Berita Bencana Alam Dalam Sepekan di Tasikmalaya: Longsor, Rumah Dadang Ambruk dan 10 Rumah Rusak

  • Whatsapp
Berita Bencana Alam Dalam Sepekan di Tasikmalaya: Longsor, Rumah Dadang Ambruk dan 10 Rumah Rusak
Berita Bencana Alam Dalam Sepekan di Tasikmalaya: Longsor, Rumah Dadang Ambruk dan 10 Rumah Rusak

TASIKMALAYA,JURNALPriangan.com: Bencana alam akibat hujan dan angin kencang melanda kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Jurnalpriangan.com mencatat rangkaian peristiwa alam yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.

Bencana Alam Dalam Sepekan di Tasikmalaya

1. Longsor dan Banjir di Kabupaten Tasikmalaya

Pada 17 Desember 2019 terjadi longsor di beberapa kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Di Dusun Sukamandi, Kecamatan Ciawi material longsor menyeret rumah milik Iri Suhiri (57). Korban mengalami luka di bagian tangan, kaki dan tubuh akibat tertimpa bangunan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten, Dede Sudrajat juga melaporkan longsor juga menutup badan jalan desa dan jalan alternatif penghubung antar Singaparna- Ciawi. Longsor juga menyebabkan persawahan tertimbun longsor.

Longsor juga terjadi di Kampung Sukasukur, Dusun Gombong, Desa Karangsembung, Kecamatan Jamanis. Beruntung pihak dari BPBD, TNI, Polri dan masyarakat bahu membahu membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
Longsor juga menyebabkan bantaran Sungai Cisading jebol sepanjang 20 meter akibatnya puluhan hektare sawah yang baru ditanam tertimpa longsoran

Daerah lain yang juga yang terkena longsor ir dan pergerakan tanah yaitu di Kecamatan Salawu, Parungponteng, Pageurageung, Ciawi, Singaparna, Puspahiang, Culamega, Sukaresik, Sodonghilir, Bojonggambir, Karangnunggal dan Cipatujah.

 

2.Rumah Milki Dadang dan Susi Ambrol

Pada 16 Desember 2019, tebing setinggi lima meter ambrol dan menimpa sebuah rumah milik pasangan Dadang (54) dan Susi (54) tahun.
Kejadian tersebut terjadi di Kampung Cimanggala, Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Dinding yang terbuat dari kayu itu roboh dan gentingnya juga terjatuh. Material batu bercampur denag tanah masuk ke bagian belakang rumahnya.

Rumah tersebut memang tepat berada di bawah tebing setinggi lima meter tersebut. Sehingga saat hujan berhenti setelah selama 39 menit mengguyur, tebing tanah itu langsung menimpa rumah tersebut. Menurut keterangan Susi, saat kejadian itu terjadi ia sedang berada di ruang tamu mengupas kacang bersama keluarganya.

Dadang mengatakan, kejadian berawal saat hujan turun di daerah mereka selama setengah jam. Setelah itu, dia mendengar suara gemuruh dan langsung menyelamatkan diri.

Warga setempat kemudian berdatangan ke lokasi dan bergotong royong membantu membersihkan bagian belakang rumah Dadang dari material longsoran. Selain itu, sejumlah anggota BPBD dan Tagana Kota Tasikmalaya juga terlihat berada di lokasi mendata keluarga yang terdampak tanah longsor.

Karena rumahnya rusak, kini Dadang dan istri terpaksa sementara ke rumah anaknya. Selain itu, mereka juga masih khawatir terjadinya longsor susulan dan berharap ada bantuan dari pemerintah untuk renovasi rumahnya kembali.

3 Pusat Kota Tasikmalaya Dikepung Banjir

Hujan deras disertai angin kencang, mengguyur wilayah Kota Tasikmalaya Sabtu 14 Desember 2019 sekitar pukul 16:00 hingga pukul 18:00 sore.
Akibatnya, sejumlah pemukiman warga dan ruas jalan di Kota Tasikmalaya tergenang air dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 80 cm atau setinggi orang dewasa. Banjir juga terjadi di sejumlah ruas jalan seperti Jalan HZ.Mustofa mulai tugu Asmaulkhusna perempatan Nagarawangi hingga Tugu Adipura perempatan Padayungan Kota Tasikmalaya tergenang air.

Banjir genangan juga terjadi di Jalan Moh. Hatta tepatnya di daerah Cador dan Cibogor. Akibat banjir sebuah SPBU tergenang air cukup tinggi sehingga harus ditutup hingga air kembali surut.

Luapan air cukup tinggi juga terjadi di Jalan Mayor Utarya Citapen Kota Tasikmalaya. Banjir ditempat tersebut mengakibatkan aktivitas pasar kuliner yang biasa dilaksanakan pada setiap Sabtu (malam minggu) tertunda.

Bahkan akibat terjangan air yang cukup deras, tepat di depan SD Citapen sejumlah sepeda motor yang sedang diparkir sempat terseret air hingga beberapa meter.

Genangan cukup tinggi juga terjadi di lingkungan RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.Hanya saja genangan di lokasi tersebut tidak terlalu lama sehingga air tidak masuk ke area rumah sakit sehingga pelayanan rumah sakit berjalan seperti biasanya.

Manager Pusdalof Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Harisman mengatakan, dalam penanganan banjir luapan di Kota Tasikmalaya pihaknya menerjunkan sekitar 15 personil di sejumlah titik genangan.

10 Rumah Rusak

Pada Jumat 20 Desember terjadi hujan disertai angin kencang mengakibatkan 10 rumah rusak berat dan ringan. Kebanyak atap rumah beterbangan.
Dinding rumah itu mengalami kerusakan berupa retak-retak. Harisman menduga, hal itu disebabkan konstruksi bangunan tak begitu kuat menahan angin kencang yang terjadi.

Meski begitu, rumah warga yang mengalami kerusakan umumnya masih dapat ditempati. BPBD juga telah memberikan bantuan terpal, sehingga air hujan tak masuk ke dalam rumah jika hujan kembali terjadi.

Selain menyebabkan rumah rusak, hujan yang terjadi sekitar 1 jam pada Jumat sore di Kota Tasikmalaya membuat sejumlah pohon roboh. Setidaknya terdapat tiga pohon tumbang di wilayah Kecamatan Indihiang.

Kendati demikian, petugas BPBD Kota Tasikmalaya langsung melakukan penanganan. Dengan begitu, lalu lintas kendaraan yang terdampak pohon tumbang dapat kembali normal.

Hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan adanya korban akibat bencana yang terjadi pada Jumat sore.  (rev)