Sepanjang Tahun 2019 Setiap Hari ada 15 Janda Muda di Ciamis

  • Whatsapp
ilustrasi .net

CIAMIS, JURNALPRIANGAN.com: Angka perceraian di Kabupaten Ciamis pada tahun 2019 tergolong tinggi. Pengadilan Agama Kelas 1A Ciamis mencatat hingga Desember 2019 telah menangani 5.604 perkara perceraian. Ini berati dalam sebulan ada sekitar 460 pasangan yang cerai atau ada 30 janda dan duda dalam sehari.

Yang menarik, perempuan justru paling berani menggugat cerai suaminya. Data di PA Ciamis yakni sebesar 3.755 calon janda baru yang menggugat cerai. Sedangkan suami yang menggugat cerai istrinya sebanyak 1894 kasus,

Muat Lebih

“Benar sekali banyak perempuan sudah tak tahan lagi dengan kelakukan suaminya yang melakukan nikah siri atau poligami secara diam-diam, jadilah istri yang menggugat cerai suaminya ,” kata Hakim Pengadilan Agama Kelas 1A Ciamis, Nandang Hasanudin

Sementara itu kasus perceraian terjadi akibat nikah siri secara diam-diam ataupun poligami tanpa persetujuan istri kini angkanya mencapai 13 kasus sepanjang tahun 2019.

Menurut Nandang, ketika mau melakukan poligami, hendaknya sang laki-laki meminta izin dan jujur kepada istrinya, serta harus mempunyai dasar alasan kenapa ingin poligami.

Permohonan Dispensasi Pernikahan Dini di Purwakarta Meningkat, Ada Apa?

“Nikah siri atau pun poligami yang dilakukan laki-lakinya diketahui oleh sang istri, sehingga istrinya menggugat cerai,” ujarnya.

Nandang menjelaskan, yang boleh poligami adalah jika istri tidak dapat mampu melayani suami dengan maksimal atau istri tidak bisa memberikan  keturunan, ataupun sakit-sakitan, acuan dasar alasan tersebut juga harus disertai keterangan rekam medis dari dokter, serta harus ada izin dari sang istri dan sepengetahuan Pengadilan Agama.

“Penyebab perceraian selain nikah siri maupun poligami secara diam-diam, faktor ekonomi pun dapat menjadi alasan sang istri menggugat talak suaminya. Dari angka kasus penceraian tersebut, didapat dari daerah Ciamis, Banjar dan Pangandaran,”tandasnya.

Tingginya kasus perceraian di Ciamis itu membuat Bupati Ciamis Herdiat Sunarya prihatin. Dia mengatakan, angka perceraian di Ciamis luar biasa tinggi. Nomor tiga se-Jabar. Kondisi tersebut jelas memprihatinkan, apalagi angka perceraian di kalangan ASN terutama dari Disdik juga tinggi. Kadang saya berpikir, banyak guru di Ciamis yang bercerai apakah karena setelah mendapat tunjangan tinggi,” tandasnya. (erz)