Tarif Resmi Parkir Motor di Kota Tasik Rp 1000, Di Lapangan Jadi Rp 2000 Lebihnya ke Mana?

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPRIANGAN.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana bakal menaikan tarif parkir pada tahun 2020. Kenaikan itu untuk sepeda motor dari Rp 1000 jadi Rp3.000 dan untuk mobil dari Rp 2000 menjadi Rp 5.000. Masalahnya masyarakat mengaku sudah membayar 2.000 untuk parkir sepeda motor padahal kenaikan tarif belum ditetapkan.

“Lah saya kan kalau bayar parkir 2.000 kalau dikasih 1.000 petugas parkir sering minta lagi bahkan ngamuk, padahal kan resminya Rp1.000,” ujar Tatang Suratman warga Bojong Tasikmalaya, kemarin.

Hal senada dikemukakan Wawan Saepulloh warga Sambong Pari, menurutnya juru parkir sudah tak mau lagi dikasih Rp 2000 untuk parkir mobil. Jadi sebelum ditetapkan, para juru parkir sudah menaikan tarif duluan.

Dia mengatakan, selama ini petugas parkir mematok tarif parkir untuk sepeda motor seharga Rp2.000. Jadi lebihnya Rp 1000 masuk ke mana. Apa ke pribadi juru parkir atau ke PAD. “1000 rupiah memang nggak seberapa tapi kalau dikali 1 juta orang karena pungutan itu sudah berlangusng kurang lebih 8 tahun, hasilnya bisa miliaran Kemana larinya uang itu. Kami merasa tertipu,seharusnya ” cetusnya.

Jajang warga Cibeuruem menambahkan, di lapangan memang tarif parkir sudah Rp 2000, kalau dikasih Rp1000 selalu mengatakan kurang. Jadi lebihnya Rp 1000 bisa masuk ke kantong pribadi atau oknum.

“Bisa dibanyangkan berapa ratus titik parkir resmi pemerintah di tepi jalan. Itu uang parkir dari motor saja, belum mobil dan kendaraan besar lainnya. Memang ruginya sepele cuma seribu.┬áTapi kalau dikalikan, berapa juta orang yang tertipu dan dikalikan lagi selama delapan tahun jadi berapa,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap Pemkot Tasikmalaya untuk membatalkan wacana kenaikan tarif parkir tersebut yang harus dilakukan adalah mengurangi kebocoran..

Dia menuding ada oknum yang bermain untuk menguntungkan dirinya sendiri dibalik peraturan daerah perparkiran. “Selama ini pemerintah mengaku penghasilan retribusi parkir sedikit. Jadi ini yang kaya tukang parkir, atau ada oknum yang bermain sampai uangnya enggak masuk ke pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Parkir, Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Hamzah Diningrat mengaku, kalau selama ini pemasukan retribusi parkir tak memenuhi target. Bahkan, pihaknya sedang mengajukan kenaikan tarif parkir di tepi jalan pengganti Perda Nomor 5 Tahun 2011.

“Soalnya aturannya sudah 8 tahun. Kami sedang mengajukan kenaikan tarif parkir di Kota Tasikmalaya. Sekarang sedang dibahas di Bagian Umum. Mungkin tahun depan bisa berlaku,” ujar dia.

Rencananya, kenaikan tarif retribusi parkir di tepi jalan umum untuk mengejar target pemasukan retribusi parkir bagi daerah.

“Dari tahun 2011 belum ada perubahan tarif parkir. Motor 1.000, mobil 2.000 dan truk 3.000. Nah, kalau di lapangan saya tidak tahu, nanti kita akan lakukan kroscek (terkait masyarakat tak tahu tarif parkir),” pungkasnya. (rev)