Inilah 5 Pesta Miras Berujung Maut yang Melibatkan Remaja dan Pelajar Tasikmalaya

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPRIANGAN.com: Pesta minuman keras (miras) yang melibatkan remaja diTasikmalaya (kota dan Kabupaten)sangat memprihatinkan. Sepanjang Agustus-Hingga Desember 2019, jurnalpriangan.com mencatat ada 5 peristiwa besar soal pesta miras. Korbannya ada yang meninggal dan dirawat. Lalu masyarakat hanya bisa menonton dan menyayangkan. Identitas Tasikmalaya sebagai kota santri sudah pudar.

Inilah Rangkaian Pesta Miras Yang Melibatkan Remaja Tasikmalaya

Muat Lebih

1. Pesta Miras di Bojonggambir pada 21 Agustus 2019

Dua remaja tewas seusai pesta minuman keras (miras) oplosan bersama enam rekan lainnya di Kampung Ciawi Desa, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Dari 8 remaja yang ikut pesta miras, dua dinyatakan tewas, satu orang kondisinya kritis dan sisanya dirawat di puskesmas kecamatan setempat.

Para korban mulai merasakan keracunan miras oplosan tak lama setelah pesta miras pada Rabu (21/8/2019). Kedua korban tewas sempat dirawat di puskesmas dan malam harinya diketahui tewas dalam waktu yang tak bersamaan. Kedua remaja tewas karena dugaan overdosis miras adalah AF (19) dan RZ (17). Keduanya bersama remaja lainnya merupakan warga satu kampung.

Mereka mati sekitar ukul 22.00 WIB dan disusul RZ pada pukul 04.00. Jenazahnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bojonggambir.

Kronologisnya

Para korban memang sudah terbiasa minuman keras. Mereka merasa tidak gagah kalau tak mabok. Maka mereka sepakat patungan beli minuman oplosan.
Karena terlalu banyak mereka satu persatu mengalami pusing, mual, muntah dan tidak sadarkan diri.

Miras pesanan online dicampur obat batuk. Para remaja yang pesta miras tersebut diketahui memesan miras oplosan secara online. Miras online tersebut dicampur obat batuk cair salah satu merk terkenal dan alkohol pembersih luka 70 persen. Seusai menenggak campuran miras online tersebut mereka langsung terkapar dan dibawa ke Puskesmas terdekat.