jurnalpriangan.com

Penembak Tukang Kopi di Tol Padalarang Ditangkap di Ciamis

BANDUNG, JURNALPRIANGAN.com: Pelaku utama penembakan tukang kopi ditangkap di Ciamis, sedangkan tiga tersangka lainnya dibekuk di Bandung. Jadi Empat pelaku yang sempat buron itu sudah masuk bui.

“Ya kami menangkap tiga pelaku satu pelaku utama sebagai eksekutor bernama Awan ditangkap di Ciamis,” kata Kapolres Cimahi, M Yoris Maulana di Mapolres Cimahi, Selasa (31/12/2019).

Kapolres menceritakan penangkan para tersangka, salah satu pelaku malah melawan, polisi pun tak mau ambil resiko. Pelaku itu dilumpuhkan dengan timah panas; “Kita tidak berani mengambil risiko, pelaunya kan memiliki senjata,” ujar Yoris.

Para pelaku masing-masing. Awan, Peri, dan Beni dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana Jo Undang-undang darurat No 12 tahun 1951 ancaman hukuman 9-20 tahun pidana. Sedangkan tersangka Suryana diganjar dengan Pasal 170 ayat 2 Subsider Pasal 351 aya 2 Jo Pasal 55,56 KUHPidana ancaman hukuman 3 tahun pidana. Polisi juga masih memburu satu tersangka lainnya Parman yang masuk daftar pencarian orang (DPO).Baca juga: Selama 2019, setiap hari ada 15 Janda Bahenol di Ciamis

 

 

Diberitakan, Agus Sumpena (50) diberondong kawanan orang di depan Gerbang Tol (GT) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (20/12/2019). Akibatnya  Agus mengalami luka pada dahi, pipi dan lengan sebelah kiri.

“Kejadiannya sekitar jam 04.00 WIB, saat itu saya berdagang kopi dengan teman-teman pedagang lainnya,” ujar Agus di GT Padalarang, Minggu (22/12/2019).

Saat Ketika itu, kata Agus, datang sebuah mobil Avanza berwarna putih terparkir kurang lebih 10 meter dari jongko yang dijaganya dari arah Padalarang. Kemudian, turun tiga orang bermasker yang menenteng benda diduga senjata api di tangan.

“Tanpa basa basi, pipi sebelah kiri saya ditembak. Saya menoleh, kemudian saya diberondong lagi. Saya mencoba menahan dengan menyilangkan lengan, teman-teman saya juga syok,” ujarnya. Penembakan tersebut baru berakhir, ketika seseorang di antara tiga orang tersebut menghentikan
rekannya. Ketiga orang tersebut langsung masuk kembali ke dalam mobil dengan santainya.

“Mereka langsung melarikan diri ke arah GT Padalarang. Saya dan rekan hanya bisa diam karena bingung dan tegang,” katanya.

Agus dibantu oleh rekannya kemudian mendapatkan perawatan pertama di RS Cahya Kawaluyaan Padalarang. Kemudian dirujuk kembali ke RS Cibabat untuk mengeluarkan proyektil dari peluru senjata yang diduga berjenis airgun itu.

(jajang nuryana)

 

Exit mobile version