4 Anak SD di Garut Diserang Tawon, Satu Orang Meninggal

  • Whatsapp

GARUT, JP.COM – Armi Fauzi (11), siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut meninggal dunia setelah diserang odeng (tawon)Jumat (20/11/2019). Ada tiga korban yang dibegal tawon, mereka kini sedang dalam masa pemulihan. Korban yang masih dirawat adalah Saeful Ulum (13), Muhammad Rizki (13), dan adik Armi bernama Elzar (10), mengalami luka sengatan.

Informasi yang dihimpun jurnalpriangan.com dari warga menyebutkan, peristiwa naas itu sebearnya terjadi pada Rabu (18/11/2019) saat keempat anak tersebut main-main dengan sarang tawon di atap salah satu rumah warga. Kebetulan rumah yang ada sarang tawonnya itu berada di dekat masjid, lantas mereka naik ke lantai satu masjid membongkar sarang tawon tersebut.

Muat Lebih

Mereka menggunakan kayu panjang. Saat kayu mengenai sarang, tawon-tawon pun langsung menyerang keempat anak tersebut. “Waktu kejadian, kami lagi pengajian. Anak-anak mungkin iseng mengusik sarang tawon. Mereka lumayan parah terkena sengatan,” kata warga, Tahlan Siabudin.

Kakak korban, Inggit mengatakan, sebelum serangan tawon, dia melihat adiknya dan tiga temannya di dekat lokasi kejadian. Saat itu dia melihat keempatnya membawa kayu panjang yang digunakan untuk menghalau tawon.

“Saya lihat bertiga di atas, satu di bawah. Saya tanya mereka ngapain, tapi mereka menjawabnya tidak jelas, mungkin karena takut dimarahin. Terus saya ke rumah dan tidak lama dapat kabar dari warga kalau anak-anak disengat tawon,” kata Inggit.

Setelah serangan tawon berhenti, anak-anak sempat berkumpul di posyandu dan dibawa berobat ke Puskesmas Bayongbong. Korban sempat diberikan obat-obatan tradisional karena banyak sengatan tawon di kepala, badan, tangan dan kakinya.

“Dikasih pakai gula sama asem, terus dimandiin, habis itu langsung ke dokter. Kata dokter kalau mereka ada sesak, langsung aja dirujuk ke RSU,” ujarnya.

Malam harinya, korban sempat seperti mengalami demam dan gelisah. Namun, korban mengaku tidak merasakan sakit. Keluarga yang khawatir akhirnya membawa Armi ke RSUD dr Slamet Garut hingga akhirnya meninggal di sana.

“Kata mama yang ikut ke rumah sakit, Armi sesak napas dan harus diberi bantuan oksigen. Habis itu dia muntah-muntah dan kondisinya kritis sebentar. Setelah itu, Armi sudah enggak ada (meninggal dunia),” kata Inggit dengan nada sedih. (ary)

 

Pos terkait