Inilah 6 Juragan Bus yang Jadi Walikota atau Bupati

  • Whatsapp
tarif bus budiman
tarif bus budiman

JURNALPRIANGAN.COM- Pengusaha angkutan yang terjun ke dunia politik ternyata bukan hanya di Tasikmalaya . Dari data yang dirangkum jurnalpriangan.com dari berbagai sumber. Ada enam kepala daerah yang awalnya dari pengusaha bus. Jika Azis Rismaya Mahfud terpilih jadi Bupati Tasikmalaya pada Pilkada 2020 mendatang, akan menambaah daftar pengusaha bus yang jadi kepala daerah.

Berikut ini Enam Pengusaha Bus yang jadi Kepala Daerah

Muat Lebih

1.Budi Budiman Walikota Tasikmalaya

Meskipun Budi Budiman belakangan bukan bagian dari Grup Mayasari, tapi pada Pilkada 2011 Budi Budiman diusung oleh Keluarga Besar Mayasari Grup. Bahkan Budi Budiman pernah menjadi salah satu owner PO Doa Ibu. Dia juga bagian dari manajemen bus Primajasa. Kalangan pejabat dan umum saat itu mengetahui bahwa Budi Budiman adalah pengusaha bus.

Siapakah Budi Budiman? Pria ini lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 27 April 1965 adalah seorang Pengusaha yang handal dan teruji, Bahkan saat itu Amir Mahfud menyebut Budi Budiman orang terbaik. Inilah kisah Budi Budiman dari pengusaha jadi walikota Tasikmalaya.

Sebelum jadi pengusaha Budi Budiman adalah guru di SMA Negeri 1 Tasikmalaya sejak tahun 1989. Namun profesi guru ini harus dia lepaskan karena kesibukannya mengelola usaha. Dia pun kemudian mengelola usaha di bawah naungan Mayasari Grup sejak 1995. Jiwa pendidik ini yang melekat dalam gaya kesehariannya yang bersahaya, santun dan kebapakan. Walau harus bergelut dalam eksotisnya dunia usaha dan oportunisnya dunia politik.

Suami dari Dra. Hj. Eti Atiah ini memang dikenal ulet dan memiliki komitmen yang tinggi dalam bekerja, pantang menyerah, memiliki visi jauh kedepan dan pola kepemimpinan yang demokratis. Sehingga dengan itu semua Budi Budiman berhasil dan dipercaya memimpin dan menggerakkan puluhan perusahaan dan memimpin beberapa organisasi profesi, sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

Bapak dari empat putri dan dua putra ini adalah sosok ayah yang penuh perhatian kepada keluarga dalam membimbing dan membina keluarga yang tergolong besar menjadi keluarga yang solid dan harmonis,sakinah mawaddah warahmah dan menjadikannya sebagai fondasi spirit perjuangan dan pengabdian hidup di masyarakat Kota Tasikmalaya. Keluarga baginya adalah inspirasi dan motivasi dari perjuangan dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya, dan penghibur dikala kejenuhan dan kendala menimpa gerak langkahnya.

Karier usaha Budi Budiman dimulai sebagai Pengusaha Angkot, pernah juga menjadi pedagang beras selanjutnya dipercaya memegang dealer Suzuki di Tasikmalaya hingga kemudian dipercaya memegang kendali atas beberapa perusahan di bawah Group Mayasari.

Berkat  tangan dinginnya perusahan-perusahan tersebut mengalami perkembangan yang signifikan. Budi Budiman dikenal sebagai entrepreneur yang sukses dan sekaligus sebagai intrapreneur yang efektif. Kini usahanyapun berkembang ke berbagai sektor Otomotif, properti dan konstruksi diantaranya.

Disamping kesibukannya sebagai Pebisnis dan Eksekutif di beberapa perusahan, Budi Budiman aktif di berbagai organisasi profesi, sosial dan keagamaan. Diantaranya Organda Tasikmalaya, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), BAZ Kota Tasikmalaya, Panitia Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya dan lain sebagainya. Dalam pandangannya, aktivitas sosial kemasyarakatan tersebut merupakan tuntutan dan pemenuhan kewajiban atas kepeduliannya terhadap masyarakat dan umat.

Budi Budiman berkiprah juga di bidang pendidikan dengan menjadi ketua Yayasan Islam Bojong yang mengelola beberapa lembaga formal dan informal, Lembaga Pendidikan LP3I Tasikmalaya yang dibawah pengelolaannya berkembang pesat menjadi salah satu Lembaga Pendidikan yang sangat diminati masyarakat, sehingga beliau di tasbihkan sebagai pengelola LP3I terbaik Se-Indonesia pada tahun 2010 yang lalu.

Tahun yang sama pula Budi Budiman mendirikan dan mengetuai STT YBSI Tasikmalaya. Ini merupakan cerminan dari kepeduliannya meningkatkan sumber daya manusia dalam rangka mendidik anak bangsa yang bekualitas dan mandiri.

Di bidang keummatan dan keagamaan, beliau bergiat dalam permasalahan pengelolaan zakat dan memasyarakatkan sistem ekonomi syariah yang peluangnya masih sangat terbuka untuk dapat bersanding dengan sistem ekonomi konvensional. Hal itu dilakukan dengan aktif di Mayarakat Ekonomi Syariah Kota Tasikmalaya, menjadi Komisaris di BPRS sebagai implementasi dari sistem keuangan syariah serta membuat program mayasari peduli jompo yang bekerjasama dengan BAZ Kota Tasikmalaya. Disisi spiritual keagamaan Budi mendirikan Masjid Attiyah dan mengadakan berbagai kegiatan di dalamnya. Peraih penghargaan Honoris Police ini, telah berhasil menyelesaikan proyek

Pembangunan berbagai tempat yang menjadi icon dan landmark Kota Tasikmalaya, seperti Masjid Agung Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk, Bale Kota, dan Mayasari Plaza.

Budi Budiman memulai karier politiknya dengan menjadi pengurus DPC PPP Kota Tasikmalaya. Pada Pemilukada 2007 , Budi menjadi Calon walikota yang berpasangan dengan dr. Wahyu Sumawijaya dari Partai Demokrat untuk Wakil Walik tapi kalah, Dan pada Pilkada 2011 Budi berpasangan dengan pengusaha bus juga yakni Dede Sudrajat dan menang mengalahkan incumbet saat itu Syarief Hidayat. Dan pada Pilkada serentak 2017 Budi masih merupakan calon kuat

2, Ir. H. Dede Sudrajat, MP

Dia adalah putra kedua pengusaha bus Budiman H Saleh Budiman (almarhum), lahir di Tasikmalaya, 23 Maret 1963 (48 Tahun). Dia dikenal sebagai pribadi santun.

Masa kecilnya memang di Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya, SD dab SMPN Gunungtanjung di Tahun 1979. Masa keciilnya dihabiskan di pesantren. Bahkan sampai sekarang, suami dari Dra. Hj. Iyan Rohmulyana ini lebih akrab disebut muridnya almarhum Mama Maniis, seorang Ulama Tasawuf kenamaan Tasikmalaya.

Selepas SMP, Dede melanjutkan ke SMA Islam Cipasung Singaparna. Di pesantren yang didirikan Tokoh Besar Nahdlatul Ulama, Alm. KH. Ruhiyat inilah, Dede kembali bergelut dalam ilmu Islam. Selepas dari Cipasung, Dede kuliah di Universitas Siliwangi Fakultas Pertanian hingga meraih gelar Magister Pertanian.

Kiprah politiknya dimulai tahun 2007. Saat mencalonkan diri menjadi wakil walikota bersama H. Syarif Hidayat. Dan pasangan ini mampu mengalahkan incumbent H Bubun Bunyamin. Selama menjabat Wakil Wali Kota periode 2007 – 2012, Dede juga aktif di Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya, Ketua Umum DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

3. Danar Rahmanto

Danar Rahmanto kini menjadi bupati Wonogiri. Danar Rahmanto sukses memenangi pilkada pada tahun 2010 dan memimpin kota Wonogiri hingga 2015. Sebelum menjadi bupati, Danar Rahmanto owner PO Timbul Jaya yang melayani trayek Wonogiri-Jakarta. Dalam perjalannya selama pilkada Danar Rahmanto bersaing dengan Sumaryoto owner PO. Gajah Mungkur, namun Danar Rahmanto memenangi pilkada tersebut.
Profil Danar

Nama : H. Danar Rahmanto
Tempat tgl lahir : Wonogiri, 10 juli 1965
Alamat : Dusun Kenteng rt 03/iii desa ngadirojo kidul kec. Ngadirojo wonogiri
Jenis kelamin : laki-laki
Agama : islam
Status perkawinan :kawin
Istri : tabita marantika
Anak : 3 orang

Riwayat pendidikan : sd negeri 1 ngadirojo (1977)

Smp negeri 1 wonogiri (1981)
Smu negeri 3 yogyakarta (1984)

pengalaman organisasi :

1. Ketua organda kab. Wonogiri 1999 s.d. Sekarang
2. Ketua kadin kab.wonogiri 2005 s.d. 2010
3. Ketua hipmi (himpunan pengusaha muda indonesia) kab wonogiri
4. Ketua gema desa kab.wonogiri
5. Ketua 1 apindo (asosiasi pengusaha indonesia) kab. Wonogiri

Dirut PO . Timbul jaya

4. Idza Priyanti

Idza Priyanti merupakn seorang bupati Brebes Jawa Tengah. Idza sukses memenangi pilkada pada tahun 2012 dan menjadi bupati wanita pertama di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Bupati wanita Brebes ini sebelumnya sudah menjadi salah satu pengusaha bus di kota Tegal bernama PO. Dewi Sri. Berdasarkan riwayat hidupnya beliau sebagai putri pasangan pengusaha Ismail dan Rukhayah yang memiliki PO Dewi Sri dan belaiu meneruskan bisnis dari orang tuanya. Idza pun sempat mengelola bisnis bus Dewi Sri yang banyak melayani trayek seputar Brebes, Tegal dan juga Tegal-Jakarta.

Idza Priyanti dilantik sebagai bupati pada 4 Desember 2012 setelah memenangi pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Brebes. Dia dilantik bersama pasangannya, Narjo sebagai wakil bupati.

Ibu tiga anak ini asli keturunan orang Brebes dia sangat tertarik untuk ikut memajukan Kabupaten Brebes.
Walaupun Idza dilahirkan di Pesurungan kulon, akan tetapi dia bergolak ketika melihat kondisi Kabupaten Brebes yang selalu kalah dibandingkan kabupaten Lain. Melihat kondisi itulah maka Idza memutuskan untuk ikut berkompetisi dalam pemilihan calon bupati dan wakil bupati periode 2012-2017. Dan dia

Keinginan Idza untuk memajukan Kabupaten Brebes bukanlah tanpa alasan. Dia adalah seorang wanita yang sukses. Selain sukses sebagai ibu rumah tangga juga sukses dalam mengelola sebuah perusahaan. Sejak 10 bulan yang lalu beliau telah bersosialisasi ke masyarakat Kabupaten Brebes dan itu akan terus dilakukan.
Karena kinerjanya memuaskan masyarakat, Idza Priyanti dan wakilnya Narjo, dilantik kembali menjadi bupati Brebes untuk masa jabatan 2017 – 2022.

Idza – Narjo menjadi Bupati dan Wakil Bupati Brebes setelah mengalahkan lawan calon Suswono (PKS)- Mustaqie

5. Ikmal Jaya

 

H. Ikmal Jaya, SE, Ak (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 14 Juli 1973; umur 46 tahun) adalah pengusaha dan wali kota Tegal yang menjabat pada periode 2009-2014.

Jaya adalah pasangan H. Ismail AD dan H. Rokhayah, dibesarkan di Tegal dalam lingkungan religius. Ia menikah dengan Hj. Rosalina, yang berasal dari Pangkalpinang. Ikmal Jaya telah dikaruniai 3 orang anak, yaitu Anis Serliga (lahir 7 September 1996), Muhammad Reksa (lahir 27 Juni 2000), dan Sakinah Mazidah (

Riwayat Pendidikan
Ia menjalani pendidikan dasarnya di SD Ikhsaniyah 2 Tegal (lulus 1985), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 3 Tegal (lulus 1988) dan SMA Negeri 1 Tegal (lulus 1991). Ia lalu belajar akuntansi di Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta (lulus 1994) dan Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi pada Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Karier pengusaha

Pada 2003, Ikmal Jaya melihat peluang yang sangat terbuka untuk mengembangkan usahanya di bidang transportasi di Jakarta. Salah satu keberhasilannya mengelola bus angkutan Bumi Serpong Damai (BSD), Kemang Pratama, Lippo Karawachi, Bintaro Jaya dan Bukit Sentul, armada angkutan ini, pada perkembangannya menjadi cikal bakal Feeder Bus yaitu bus yang berfungsi memasok penumpang Bus Trans Jakarta (TJ)., di bawah PT. Wifend Dharma Persada di mana Ikmal Jaya juga bertindak sebagai direktur utama. Ia juga menjadi direktur utama P.O. Dewi Sri.[

6. Mukti Agung Wibowo

 

Di kancah dunia politik Mukti Agung Wibowo merupakan wakil dari bupati Pemalang Jawa Tengah. Mukti Agung Wibowo sukses memenangi pilkada di kabupaten Pemalang pada tahun 2010. Mukti Agung Wibowo juga masih saudara dengan bupati Brebes dan bupati Tegal yang juga meru)pakan putra pasangan pengusaha Ismail dan Rukhayah yang memiliki PO Dewi Sri. Dalam perjalanan kariernya beliau pernah menjadi direktur dari PO. Dewi Sri. Jadi keluarga PO. Dewi Sri selain sukses dalam menjalankan usaha dibidang otobus juga sukses di kancah politik terbukti 3 saudara kandung sukses menjadi pemimpin daerah di area Pantura Jawa Tengah.

(revan/berbagai sumber)

Pos terkait