Diduga RSB UMMI Tasikmalaya Sunat Uang BPJS Pasien

  • Whatsapp

Tasikmalya.-Rumah Sakit Bersalin (RSB) UMMI Tasikmalaya diduga menyunat Rp 10 juta lebih uang klaim biaya persalinan Ny.Siti Fajriah (30) warga Cipedes Kota Tasikmalaya. Pihak BPJS Kota Tasikmalaya mengaku sudah membayar klaim sebesar Rp 13,12 juta lebih,namun pihak rumah sakit hanya memberikan Rp 2,3 juta lebih.

Menurut Rivan Perdana (30) suami Ny Siti Fajriah,mengatakan dari data sistem Ina CBGs (Indonesia Case Base Groups) menunjukan biaya persalinan operasi cesar dan kuret yang diklaim RSB UMM sudah dibayarkan pihak BPJS.

Bacaan Lainnya

Pembayaran klaim dibagi tiga tahap,yakni tanggal 20/6/2014 sebesar Rp 5.586.241, tanggal 26/6/2014 Rp 1.995.789,dan 26/6 Rp 5.545.546 total Rp 13.127.546.Rincian tersebut dapat dilihat di sistem Ina CBGs,papar Rivan

Sementara dalam kuitansi biaya tertulis biaya yang ditanggung BPJS sebesar Rp 2.310.494. Pihak RSB UMMI tidak mau memberi rincian berapa hak pasien dari BPJS.Setiap kali diminta rincian berapa besaran uang yang ditanggung BPJS,RSB UMMI selalu menolak.

Setelah kasusnya mencuat di media 4bintanges,pihak RSB UMMI mengajak damai melalui securitynya yang mengaku bernama Wawan.”kata Wawan,Saya diundang dr Empud untuk berdamai,tapi jangan bawa wartawan,” lanjut Rivan

dr.James di Kantor BPJS Tasikmalaya kepada 4bintang mengatakan,sebaiknya kasus ini jangan dilaporkan dulu ke polisi,nanti kalau salah prosedur uang klaimnya akan dikembalikan ke pemerintah.”Saya minta agar menunggu satu dua hari untuk melakukan pengecekan,”pinta dr James.

Menurut Dani Hasanudin,koordinator SIRI Jawa Barat,ancaman dr James yang mengatakan akan menegembalikan uang klaim pada pemerintah sungguh tidak masuk akal.Kalau salah prosedur kenapa klaim dibayarkan pada RSB UMMI,tanya Dani.

Diduga kasus seperti yang menimpa Ny.Siti Fajriah bukan yang pertama kali terjadi di RSB bersangkutan dan diduga BPJS Tasikmalaya ikut bermain.Sebaiknya pihak Rivan melaporkan kasus dugaan penggelapan ini ke polisi,agar bisa diungkap penyelewengan lain yang terjadi di instansi itu,tegas Dani.****Erwin****

Pos terkait