Inilah 6 Berita Yang Bikin Heboh Urang Tasik: Dari Nobar Adegan Ranjang, Teror Lempar Sperma dan Pabrik Narkoba

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JP.COM: Warga Tasikmalaya dalam tiga bulan terakhir ini dihebohkan dengan berita yang mengagetkan. Sebab, kejadian itu jarang dan tak pantas terjadi di kota santri. Kejadian menghebohkan itu diperbincangkan di media sosial. Banyak yang mengurut dada ada juga yang menyalahkan. Apa saja berita menghebohkan itu?

1.Nonton Adegan Ranjang Bayar Goceng

Pada 18 Juni 2019 warga Tasikmalaya geger dengan berita adegan ranjang secara live pasangan suami istri. Celakanya adegan itu dipertontonkan kepada ABG. Pasangan suami isteri itu menawarkan adegan ranjang dengan syarat membayar Rp 5.000. Pasangan suami isteri E, (25) dan L, (24), warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya ini melakukan itu karena butuh uang.

Muat Lebih

Bukan hanya imbalan uang keduanya tanpa sungkan meminta kepada anak-anak yang ingin menonton adegannya, dengan imbalan barang lain seperti rokok atau mi instan.

Karena kurang iman, pasutri yang menikah belum siap itu gelap mata. Tak ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan dia mempertontonkan adegan ranjang ke anak-anak usia 11 tahun. Kelakuan mereka memang diluar kewajaran, bahkan dianggap gila. Rasa malu sudah hilang.
Kedua pelaku diketahui sempat melarikan diri, setelah tontonan berbayar hubungan seks di depan ABG yang dilakukan keduanya, terbongkar publik.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinto menemukan bukti bahwa adegan ranjang tak pantas itu dilakukan pada bulan Ramadan. Sedangkan yang pernah nonton ada sekitar tujuh anak. Mereka berusia 12 hingga 13 tahun dan masih pelajar SD.

Kuat dugaan, keduanya melakukan aksi tersebut akibat desakan ekonomi. Mereka tanpa ragu mempertontonkan adegan suami istri tersebut, kepada anak-anak berusia 11 tahunan, serta membolehkan merekamnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKB Febry Kurniawan Ma’ruf mengatakan, pengungkapan kasus itu berasal laporan warga termasuk Komisi Perempuan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Atas perbuatan adegan ranjang secara langsung itu, kedua tersangka dijerat Pasal 36 KUHP tentang pornografi dengan ancaman hukuman penjara maksimal sepuluh tahun.