Tatang FH dan Adang Rosman Layak Diusulkan Jadi Nama Jalan Cisinga

  • Whatsapp

SINGAPARNA, JURNALPRIANGAN.com: Jalan Ciawi-Singaparna segera diresmikan. Jalan yang dirintis sejak lama dengan proses berliku-likunya itu belum punya nama. Meski warga sudah akrab dengan Jalan Cisinga, tapi nama tersebut menurut pemerintah belum klop. Ada usulan nama jalan itu mengambil nama mantan bupati Tasikmalaya.

Mencuat 4 nama masing-masing Uu Ruzhanul Ulum, Tatang Farhanul Hakim H Adang Roosman dan Wakil Bupati Dede S Uron. Ada juga beberapa nama pahlawan. Tapi sejumlah warga ingin tetap nama jalannya Cisinga saja. Seperi jalan Mangin Mangkubumi-Indihiang

Muat Lebih

Mantan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim justru mengusulkan nama Jalan Ciawi-Singaparna dari pejabat daerah yang sudah meninggal, seperti Mantan Bupati Tasikmalaya Adang Roesman atau Wakil Bupati Dede S Uron. Kedua tokoh tersebut punya andil besar merencanakan pembangunan jalan tersebut.

baca juga: Teror Kobra dan Kalajengking di Tasikmalaya

“Yang cocok justru kedua tokoh ini (Adang Roesman dan Dede S Uron, Red) dia punya peranan penting dalam pembangunan jalan ini,” kata Tatang kepada Radartasikmalaya.com Rabu (17/12)

Tatang tak memungkiri bahwa yang merealisasikan pembangunan jalan sepanjang sekitar 23 kilometer ini saat dirinya menjadi Bupati Tasikmalaya dua periode. “Prosesnya memang panjang, saat saya menjadi bupati rencana itu terwujud. Kami bertiga erencanakan dan merumuskan pembangunan jalan tersebut.

Kalau tidak mantan pejabat, kata Tatang penamaan jalan itu bisa menggunakan nama pahlawan di Tasikmalaya. Tapi yang belum namanya dipakai. Seperti diketahui pahlawan terkenal KHZ Mustopa sudah dipakai menjadi nama jalan protokol di Tasikmalaya.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari menyambut baik perubahan nama Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Nama Cisingan tidak bermakna kalau dibanding nama nama pahlawan. Asep menambahkan, memang penamaan sebuah jalan idealnya mempunyai makna. Usulan pergantian nama Jalan Cisinga dari masyarakat patut diapresiasi dan dipikirakan.

“Usulan itu sangat bagus dan patut diapresiasi. Karena penamaan jalan itu harus ada makna,” ujarnya,

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tasikmalaya Cecep Rostata berpendapat penamaan Jalan Ciawi-Singaparna merupakan kewenangannya Dinas Perhubungan.

“Nanti Dishub yang mengajukan nama-nama jalan yang tentunya berdasarkan ajuan dari masyarakat, tokoh dan lainnya,” ujarnya.

Memang, kata dia, semua harus dibahas, dimusyawarahkan dan dirapatkan terlebih dahulu dengan matang. “Tidak bisa asal, karena harus ada maknanya seperti apa jalan tersebut. Jika sekarang misalnya diberi nama jalan KH Zaenal Mustafa itu kan pahlawan. Jadi untuk nama jalan baru ini harus ada maknanya,” katanya.

Jika ada usulan dari masyarakat dan juga tokoh ditampung terlebih dahulu. Namun, usulan nama tersebut harus disertai dengan dasar dan makna dari nama tersebut. “Ini harus betul-betul dikaji. Nama jalan itu tidak sembarangan karena nanti juga akan di perdakan,” katanya.

Sejauh ini memang jalan itu banyak disebut Jalan Cisinga, karena menghubungkan Ciawi-Singaparna. Namun, penamaan itu belum resmi dengan payung hukum peraturan daerah. (rev)

Pos terkait