Ada 12.291 Janda Muda di Garut, 35 % PNS

  • Whatsapp

Baca: Jumlah Janda di Tasikmalaya meningkat, Penyebabnya Selingkung

Dihyah mengatakan, jumlah gugatan cerai yang terdaftar jauh lebih banyak. Namun, pada akhirnya tak semuanya jadi diputus bercerai karena tak sedikit pula yang memutuskan mencabut gugatannya.

Muat Lebih

Bagi mereka yang berperkara, Penngadilan Agama biasanya memberikan bantuan hukum melalui pos bantuan hukum pengadilan. “Biasanya mereka dilayani pengacara masing-masing. Sementara kami tidak diperbolehkan menemui para pihak sebelum ada putusan,” ujar dia.

Dihyah menyatakan, ada tiga faktor besar yang menjai pemicu utama naiknya angka perceraian di Garut. “Sebenarnya ada banyak faktor lain seperti karena soal hukum (dipenjara), nikah muda, dan lainnya, tapi yang paling banyak ada tiga,” ujarnya.

Penyebab utama perceraian di Garut adalah perekonomian. Melemahnya ekonomi ikut berdampak pada keharmonisan keluarga rumah. “Tetapi kadang yang sudah PNS juga banyak yang daftar (cerai), padahal secara ekonomi, untuk di daerah, mungkin cukup,” ujarnya.

Data Pengadilan Agama mencatat, sejak 2016 hingga 2019, total kasus perceraian akibat persoalan ekonomi mencapai 5.713 kasus. “Paling banyak tahun 2017 mencapai 2.505 kasus,” ujarnya.

Penyebab kedua adalah adanya pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengadilan Agama mencatat, sejak 2016, faktor suami meninggalkan istri mencapai 3.011 kasus. “Paling banyak tahun lalu (2018) yang mencapai 1.791 kasus meninggalkan tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara di posisi ke tiga terbanyak adalah karena perselisihan atau percekcokan yang terus- menerus. Untuk penyebab ini, dalam tiga tahun terakhir, tercatat sebanyak 1.388 kasus.

“Kalau yang terus berselisih paling banyak tahun 2017 sebanyak 375 kasus,” ujarnya.(rez)

sumber pr