Main Sulap Berujung Nestapa, 14 Hari Paku Bersarang di Paru-paru Siswa SMP

  • Whatsapp

PANGANDARAN, JP.COM: Deni (13) memang punya keahlian main sulap. Namun hari itu atraksi sulap siswa SMP Negeri 2 Parigi Kabupate Pangandaran tersebut berujung petaka, saat unjuk kebolehan nelan paku malah pakunya tertelan.

Pada Rabu (13/11) paku mirip pin untuk styrofoam DN masukkan ke mulut. Sejurus kemudian, ia julurkan lidah dan bilang paku itu raib. Namun tiba-tiba seorang temannya tak sengaja menginjak kaki DN. Seketika DN menjerit kesakitan. Paku yang tersimpan di mulut DN tertelan. Paku yang tertelan DN merupakan sisa-sisa kegiatan program Sekolah Sehat. Paku dengan kepala warna-warni itu biasanya digunakan untuk menempelkan kertas pada lembar styrofoam. Sebagian orang menyebutnya paku majalah dinding (mading).

Sebanarnya guru SMPN 2 Parigi berkali-kali mengingatkan DN agar tidak main atraksi sulap karena berbahaya. Bahkan wal”Beberapa hari sebelum kejadian, dia sempat diperingatkan oleh wali kelasnya agar jangan bermain-main dengan paku,” kata Muslihin, kepala SMP Negeri 2 Parigi, Kamis (28/11).

“Anak itu memang suka bermain sulap-sulapan atau akrobat,” Muslihin menambahkan.

DN sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun karena penyakitnya tak bisa ditangani dokter Puskesma merujuk ke RSUD Banjar. Tapi RSU Banjar pun merujuk lagi ke RSHS Bandung. Dari hasil endoskopi di RSHS, posisi paku tidak terdeteksi. Tapi paku akhirnya ditemukan bersarang di organ paru-paru,” kata Yuli, guru UKS SMPN 2 Parigi.

Yuli menjelaskan bocah tersebut sudah dioperasi pada Rabu (27/11). Paku yang bersarang selama 14 hari itu dikeluarkan dokter dari tubuh DN.

“Alhamdulillah akhirnya paku berhasil diangkat. Tentu kami merasa lega, apalagi dikabarkan kondisi Deni pascaoperasi relatif stabil,” ujar Yuli.

Paku yang tertelan DN merupakan sisa-sisa kegiatan program Sekolah Sehat. Paku dengan kepala warna-warni itu biasanya digunakan untuk menempelkan kertas pada lembar styrofoam. Sebagian orang menyebutnya paku majalah dinding (mading).

Kepala SMPN 2 Parigi Muslihin sedang paku telah berhasil diangkat, kini Deni belum masuk sekilah dan bersama keluarga sedang memfokuskan kesembuhan. Mengenai DN yang kerap bermain sulap-sulapan atau atraksi, Muslihin mengatakan boleh jadi hal itu minat atau bakatnya.

“Mungkin mau jadi pesulap atau pemain debus,” ujar Muslihin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki membantah telah menelantarkan bocah yang tak sengaja menelan paku, pihaknya turun tangan membantu keluarga pasien. “Jadi bukan ditelantarkan, tapi menunggu daftar antrean untuk menjalani operasi. Pasien di sana (RSHS) kan banyak,” kata Yani membantah kabar DN telantar di RSHS. (yan)