Belum ada Koruptor di Ciamis yang Dibui, Dana KONI Miliaran Menguap

  • Whatsapp
rumah sakit dadi keluarga ciamis
karyawan rumah sakit dadi keluarga ciamis foto istimewa

CIAMIS – Penegakan hukum di Tatar Galuh Ciamis terkesan melempem. Buktinya hingga kini belum ada kasus korupsi besar yang berhasil menjerat koruptur. Contohnya kasus korupsi Stadion Lokasana berkahir tak jelas. Dan yang lebih baru uang miliaran yang dikelola Komite Olahraga Nasional menguap begitu saja.

Hal itu dikemukakan sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Ciamis dan mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAID) kepada 4Bintanges.com. “Makanya kami mendesak Kejaksaan Negeri mengaudit keuangan KONI Kabupaten Ciamis. Sebab kami mencium ada praktik penyalahgunaan anggaran ujar Pembina GMNI Dani Ramdani.

Muat Lebih

Dia mengatakan, alokasi dana KONI yang merupakan hibah bupati tahun anggaran 2012, 2013 dan 2014 untuk jumlahnya lebih dari Rp 10 Miliar. Anehnya, dana sebesar itu tak sebanding dengan prestasi olahraga di Kabupaten Ciamis. “Saat Porda tahun 2014 saja, prestasi Ciamis merosot tajam, Ini aneh dipake apa saja uang sebesar itu,” katanya.

Dani mengatakan, para aktivis mahasiswa, siap memberi data-data ke kejaksaan jika diperlukan untuk pengusutan. “Pokonya masyarakat siap mendukung kejari. Data pun kami punya,” tuturnya.
Menurutnya, Kejari harus berani mengungkap korupsi di Ciamis agar masyarakat puas dan percaya terhadap penegak hukum. Hal Senada dikemukakan Persiden mahasiswa IAID Ciamis Dede Ahmad Ramdani. Dia mendesak kejaksaan melakukan investigasi atas penggunaan dana yang diterima KONI dari APBD dan APBN. Dia menduga ada sejumlah dana yang diselewengkan pengurus komite olahraga itu. Indikasi itu dilihat dari menurunnya prestasi atlet Ciamis di ajang Porda Jabar XII.
Dia menjelaskan, tahun 2013 KONI pernah mendapat dana Rp 1,5 miliar dari APBD perubahan. Sedangkan di tahun 2014 merek mendapat alokasi dana sekitar tiga miliar rupiah. “Maka dari itu kami menuntut supaya kejari bisa bersikap tegas,” tandasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis Handoko Setyawan SH MH mengapresiasi sikap kritis mahasiswa. Dugaan penyelewenangan yang disampaikan akan diselidiki lebih dahulu. “Jangan dulu suudzon, karena kita baru bisa menduga saja. Tentunya, kejaksaan berkomitmen mengusut korupsi di Ciamis ini,” katanya.***