Inilah 5 Pesta Miras Berujung Maut yang Melibatkan Remaja dan Pelajar Tasikmalaya

  • Whatsapp

Kedua remaja tanggung itu langsung digelandang ke Mapolsek Singaparna untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan petugas, kedua remaja itu masing masing bernama Eriko Gueteres (17) warga Kokol Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, dan Ade bastian (20) warga Rancapendeuy, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna. “Kondisi seorang remaja dalam keadaan mabuk berat. Jadi kita belum bisa memperdalam keterangan. Kalau pengakuannya, yang mabuk berat itu minum miras, obat jenis dextro dan miras oplosan, ” papar Budiman.

Untuk sementara, kedua remaja itu diamankan di Polsek Singaparna untuk mengembalikan kesadarannya, sambil menunggu kedatantan kedua orang tuanya menjemput. “Kita sudah menghubungi orang tua mereka, dan kita masih menunggu. Kita akan dalami dari mana mereka beli miras dan obat dextro, ” ungkap Budiman

Muat Lebih

4. Pesta Miras di Taman Dadaha

Razia pasangan mesum di Taman Dadaha Kota Tasikmalaya anggota polsek Cihideung dan Petugas UPTD pengelola Taman Dadaha justru menemukan tiga remaja sedang pesta miras oplosan.

Sabtu malam anggota Polsek Cihideung dan Petugas UPTD pengelola Taman Dadaha, Kota Tasikmalaya mengamankan tiga remaja sedang asik pesta miras oplosan. Ketiganya sebelumnya mengelak dan berbohong saat petugas menmukan plastik berisi cairan hitam yang berisi tuak dan miras oplosan.

5. Dua Remaja Tewas di Cikadongdong Singaprna

Yang paling hangat pada 25 Desember 2019, dua pemuda warga Gunung Kokol, Desa Cikadongdong, Kabupaten Tasikmalaya tewas usai menenggak alkohol yang diracik dengan minuman berenergi. Korban benama Yuda S itu mengeluh sakit uluhati hingga alami kejang hebat.YS dibawa oleh keluarga ke RS . Sakit yang diderita YS kondisinya terus memburuk sampai akhirnya gagal jantung dan dinyatakan meninggal dunia.

“Korban alami gagal jantung, hingga menghembuskan nafas terakhirnya,” kata Nadira, di IGD RSU SMC Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/12/2019).

Nanang Ayah YS, mengaku saat itu, Minggu malam, anaknya sedang kumpul-kumpul di rumah bersama teman-temannya. Dirinya tidak mengetahui jika anaknya sedang menenggak minuman alkohol racikan.

“Minggu malam anak saya bersama teman-temannya kumpul dirumah sambil menonton pertandingan Sepak bola. Usai itu, anak anak sengaja karoke di rumah. Tidak ada gelagat atau perilaku yang mencurigakan. Hingga tengah malam mereka kumpul-kumpul,” katanya.

Dirinya mengaku bahwa anaknya sudah biasa kumpul di rumah dengan temannya itu. Mereka semuanya kerap.main bersama-sama sejak lama.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra mengatakan, korban YS (21) dan AG (21) meninggal berturur-turut. AG meninggal Selasa (24/12/2019) sore. Sementara YS menghembuskan nafas terakhir di Rumah sakit SMC Tasikmalaya, Selasa malam pukul 19.45 Wib.

Sementara korban yang dua lagi, kata Dony, Sandi (20) dan Landriana (17) masih dirawat di Rumah sakit hingga Rabu petang kondisi keduanya dalam keadaan sadar.

Dikatakan Dony, korban meninggal akibat menenggak alkohol 96 persen yang diracik dengan minuman berenergi, bukan menenggak minuman keras. Awalnya dua korban meninggal bersama dua teman lainya, menggelar pesta alkohol racikan di rumah YS, Minggu (22/12/2019).

YS memesan alkohol 96 persen melalui online. Keempat pemuda itu korban mulai merasakan mual, sakit perut hingga kejang pada, Senin (23/12/2019) pagi. Tragis YS akhirnya meninggal dunia meski sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Sementara AG menghembuskan napas terkahirnya dirumahnya tanpa sempat ditangani medis. Sementara polisi mengamankan botol bekas minuman alkohol yang diracik serta telefon genggam korban. Berbagai isi komunikasi pemesanan alkohol hingga video pesta minuman alkohol racikan terdapat dalam telefon genggam YS.

Pos terkait