Tukang Tambal Cantik Ini Viral, Lulus Kuliah dengan IPK 3.81 dan Jago Bahasa Inggris

  • Whatsapp
tambal ban di garut
foto detik.com

GARUT,JP.COM:-Irma Tri Resmiawati, warga Garut, Jawa Barat, jadi bahan pembicaraan warganet. Mahasiswi ini ternyata pintar, Ia menyelesaikan kuliah dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang hampir sempurna, yakni 3,81 . Irma memang baru lulus kuliah Diploma 1 di Akademi Pariwisata Nasional Indonesia (Akparindo) Bandung.

“Alhamdulillah, kuliah lancar. Saya ambil D1 jurusan Perhotelan jadi hanya satu tahun. Tapi cukup berkesan,” ujar Irma dilansir detikcom, Selasa (19/11/2019).

Muat Lebih

Pengalaman bisa berkuliah tersebut sangat berkesan bagi Irma. Sebab, Irma yang berasal dari keluarga sederhana, sebelumnya bekerja sebagai tukang tambal ban.

Beasiswa yang didapat Irma untuk berkuliah diiringi dengan torehan prestasi. Dia menyelesaikan dua semester kuliah dalam waktu satu tahun. Dua semester tersebut mampu ia lewati dengan meraih rata-rata nilai tertinggi dari 15 mata kuliah.

“Alhamdulillah dari 15 mata kuliah saya dapat 13 nilai A dan 2 nilai B,” katanya.

Selepas lulus kuliah, Irma berniat untuk mewujudkan cita-citanya, yakni menjadi seorang pegawai di kapal pesiar. Bak gayung bersambut, kabarnya saat ini ia tengah dibidik salah satu perusahaan penyedia jasa kapal pesiar untuk bekerja di sana.

“Kemarin sempat ikut marlin test (tes bahasa Inggris untuk pelaut) dan dapat nilai 94,” ujar Irma.

Foto-foto Irma sempat viral tahun lalu. Pada April 2018 lalu, foto seorang tukang tambal ban perempuan ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Soalnya, profesi tambal ban biasanya didominasi oleh kaum adam. Wajar karena pekerjaan menambal ban kerap kali kotor-kotoran.

Kisah perempuan penambal ban asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, bernama Irma Tri Resmiawati (23) menjadi perbincangan. Irma menekuni profesi itu sejak 2 tahun lalu. Irma masih punya cita-cita. Ia ingin kuliah dan bekerja di kapal pesiar.

“Ya pengen jadi pelaut. Kerja di kapal pesiar,” kata Irma kepada detikcom di rumahnya, Jalan KH Hasan Arif, Banyuresmi, Garut, Senin (09/04/18).

Irma lulus sebagai penyandang nilai ujian nasional (UN) terbaik di SMK Ma’arif Cicalengka, Bandung pada 2013 lalu. Ia mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Cita-citanya yang ingin menjadi pelaut itu senada dengan keinginannya yang ingin mengelilingi dunia. Hal itu bukan tanpa alasan, Irma mengatakan cita-citanya itu akan ia gapai untuk membanggakan kedua orang tuanya.

“Saya ingin banggakan kedua orang tua saya. Biar tidak dipandang rendah. Saya ingin menunjukkan jika anak tukang tambal ban bisa menggapai cita-citanya,” ucap Irma.

Sebelum berprofesi sebagai tukang tambal ban, Irma juga sempat bekerja sebagai guru les Bahasa Inggris dan matematika bagi anak-anak sekolah dasar.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, saat ini Irma tengah berusaha mengumpulkan uang untuk bisa daftar kuliah. “Itu (cita-cita) yang mendorong saya untuk kuliah. Setahun belakangan saya menabung buat bisa kulliah,” ungkapnya.

“Tapi apapun profesinya, yang penting saya ingin buat orang tua saya bangga dan bahagia. Saya ingin bantu mereka,” katanya. (ari)