KH Atam Rustam Digadang-gadang Maju di Pilkada Kab Tasikmalaya, Inilah 6 Fakta Tentang Dia

  • Whatsapp
KH Atam Rustam
KH Atam Rustam (istimewa)

TASIKMALAYA,JURNALPRIANGAN.com: Dorongan agar KH Atam Rustam maju di Pilkada Tasikmalaya tahun 2020 makin kencang.  Yang masih hangat Perkumpulan Guru Ma­drasah (PGM) Kabupaten Tasikmalaya mendeklarasikan diri mendukung KH Atam. Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya ini diharapkan akan membawa Kabupaten Tasikmalaya ke arah lebih baik.

Jurnalpirangan.com merangkum fakta tengan KH Atam Rustam sebagai berikut

Muat Lebih

1. Cucu KH Zaenal Mustofa

KH Atam Rustam adalah cucu pahlawan nasional KH Zaenal Mustofa. Lahir di Desa Cimerah, Kec. Singaparna, Tasikmalaya. Masa kecilnya dihabiskan di Sukamanah, kurang lebih 13 tahun dia menggeluti ilmu agama dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Karena itulah ia mahir berbahasa Arab dan memiliki pengetahuan keagamaan yang luas. Kecerdasaanya mulai terlihat sejak kecil. Selain itu dia suka membaca.

Sejak kecil KH Atam Rustam hidup atau berada dalam lingkungan pesantren,Ayahnya adalah seorang kiyai. Masa kecil KH Atam mulai dari baca tulis Al-Qur’an dan lain. Ilmu-ilmu agama di berbagai pondok pesantren. Selepas pendidikannya dipondok pesantren dia meneruskan meneruskan ke pendidikan umum.

Ilmunya kemudian didekasikan untuk Pondok Pesantren Sukamanah. Selain itu KH Atam masih tercatat sebagai salah satu pengurus pondok pesantren Sukamanah dan Kepala MAN 1 Tasikmalaya. Di mata para muridnya, dia adalah sosok kiyai yang berwibawa tegas serta bijaksana.

2. Terpilih Jadi Ketua PC NU

KH Atam Rustam juga seorang aktivis Nahdlatul Ulama. Sejak muda dia bergabung dengan IPNU dan Gerakan Pemuda Anshor. Puncaknya dia terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Konferensi Cabang Ke 16 di Cipasung.

Bersama KH Abun Bunyamin Ruhiat Rais Syuriyah dia terpilih sebagai nahkoda PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021. KH Atam Rustam saat itu merai 19 suara mengungguli, KH Dadang Romansyah 12 suara, KH Abdul Wahih 2 suara, KH Muttaqin 3 suara dan KH Jamaludin Malik 2 suara.

Dalam visinya, dia bertekad melaksanakan aqidah, syariah, akhlak Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah dari berbagai bidang secara menyeluruh dari yang terkecil sampai terbesar, Insyaallah dengan bantuan semua pihak akan terlaksana. Sebelumnya pada rapat Tim Ahwa yang diikuti oleh lima ulama yaitu KH Abun Bunyamin Ruhiat Cipasung, KH Anwar Nasihin Leuwisari, KH. Ee Sulaeman Rajapolah, KH Abdul Muin Salopa dan KH Acep Amin Bantarkalong memutuskan Pimpinan Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya.

3. Masuk dalam Survei Tokoh Populer Jelang Pilkada 2020

KETOKOHAN Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam membuat dirinya masuk dalam survei pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Kapasitas dan ketokohan KH Atam Rustam tidak diragukan beliau pantas jadi pemimpin Tasikmalaya,” kata Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana.

Dirinya siap mengamankan dan memenangkan KH Atam Rustam jika Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB merekomendasikan KH ATam Rustam sebagai calon dari PKB. “Pokoknya kami mah sami`na wa atha`na,” kata Usman.

Namun jika maju sebagai calon bupati dan wakil bupati, KH Atam harus mundur dari jabatannya sebagai Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya.

Hanya di NU ada aturan kalau maju Pilkada KH Atam Rustam harus melepas jabatan Ketua PCNU.

4. PKB dan Demokrat Mendukung

KH. Atam Rustam digadang-gadang bakal diusung PKB dan Partai Demokrat. Bahkan KH Atam pantas disandingkan dengan Iwan Saputra.

“Memang benar kami sudah membidik sejumlah nama, selain tiga orang dari internal, ada juga Ketua PCNU Pak Haji Atam Rustam untuk calon bupati dari PKB,” ujar Wakil Ketua DPC PKB Usman Kusmana.

Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya sendiri sudah menyatakan kesiapan menjadi kendaraan politik bagi Atam Rustam di Pilkada 2020.

“Dari awal Partai Demokrat tertarik dengan figur Kiai Atam katrena sangat layak untuk memimpin Kabupaten Tasikmalaya,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Ferry Wiliam beberapa waktu lalu. Ferry mengatakan, Partai Demokrat siap mengusung KH. Atam Rustam untuk maju di Pilkada 2020 mendatang.

“Dan Partai Demokrat sangat suport mendorong Kiai Atam untuk maju di Pilkada, bahkan Demokrat siap mengusung dan menjadikan beliau untuk maju dari Partai Demokrat,” tegasnya.

Menurutnya, Demokrat adalah partai Nasionalis Religius, dan kultur masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menjunjung tinggi hal itu, maka sosok KH. Atam sangat pas dengan visi-misi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

“Alasan figur Kiai Atam di usung oleh Demokrat sangatlah klop dengan visi misi partai yang Nasionalis-Religius, ” ucapnya.

Dan mengenai siapa pasangan yang cocok disandingkan dengan KH. Atam Rustam, Ferry mengatakan sangat terbuka yang terpenting berjuang dan bekerja sama serta memiliki platform demi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya.

“Pada prinsipnya dengan siapa saja pasangannya Demokrat terbuka. Hal yang terpenting kita berjuang dan bekerja sama mempunyai platform dan pandangan yang sama demi kemajuan Tasikmalaya kedepan,” terangnya.

5. Dukungan dari PGM dan Ormas di Kab Tasikmalaya

Sekretaris DPD PGM Kabupaten Tasikmalaya Aep Fauzi MPd mengatakan di tengah kegiatan rakerda, semua anggota PGM sepakat mendeklarasikan dukungan terhadap Kiai Atam untuk membulatkan tekad maju sebagai calon Bupati Tasikmalaya.

“Kami (PGM Kabupaten Tasikmalaya, Red) mendukung sepenuh hati, agar ketua kami (Kiai Atam) maju sebagai Bupati Tasik di Pilkada 2020,” ujar Aep
Menurutnya, PGM Kabupaten Tasik akan mendukung Kiai Atam untuk maju menjadi ZI (calon bupati). Dan tidak mengizinkan jika diposisi Z2 (calon wakil bupati).

“Karena Kiai Atam, merupakan figur yang sangat luar biasa. Bisa mengayomi anggota dan guru-guru madrasah,” tuturnya.

Selain, kata Aep, Kiai Atam bisa menjembatani kepentingan PGM baik dengan pemerintah daerah maupun dengan Kantor Kementerian Agama. “Jadi sudah mumpuni secara kepemimpinannya, tak perlu diragukan lagi,” paparnya.

Ketua DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal mengaku sangat mengenal sosok Kiai Atam, terlepas sebagai Ketua PGM atau Ketua PCNU juga sesepuh Pondok Pesantren KH Zaenal Musthafa Sukamanah.

“Secara pribadi, saya berharap Pak Kiai Atam maju (mencalonkan diri, Red), karena beliau paham tentang keberadaan guru madrasah, birokrasi, dan mengerti kebutuhan masyarakat Tasikmalaya,” ungkap Asep.

Secara pribadi, Asep sangat men-support dan meyakini ketika Kiai Atam bersedia mewakafkan diri bagi masyarakat secara lebih luas. Akan mudah diterima sebab sangat mengetahui kondisi masyarakat, kalangan santri dan pesantren. ”

“Akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah, ada sosok yang berkontribusi, yang berbicara bukan hanya tentang agama tetapi bicara secara birokrasi,” kata Asep.

Dukungan kepada Kepala Sekolah MAN 1 Tasikmalaya itu datang juga berbagai dari ormas Islam di Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menilai sang kiai layak memimpin Kota Seribu Pesantren ini.

Dukungan ormas Islam terhadap kiai berumur 55 tahun itu bukan tanpa alasan, sebab Kiai Atam merupakan tokoh ulama sekaligus pengurus Pondok Pesantren KH Zaenal Musthafa.

Perwakilan ormas Islam di Kabupaten Tasikmalaya seperti PCNU, Muhammadiyah, Persis dan PUI bersilaturahmi ke Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Mereka membahas terkait isu kemanusiaan, agama serta politik.

6. Digandeng Iwan Saputra

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjagokan Iwan Saputra sebagai calon dari Golkar. Alasannya selain Iwan merupakan putra dari mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya. Iwan Saputra juga memiliki tingkat elektabilitasnya makin tinggi.

Sementara itu Maka untuk itu perlu pasangan yang memiliki kriteria yang berbasis pesantren. Sejumlah politisi Tasikmalaya mewacanakan
paket Iwan Saputra-Atam Rustam diusung Golkar, PKB dan Demokrat. Wacana pemaketan Iwan Saputra-Atam Rustam, merupakan pasangan yang sangat ideal untuk maju di Pilkada 2020.

(revansyah)