokan dana hibah bansos itu masih bebas,kata Bambang heran.

“Kalau hukum mau ditegakan secara transparan, seharusnya semua orang yang diduga terlibat, seperti adanya laporan dari masyarakat, baik itu LSM maupun dari pihak lainnya, seharusnya ditindak lanjuti secara profesional oleh pihak penegak hukum Kota Banjar, Jawa Barat, katanya. _****_

Pos terkait