Bunda Eni Anggota DPD-RI: UN Masih Diperlukan

  • Whatsapp
eni sumarni

JAKARTA, JURNALPRIANGAN.com: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Barat Dra Ir Hj Eni Sumarni MKes mengecam keras wacana penghapuasan UN yang dilontarkan Menteri Pendidikan Nasional Nadiem Makariem. Bunda Eni sapaan akrabnya berpendapat Ujian Nasional masih diperlukan, tapi UN bukan satu-satunya faktor kelulusan.

“Saya sangat keras menentang penghapusan UN. Ddalam setiap unit pendidikan itu mesti ada ujian. Ujian kan sebagai alat ukur untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta didik.Lah kalau ada kekurangannya perbaiki dong jangan malah dihapus,” kata Senator asal Kota Tahu Sumedang itu.

Menurut Bunda Eni, UN masih diperlukan untuk melihat sejauh mana kemampuan para peserta didik. Adapun kalau masih ada kesulitan untuk melaksanakan UN karena keterbatasan akses teknologi ini harus diperbaiki.

Oleh sebab itu, Eni Sumarni memandang UN sampai saat ini masih dibutuhkan untuk melihat kemampuan para peserta didik. Sehingga dia tidak sepakat apabila UN bagi para siswa dihapuskan.

“Nah kami memandang UN itu masih sangat penting untuk dilanjutkan. Alasannya, (menjadi) salah satu standar penilaian untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta didik dalam hal penguasaan, kompetensi keilmuan,” katanya.

Menurutnya, Ujian Nasional (UN) masih menentukan banyak hal terkait perkembangan tingkat pendidikan di Indonesia. Untuk itu, rencana penghapusan UN dinilai belum tepat karena UN masih diperlukan untuk pemetaan pendidikan.

“Saya kira kita masih perlu UN, ya untuk pemetaan karena kualitas di Pulau Jawa dan luar Jawa, kota dan desa, saja berbeda sekali. Tapi sekali lagi saya tegaskan UN sudah tidak menentukan kelulusan, tapi masih tetap diperlukan,” ujar mantan calon bupati Sumedang ini.

Ditegaskan UN menentukan banyak hal, seperti pemetaaan, penentuan rangking sekolah dan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Menurutnya, jika pemerintah tidak memiliki peta tingkat kualitas dan kuantitas pendidikan, maka akan sulit untuk menentukan kebijakan.

“Pemetaan pendidikan itu penting dan memang diperlukan biaya. Kalau kita tidak tahu petanya, bagaimana kita membuat kebijakan pendidikan,” pungkasnya.(dier)