Parah…! Hanya 27 Persen SD di Kab.Tasikmalaya yang Bagus

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPRIANGAN.com: Sebanyak 800 dari total 1.086 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya rusak. Kalau diprosentasikan ada 73,66 persen yang rusak berat dan ringan. Sekolah Dasar yang rusak itu rawan ambruk apalagi memasuki musim hujan. Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Jawari mengatakan bangunan SD yang rusak terdapat hampir di semua kecamatan.

“Kami sudah menginstruksikan kepada para UPTD Pendidikan untuk memverifikasi sekolah yang rusak kita nanti rekap datanya dan dilaporkan ke pusat agar direhab,” ujarnya, Kamis (12/12).

Muat Lebih

Ahmad menyebut bahwa hasil verifikasi nantinya akan dibuat skala prioritas secara manual untuk perbaikan. Dan selama ini, di wilayahnya perbaikan sekolah selalu dianggarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui dana alokasi khusus.

“Rehabilitasi sekolah didasari data yang dimasukkan oleh pihak sekolah melalui laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun realita di lapangannya, rehabilitasi sering kali tak tepat sasaran atau sekolah yang diperbaiki justru yang bukan prioritas untuk direhabilitasi karena perbaikan hanya didasarkan pada Dapodik,” terangnya.

Ahmad menjelaskan, saat perbaikan ruang kelas yang rusak hanya mengacu pada Dapodik, kondisinya tidak semua operator sekolah memasukkan data dengan benar. Hal tersebut terjadi karena operator sekolah tidak jarang tak mampu mengidentifikasi sekolahnya mengalami kerusakan ringan, sedang atau berat.

Hal tersebut menurutnya menjadi kelemahan dari pemerintah pusat karena tidak melihat data faktual di lapangan. “Karena masyarakat pada umumnya kan hanya tau ada sekolah yang rusak dan tidak diperbaiki,” jelasnya.

Dengan banyaknya ruang kelas SD yang rusak di Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya diarahkan untuk mengajukan perbaikan ke Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) bagi sekolah yang belum diperbaiki melalui Dapodik. Kementerian PUPR sendiri nantinya akan memverifikasi ke lapangan.

Ahmad mengatakan kerusakan ruang kelas akibat berbagai faktor, salah satunya bencana alam.

“Kalau ruangannya rawan lalu hujan, belajarnya lebih baik dipindahkan ke luar kelas. Bisa juga meminjam ruangan di sekitar dengan memberikan laporan ke kita supaya kita bisa mengeluarkan surat rekomendasi,” sebutnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Wawan R Efendi untuk mengantisipasi bangunan sekolah roboh pihaknya rutin menyosialisasikan ke sekolah-sekolah agar siaga menghadapi bencana.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi¬† bencana di sekolah. Kami siap¬† membantu evakuasi kalau ada bencana di sekolah,” katanya . [ber]