Inilah Catatan Perjalanan Warga Tasik ke Suzhou Tiongkok

  • Whatsapp

Warga Tasikmalaya Santoso Tanuwidjaya melakukan perjalanan wisata ke Tiongkok, Berikut catatanya.

Kata orang jangan lupa mampir ke Suzhou bila berkunjung ke negri tirai bambu. Jadi saya mampir ke kota Suzhou, yang konon katanya kota tercantik diTiongkok (tidak menginap), karena disini kota kecil dan pada malam hari tidak ada yang bisa dilihat.

Muat Lebih

So saya naik subway menuju ke Shanghai Railway station CNY 2. Di kota Shanghai ada 3 stasiun Railway, jadi hati hati jangan sampai salah stasiun.

Saya lupa exit dari pintu berapa, yang pasti tidak sulit mencapai railway stasiun. Dari pintu masuk gedung, langsung scan baggage.
Shanghai railway besar sekali, masuk kedalam terlihat 2 billboard besar di samping kiri dan kanan tangga dan eskalator, mengumumkan skedul dan ruang tunggu kereta.

Jadi kebayang gedenya stasiun di Beijing Railway and penuh sesaknya orang, yang pasti lebih besar dibandingkan Shanghai Railway.
Naik kereta di Shanghai, memang penumpanganya padat tapi tidak seperti di Beijing (mungkin ibu kota, jadi aksesnya lebih banyak).

Kami naik kereta jam 07.00 – G7002 (fast train), perjalanan hanya 25 menit harga tiket (PP) CNY 80. Ini contoh tiket dan cara melihat informasi di tiket KA, nomor gerbong dan nomor kursi.

Didalam stasiun ada beberapa ruang tunggu, yang luar biasa besarnya, bisa menampung 1000 orang per ruangnya. Banyak wanita setengah baya yang menjual peta tempat tujuan, dan ada yang menjual tur wisata.

Sebelum menuju ke ruang tunggu, kami mampir ke salah satu toko retail beli air minum dan roti. Kereta board on time, 15 menit sebelum kereta board akan ada pengumuman, bila tidak bisa bahasa mandarin lihat saja papan pengumuman di gate.

Sebelum masuk ke peron, tiket dimasukkan ke mesin (seperti naik kereta di Taichung – Taiwan), jangan lupa ambil kembali tiket. Lalu turun tangga (no elevator) menunggu kereta datang.

Keretanya bersih, terang, nyaman, lapang, luas, seperti kereta super cepat yang saya naiki di Taiwan. Diatas tempat duduk penumpang (sebelah jendela) ada tempat untuk menaruh bawaan (mirip di MRT Singapura, di MRT Beijing tidak ada tempat taruh tas diatas kursi penumpang). Suara kereta juga halus, jalan kereta juga mulus, jadi rekomendasi naik kereta di China.

Didalam kereta saya sempat tertidur sampai terdengar pengumuman bahwa kereta akan sampai di Suzhou, saya terbangun. Turun kereta tidak perlu terburu buru, karena tidak semua penumpang turun.

Stasiun Kereta api Suzhou tidaklah besar. Tiket kereta kembali dimasukkan ke dalam mesin. Disini saya jalan terus aja (tiket tidak saya ambil, abis lama nunggunya), seharusnya tiket harus diambil. Kalau kalau ada pemeriksaan karcis, tujuannya supaya tidak ada penumpang gelap.
Kalau tidak bisa menunjukkan karcis, akan didenda.

Pos terkait