Duh…! Sepasang Sejoli “Kukudaan” di Rumah Sakit dengan Tangan Terinfus

  • Whatsapp

JURNALPRIANGAN.com: Video mesum di rumah sakit Sanjiawan Gianyar Bali viral di medsos. Parhanya lagi video mesum itu dilakukan oleh pasangan yang sedang dimabuk cinta di ruang IGD sebuah rumah sakit. Video berdurasi 40-an detik tersebut tertulis nama Rumah Sakit Sanjiwan Gianyar, Bali. Kontan saja pihak RS Sanjiwan Gianyar pun membantahnya.

“Bukan di rumah sakit kami, lihat saja tirainya semua ruangan kami diawasi CCTV, kami juga nggak menggunakan tirai seperti itu. Wartawan yang penasaran silakan periksa langsung ke rumah sakit,” kata Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar, Ia Komang Upeksa.

Muat Lebih

Sebelumnya video mesum itu viral dengan latar belakang  horden atau tirai berwarna biru dengan lis putih.  Direktr RS Sanjiwani dengan tegas membantahnya berkali-kali bahkan dia merasa tercoreng dengan peristiwa tersebut.

“Sekali lagi kami tegaskan, video itu tidak benar dilakukan di RS Sanjiwani. Kami bersama Inkom tengah menelusuri video tersebut.”

“Sebab ini tak hanya mencoreng nama baik Sanjiwani, tetapi juga Pemkab Gianyar, dan masyarakat Gianyar,” tegas Ida.

baca juga: Link Video Vina Garut yang Bikin Heboh Itu

Dari video yang beredar itu, tampak sepasang remaja yang sedang berhubungan intim di tempat tidur pasien. Video asusila yang beredar tersebut, tampak direkam oleh seseorang secara candid.

Dari rekaman itu, terlihat pula pelaku laki-laki masih menggunakan infus namun melakukan tindakan sesonoh itu. Di detik terakhir, pelaku wanita tampak sempat menoleh ke arah kamera. Melihat hal tersebut, perekam video langsung menarik kameranya.

Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo terus mendalami beredarnya video tersebut.

“Kita masih dalami terkait video itu. Di mana lokasi dan siapa yang ada di dalam video,” ungkap Priyanto dikutip dari tribunews.com.

Sampai saat ini, belum ada laporan atau aduan terkait beredarnya video tersebut.

“Kita juga belum lakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Masih kita kumpulkan informasi-informasi terkait itu. Belum ada laporan juga ke kita pihak yang dirugikan atau semacamnya,” tutur AKBP Priyanto.