4 Fakta Buruk RSUD dr Soekardjo Tasik: Banjir, Kirisis Obat, Mati Lampu sampai Disegel KPK

  • Whatsapp
RSUD Tasikmalaya

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Tasikmalaya kebanjiran lagi, Sabtu (14/12/2019). Sejumlah pasien kelimpungan. Bahkan ada seorang ibu yang sedang melahirkan repot akibat banjir. Banjir tersebut disebabkan volume air di saluran yang berada di kawasan RSUD meluber. Saluran air itu muaranya ke sungai Cimulu Kecamatan Tawang.

Bukan hanya banjir, pelayanan RSUD dr Soekardjo juga kerap dikeluhkan pasien. Sepanjang tahun 2019, inilah fakta buruk RSUD kota Tasikmalaya.

Muat Lebih

1. Banjir tak Kunjung Selesai

Permasalahan banjir ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Pada Juni 2019 halaman RSUD tergenang banjir, banjir sampai selutut. Petugas rumah sakit menutup pintu masuk utama. Pengunjung hanya bisa keluar masuk harus melalui pintu samping ataupun belakang rumah sakit. Genangan air terlihat di blok klinik, loket obat, dan ruang pendaftaran.

Selain itu bekas ruangan anak bawah, ruangan rawat inap pasien nomor 5 dan 6 juga tergenang air setinggi betis orang dewasa. Terlihat seorang petugas menyelamatkan berkas-berkas di salah satu ruangan klinik.

Kasubbag Rumah Tangga RSUD dr Soekardjo Agus Prakoso m mengatakan, banjir yang terjadi di kawasan RSUD adalah banjr musiman akibat saluran air tersumbat. Kalau hujan tiba meluber. Selain di RSUD, genangan juga melanda sejumlah titik jalan seperti Jalan rumah sakit, Jalan Siliwangi, HZ Mustofa, Cikalang, wilayah Cikurubuk.

Yang terbaru, pasa Sabtu (14/12/2019) hujan yang mengguyur Kota Tasikmalaya dan sekitarnya membuat saluran air di sekitar RSUD tergenang. Kali ini air meluber sampai ke ruang perawatan 1 sampai ruang 7. Ketinggian air mencapai sekitar 50 centimeter. Pasien pun panik, berhamburan. Setelah air surut kondisi rumah sakit kumuh. Becek dan licin.

Pos terkait