Tekan Jumlah Janda di Sumedang, Kemenag Berikan Bimibingan Pranikah Gratis

  • Whatsapp
janda
ilustrasi

SUMEDANG,JURNALPRIANGAN.com: Untuk menekan angka perceraian di Sumedang Kementrian Agama Kab Sumedang memberikan bimibingan pra nikah kepada usia remaja secara gratis. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan jumlah janda dan duda di Sumedang yang meningkat terus setiap tahunnya.

“Kami telah memberikan sertifikat kepada 100 orang peserta, atau calon pengantin.” kata H. Ma’mun Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Sumedang.

Muat Lebih

Yang menarik pesertanya didominasi mahasiswa asal Kabupaten Sumedang. Mereka rata-rata yang ingin segara melaksanakan pernikahan dalam usia muda.

Menurut Ma’mun latar belakang kegiatan tersebut yakni membekali kaum muda agar memiliki pemahaman yang lebih matang soal membangun bahtera rumah tangga.

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin, agar mereka benar-benar siap mengarungi bahtera rumahtangga. Yang paling penting lagi untuk menekan angka perceraian,” kata Ma’mun.

Dia mengatakan, peserta dibekali materi selama 16 jam pelajaran atau dua hari. Materinya seputar perkawinan dan bagaiamana menjalankan rumah tangga secara islami.

“Saya nggak memungkiri angka perceraian di Kabupaten Sumedang setiap tahunnya meingkat. Pemicu perceraian paling banyak adalah kondisi sosial ekonomi. Pengaruh mendos juga ada, ya selingkuh dengan teman facebook,” katanya.

Makanya Kemenag sat ini selain mengadakan bimbingan pranikah secara masal, Kemenag juga telah memberikan pembekalan pada calon pengantin (catin) yang sudah mendaftar ke KUA.

“Rencana ke depannya kami juga akan memberikan pemahaman kepada para remaja yang sudah keluar SMA yang sudah memasuki usia menikah,” ungkap

Seperti diketahui, angka perceraian di Kabupaten Sumedang meningkat terus. Kepala Bagian Bidang Pembinaan dan Penasihatan BP4 Kementrian Agama Kabupaten Sumedang, Rahmat Hidayat mengakui bahwa selingkuh merupakan faktor utama perceraian selain faktor ekonomi. Salah satu penyebab perselingkuh bermula dari kenalan di media sosial facebook.

Rahmat mengatakan cerai gara-gara facebook memang marak. Penyebabnya kebanyakan pasutri muda cemburu melihat suami dan isteri chatingan atau akun facebook istri dan sebaliknya. Ada suami yang cemburu melihat bahasa-bahasa mesra dan porno di akun facebook istrinya. Si suami yang terbakar cemburu, akhirnya menguggat cerai istrinya. (ern)

Pos terkait